
(Rangga)
Hari ini aku di jenguk Karmila, dia sangat murung, aku pun bertanya.
" Ada apa? " tanyaku.
Dia bercerita panjang lebar tentang gadis itu, gadis itu bersedia membantuku keluar dari penjara asal sudi menikah dengan nya.
Tentu saja aku tidak mau, kenapa harus menikahi gadis itu dan juga mau berpura pura menerima anak yang di kandung gadis itu, aku rasa ada yang janggal, kenapa gadis itu juga mengancam bunuh diri lagi, apa urusan nya dengan ku.
Aku tidak terima aku akan membalas kelakuan bocah t*ngik itu, sudah berani menghancurkan keluarga ku.
Karmila tetap bersikeras agar aku bisa menerima gadis itu, dia kasian pada ku, dia tidak tega melihatku di dalam bui.
Akhirnya aku berpura pura menerima usulan Karmila, tapi dalam hati ku yang paling dalam ingin membalas gadis itu.
***
Akhirnya aku bisa keluar dari penjara, dan aku di giring ke acara pernikahan tersebut, aku sempat berontak, mereka sangat banyak, tapi aku kalah tenaga , karna keluarga gadis itu menyewa orang untuk membawa ku, akhirnya aku pasrah.
Ternyata keluarga gadis itu bukan keluarga sembarangan, ternyata dia anak dari orang paling kaya di kota itu.
Aku ingin menghubungi Karmila, tapi ditahan, mereka tidak ingin nanti aku berubah fikiran.
Acara nya akan di mulai, aku mulai panik semua orang mengepung ku, aku di sanding kan dengan gadis lumpuh itu, tapi ada yang aneh gadis itu tidak seperti orang sakit, dia seperti biasa saja, apakah dia pura pura lumpuh, awas saja jika benar akan ku buat perhitungan kepadanya.
*
*
*
*
*
Aku mengetuk pintu, keluarlah Karmila , Karmila sangat kanget atas kedatanganku.
" Mas, kamu disini? ini benaran mas Rangga kan, aku tidak sedang bermimpikan, " Karmila menepuk nepuk pipinya.
Aku memencet hidungnya.
__ADS_1
"Ya iyah lah, kamu pikir aku hantu, aku Rangga suamimu, " kataku.
"Ah? bukan nya mas Sedang bersama gadis itu, aku coba menghubungi mas dari tadi tak kunjung bisa" kata Karmila dengan mata berkaca kaca.
"Ya sekarang aku disini, kamu ngak kangen aku yah? " kataku pura pura jengkel.
" Tapi mas di paksa nikah disana? kok bisa mas pergi dari sana".
" Ngapain aku disana jodohku di sini, atau jangan jangan kamu suka aku nikah lagi yah? " Karmila terperangah, lalu mencubit lenganku.
"Awh, sakit, kebiasaan banget nyubit orang sakit tauk".
"Lagian orang tanya baik baik, malah di bikin kesal, sengaja banget jadi orang".
"Habis kamu, berharap banget aku menikah dengan gadis itu? kamu pasti nyesel berat kan melepas lelaki seganteng dan tampan aku nih" lagi lagi Karmila ingin mencubitku, aku pun lari dan duduk di sofa, Karmila mengejarku.
" Sudah sudah sini duduk, aku ceritakan gimana kejadian nya, sehingga aku bisa lepas dari sana dan pulang kesini".
Karmila menurut dia duduk di sampingku, dan aku pun memegang tangan nya, aku melihat matanya penuh dengan tanda tanya, aku rasa dia sangat mencemaskan aku, mestipun dia terlalu gengsi mengungkapkan nya.
*
Flashback
*
*
"Hentikan! Chalse adalah milikku, dia akan menikah dengan ku, dia sedang mengandung anak ku, jadi hentikan pernikahan ini" semua orang terperangah, ternyata gadis itu bernama Chalse.
" Mario? kenapa kamu ada disini, ini bahaya, kamu harus pergi dari sini" kata Chalse.
" Tidak bisa aku tak akan melepaskan mu, aku yang akan menikah dengan mu" sontak aku berdiri.
" Tunggu jadi kamu hamil anaknya dia! bukan nya kamu bilang ke pada istriku, anak itu korban pelec*h*n, maksudnya apa ini, kamu menjebak ku ah? " spontan Chalse mengelengkan kepala, dia ingin meraih tangan ku aku mengelak.
" Apa ? kamu hamil anak b***ng*n ini? anak dari musuh ku, aku tak terima, tidak kamu harus menikah dengan Rangga, harus" kata ayah Chalse.
" Tidak bisa! Chalse mengandung anak ku, aku akan bertanggung jawab" kata Mario.
" Tidak bisa Chalse harus menikah dengan Rangga dia telah menyebabkan Chalse lumpuh" kata ibu Chalse.
__ADS_1
" Et tet tet, tunggu dulu! aku penyebab dia lumpuh? dia berniat bunuh diri, berlari ke mobilku! di sini aku tidak salah" aku melangkah pergi, tiba tiba Chalse berdiri, semua orang sontak terkaget kaget, termasuk juga aku.
Ternyata Chalse pura pura lumpuh.
"Oh oh oh jadi kamu pura pura lumbuh, hebat ya akting kamu, liat semua, anak kalian tidak lumpuh, berarti selama ini kalian ditipu" kataku dengan lantang.
"Nak kamu bisa berdiri nak? kenapa kamu membohongi kami nak? " tanya Chalse.
" Itu semua karna kalian tidak merestui hubunganku dengan Mario, aku sedang hamil anak nya Mario, aku jadi binggung harus bagai mana, aku hanya ingin melahirkan anak ini" kata chalse lantang.
" Tapi tidak harus begini nak, kamu kan bisa jujur bahwa kamu sedang hamil" kata ibu Chalse.
"Tidak aku tidak sudi punya cucu dari keluarga musuh" kata Ayah Chalse, mungkin keluarga mereka dan keluarga Mario sedang ada masalah.
" Lihat ibu, ini yang ku takut kan, ayah pasti tidak akan setuju" kata Chalse.
" Yang lebih tidak setuju adalah aku, kamu berani menyeretku dalam masalah mu, akan ku bawa kasus ini ke polisi, ini adalah kasus penipuan" kataku, membuat semua mematung.
" Maafkan aku Mas Rangga, bukan maksudku membawa bawa mu dalam masalahku, aku hanya meminta bantuan mu, aku tidak ingin kehilangan anak ini, " kata Chalse dengan mata berkaca kaca.
" Ya tapi jangan seperti ini juga kali, aku ingin pulang, selesai masalah kalian jangan melibatkan aku lagi, jika masih, aku akan lapor kan kasus ini ke polisi, karna kamu telah menipu keluargaku, hampir saja kamu merusak rumah tanggaku" kata ku tak terima.
"Maafkan aku mas" kata Chalse sambil menunduk.
Setelah itu aku melangkah keluar, tiba tiba Chalse membuat ulah lagi, aku penasaran, akupun menonton di depan pintu.
Chalse mengambil pisau kue dan mengarahkan ke perutnya, semua kaget dan semua mulai panik.
" Jika kalian tidak merestui aku dengan Mario lebih baik aku mati saja" kata Chalse, aku pun melihatnya hanya bisa geleng geleng kepala, begitu nekatnya dia, terbukti bahwa dia belum dewasa masih bocah, atau kah jiwanya sedang terguncang, makanya dia begitu nekat.
Semua orang berusaha membujuk Chalse untuk membuang pisau nya, tapi dia memper erat pegangan pisau nya.
***
Pada akhirnya semua orang pasrah, Chalse dan Mario akhirnya di nikahkan, aku sangat lega, dari sekian lama aku bisa terbebas juga dari masalah ini.
" Akhirnya aku bisa pulang" aku pun meninggalkan tempat itu.
Tak di sangka ada yang mengikuti dari belakang, ternyata orang tua Chalse, mereka meminta maaf pada ku, dan bersedia mengganti rugi waktu yang telah ter buang karna kasus ini.
Aku hanya tersenyum, aku hanya memaafkan mereka, tampa meminta ganti rugi, yang lebih penting sekarang aku bisa berkumpul dengan istri dan anak anakku.
__ADS_1
Aku pun menuju pulang, aku tidak sabar ingin berkumpul dengan keluarga ku.