Baju Bekas

Baju Bekas
Dia Bukan Anak Ku


__ADS_3

Setelah Rangga memaksa membuka pintu kamar Qila, Rangga menyerobos masuk, dia mendapati Qila sedang menyembunyikan sesuatu.


" Apa itu? " Rangga pun merampas benda yang sedang di pegang oleh Aqila.


"Itu! " Qila sangat gugup, dia sangat takut kena marah oleh Rangga.


" Apa itu mas? " Mila mengecek benda apa yang sedang di pegang Rangga, Mila pun menutup mulutnya, ternyata itu obat *********, khusus untuk peluntur janin, dan melancarkan haid.


" Kamu tau ini obat apa? " Tanya Rangga kepada Mila.


Mila tak menjawab, Mila pun menatap Aqila sangat kecewa.


" Qila ibu mau tanya? Apa kamu keberatan punya adik lagi? sehingga kamu memberi ibu susu bercampur dengan obat itu." Kata Mila dengan mata yang berkaca kaca.


Qila pun terkejut dan menggeleng.


" Maaf bu, aku tidak tau itu obat apa, maaf kan aku bu, aku tidak ada maksud untuk itu, pecayalah padaku." kata Qila memohon, sebenarnya Qila juga tidak tau fungsi obat tersebut, dia hanya di arah kan oleh Angela.

__ADS_1


" Apa? Jadi kamu berencana melenyapkan calon adik kamu begitu." Rangga marah besar lalu menarik Qila, tapi ditahan oleh Karmila.


" Jawab dari siapa kamu mendapat kan obat itu hah JAWAB! " kata Rangga tak bisa lagi menahan emosinya lagi.


Aqila hanya diam, tak mampu menjawab.


" Baik jika kamu tak mau menjawab, papa akan kirim kamu ke asrama, biar kamu tau, dengan sopan santun, dasar anak tak tau di untung." Bentak Rangga.


" Maaaass sabar mas, Qila masih kecil, belum tau apa apa, maafkan dia" Tapi Rangga tak peduli.


" Ingat ya, jika kamu belum mengaku juga, besok papa antarkan kamu ke asrama, biar kamu di didik ketat disana, biar kamu tau bagaimana menghargai orang tua paham." Akhirnya Rangga keluar dari kamar Qila dan di susul Mila.


Didalam kamar Rangga dan Mila berdebat.


" Mas jangan seperti itu kepadanya, mungkin dia tidak tau itu obat apa".


" Tapi dia hampir saja membuatmu kehilangan anak kita".

__ADS_1


" Tapi setidak nya kita bisa selesai kan masalah ini dengan baik baik".


" Tapi dia telah keterlaluan".


" Dia masih kecil mas, belum mengerti apa apa".


" Tapi kali ini kesalahan nya tidak bisa di maafkan ".


" Tapi dia kan anak kamu, jadi.. " Belum sempat Mila berbicara Rangga telah memotong nya.


" Aqila bukan anak ku." mendengar perkataan Rangga Mila menutup mulutnya tidak percaya, tampa mereka sadari ternyata Aqila berdiri di depan pintu kamar mereka, dan berusaha menahan tangis dan tak percaya, dan dia pun pelan pelan mundur menuju kamarnya, dia tidak menyangka selama ini papa yang di sayang nya bukan papa kandung nya, kemudian dia mengunci pintu kamar dan terduduk di lantai sambil menangis.


Sementara itu.


" Maksud mas apa? Jangan becanda mas, Aqila itu anak kamu kan mas, anak mu dengan mendiang mbak Diana kan, ngak mungkin ini terjadi kan mas, aku yakin mas becanda kan, mas jelaskan padaku. " Kata Mila masih tak percaya.


" Bukan, Aqila adalah anak Diana dengan laki laki lain." Rangga pun menghempaskan bokong nya di atas kasur.

__ADS_1


Karmila sangat syok sekali mendengar penuturan dari Rangga, dia tidak menyangka selama ini Rangga membesarkan Aqila se orang diri, mestipun Rangga tau Aqila bukan lah darah dagingnya.


__ADS_2