Baju Bekas

Baju Bekas
Anak Tidak Sopan


__ADS_3

" Eh ada tamu, ada apa ya? jangan bilang bikin rusuh lagi nih ya " Kata Karmila menatap Rido, Rangga hanya senyum senyum saja.


Rido hanya berkerut kening, dia tidak merasa tersinggung karna memang dia selama ini yang bikin rusuh.


" Maaf aku mengganggu kalian, Aku hanya mengantar pesanan dari Rangga saja, nanti jika kalian mau pesan lagi kue kue bikinan ibu aku, jangan sungkan sungkan, kalau perlu pesan yang banyak ,biar ibu ku cepat bisa naik haji, karna itu impian nya" Spontan Rangga dan Karmila terperangah dan jadi salah tingkah, Mila pun membuang muka.


" Ya sudah aku permisi dulu, aku minta maaf kepada kalian jika selama ini punya salah kepada kalian, terutama kamu Karmila, maaf karna sudah menganggap kamu Seperti Baju Bekas , akan ku ralat itu semua, kamu adalah wanita baik, dan tetaplah menjadi baik" Rido pun tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan mereka.


**


Mila masih terperangah sedangkan Rangga merasa cemburu kepada mantan dari istrinya itu, Rangga pun merajuk.


" Eh mas mau kemana? " Tanya Mila kebingungan.


Mila mengikuti Rangga dari belakang.


" Cie asik nih yee di puji sama mantan suami".


" Haha jadi karna itu, mas Rangga cemburu ya?? hihi" Mila tidak bisa menahan tawanya melihat Rangga cemburu.


" Apaan sih kagak yah, biasa aja kales" Kata Rangga ngeles.


" Masak sih".


" Iyah..... ! aku kok jadi heran kenapa si do eh si do siapa sih nama nya, eh iya si Rido kok berubah sih? kaget aku kiraain kesambet tadi, pakai muji muji segala lagi, " kata Rangga sambil mengaruk garuk kepala.😅


" Lah kenapa mas heran, emang dasar nya dia oranga nya baik kok, tapi... " Belum sempat Mila ngomong, muka Rangga sudah memerah seperti menahan marah atau sepertinya dia cemburu berat, karna Mila telah memuji Mantan suaminya.


" Terus terus puji terus, sama dia saja sekalian" Kata Rangga dengan nafas menggebu gebu.


Mila hanya tersenyum, dia senang Rangga masih mempunyai rasa cemburu, berarti Rangga terlalu sayang kepadanya.


" Sudahlah mas Jangan kayak anak kecil gitu deh, malu dong sama umur, o iya mas pesan banyak makanan itu buat apa? " kata Mila heran.


" Ini untuk acara 40hari kepergian ibu" kata Rangga.


Mila pun tepuk jidat.


" Ya ampun mas Mana cukup itu, kok mas ngak bilang ke aku sih, aku kan bisa masak banyak".


" Dengan satu tangan itu?" Mila melirik tangan nya, seketika wajah Mila murung.


" Sudah lah Mila, semua sudah ku persiapkan, kamu istirahat saja, kue kue ini hanya sebagian saja, Di rumah ibu sudah banyak orang yang mempersiapkan acara tersebut".


" Kenapa mas tidak beri tau aku, apa aku akan merepotkan mu".


Rangga menoyor kepala Mila pelan.

__ADS_1


" Eh sakit kepala ku, kebiasaan kamu ya mas" Mila pun membalas dengan mencubit pinggang Rangga, sehingga Rangga meringis.


" Baper baper, biasa saja keles seyeng, aku hanya tidak ingin kamu kecapean, kalau aku kasih tau, nanti kamu malah sok sibuk sendiri, aku ngak mau itu terjadi" Rangga menjelaskan.


" Ya habis aku.. ".


" Diam ah bawel banget jadi perempuan, tinggal duduk manis saja bisa ngak, jangan bikin ribet ah".


" Tapi kan.. ".


" Diam.. bawel" Rangga pun pergi ke dapur meninggalkan Mila sendirian.


" Ih terus aku bisa apa, duduk melamun gitu, ah mas Rangga ngak asik, sok sok an bisa ngelakuin nya sendirian".


" Woiiiii aku masih dengar kamu ngomong apa !, kalau ngomongin orang tu pelan pelan jangan sampai orang yang kamu maksud mendengarnya, paham markonah" Kata Rangga lantang dari dapur.


" Lah bisa nguping dia" Mila pun jadi malu sendiri, Kemudian Mila mengikuti Rangga kedapur.


" Terus sekarang mau ngapain tuh, pakai ngidupin kompor segala" kata Mila heran.


" Mau masak lah masak mau nyuci".


" lah kok masak sih, tadi aku sudah masak loh".


" Iya masak tapi cuma dikit, cuma buat kamu doang, aku mau masak untuk satu kampung".


" Iyah aku mau masak bubur kacang ijo, buat acara ntar malam gitu".


" Memang mas Bisa masak".


" eh eh jangan remehin aku, aku masak apa saja bisa, asal jangan di ganggu, ini belum apa apa sudah kamu ganggu".


" Lah kok nyalahin aku, gimana sih"


" Habis kamu sih jadi orang bawel banget".


Sedang seru berdebat, Aqila keluar dari kamar nya.


" Papa, ibu bisa diam ngak, brisik tauk, ini rumah, bukan pasar, aku sedang belajar jadi terganggu karna perdebatan kalian" Spontan Rangga dan Mila terdiam.


" Qila maafin kami ya, kami janji bakalan diam siap ini yah".


" Ah ngak tau ah, palingan nanti berantem lagi".


Duarr..


Aqila membanting pintu kamar nya, Rangga Dan Mila kaget.

__ADS_1


" Eh bener bener tu anak, kurang ajar sekarang, Qila..... buka pintunya" Kata Rangga mulai geram.


" Sudah lah mas biarin saja, mungkin Qila lagi belajar, ngak usah kita Ganggu dia Ya" Kata Mila mencoba menahan emosi Rangga.


" Ya kalau ngak di ajarin nanti dia ngelunjak, bener bener tu anak keras kepala" kata Rangga lagi.


" Sudah sudah biarin saja" Mila mengajak Rangga ke teras depan untuk menenangkan Rangga.


" Sampai kapan kamu harus membela nya, nanti Qila ngelunjak" Rangga melotot kepada Mila.


" Lah kok mas Malah melotot kayak gitu kepada ku, mas juga marah kepadaku begitu," Mila menjadi ikutan kesal.


" Lah kok kamu marah pada ku, aku lagi marah nih ya, kamu jangan ikutan marah juga dong".


" Siapa yang marah, aku ngak ikutan marah kok, aku malah senyum nih hihihi" Mila pun pura pura nyengir.


Duaar..... lagi lagi pintu kamar Qila di banting.


Mila singap menahan Rangga, sepertinya Rangga mau menghampiri Qila lagi..


" Sssstt... mangka nya diam, anak mu lagi belajar itu, jangan ganggu, ngomong nya pelan pelaan saja, paham mas" Kata Mila sambil berbisik di telingga Rangga.


Rangga terpaksa menahan emosinya, diapun memilih duduk di kursi teras.


" Ya sudah aku ambil minum dulu yah, ingat jangan berisik lagi, paham".


" Iyah bawel... ".


" Ssssttt, budek yah " Kata Mila menepis bahu Rangga.


😅


" Hei kamuuuu".


" Sssttt... diam, tunggu di sini".


Mila pun kebelakang mengambil Minum untuk Rangga, Mila rasa Rangga sangat emosi kepada anaknya.


Aqila memang sedikit berubah setelah kepergian nenek nya, Mila menjadi merasa bersalah, apakah Qila masih membencinya setelah apa yang terjadi.


Mila sangat kehilangan sosok Qila yang ceria, dan penyayang seperti dulu, Mila merasa menjadi ibu tiri yang gagal dalam mendidik anak tirinya.


Setelah mengambilkan Minum, Mila menghampiri Rangga lagi.


" Mas Kita pesan saja bubur kacang ijo bik Surti yang di depan sana, aku yakin kalau mas sedang emosi seperti ini, pasti nanti jadi berantakan" Kata Mila memberi usul.


" Ya sudah terserah kamu saja, aku ngikut saja" Kata Rangga sambil mengurut ngurut kening nya.

__ADS_1


Haihai.... hai.. jangan lupa dukungan nya ya..👍 terus ikutin kelanjutan nya ya... 💕💕


__ADS_2