Baju Bekas

Baju Bekas
Aku Yakin Kamu Baik


__ADS_3

Sementara itu dirumah Karmila.


" Mas makan dulu, aku tadi bikin gulai ayam kesukaan mas, " kata Mila kepada Rangga.


"Mm. " Rangga hanya mengangguk, Mila pun mengambilkan makanan untuk Rangga.


Setelah mendapat kan sepiring nasi, Rangga pun melahapnya, tiba tiba Rangga menyemburkan nasi yang ada di dalam mulutnya.


Pranggg, piring pun di dorong Rangga sehingga semua piring berbenturan.


" Mas! mas kenapa? " Mila pun jadi kaget.


" Kamu niat masak ngak sih, masakan kamu asin banget, kamu sengaja ngerjain aku ah, niat ngak sih masakin suami, kalau ngak biar aku makan di luar. " Bentak Rangga dengan kasar.


Mila pun terenyuh, memegang dada nya yang sesak, karna bentakan dari Rangga.


" Maaf mas, bukan maksudku demikian, aku tadi lupa cicipin bumbunya karna anak kita si Fatih menangis. " Mila pun membela dirinya.


" Alasan saja kamu, sudah lah aku tidak ada selera lagi makan dirumah ini, semua bikin muak saja. " Rangga pun melempar sendok ke lantai, dan berlalu meninggalkan Mila.


Tak lama ibu Erna pun keluar dari kamar anak anak, karna sempat tadi menjaga si Fatih, mendengar ada keributan di luar, mantan ibu mertua Mila itu pun menghampiri Mila.

__ADS_1


" Ada apa nak, ibu sempat dengar ada keributan tadi, ada apa? " tiba tiba Mila memeluk Ibu Erna yang sudah di anggap seperti ibu kandung nya tersebut.


Setelah menceritakan semua, Ibu Erna berusaha menenangkan Mila.


" Sabar ya sayang, lain kali kamu harus hati hati, mungkin Rangga sangat lapar, atau pun sedang ada masalah, makanya dia bersikap seperti itu. " Kata Ibu Erna.


Setelah dapat nasehat dari ibu Erna, Mila sedikit merasa lega, dia sangat beruntung ada ibu Erna di samping nya.


***


Pada malam hari nya, Rangga pun pulang mendapati Mila sedang menunggunya sambil mengendong si Fatih anak mereka.


Rangga masih acuh, diam beribu bahasa, Mila pun juga memilih diam, Mila yakin Rangga masih kesal kepadanya.


Mulai hari ini Mila harus sigap, mempersiapkan keperluan Rangga, dan juga anak nya, dia tidak ingin lama lama berdiam diri, dia sampai melupakan sakit perutnya karna bekas operasi SC pasca melahirkan.


Mila tak peduli pada dirinya sendiri asalkan keluarga nya tidak terlantar lagi.


" Mas mau makan atau mau mandi dulu?" kata Mila dengan lembut, Rangga pun jadi berkerut kening dengan sikap Mila malam ini.


Malam ini Mila sudah rapi dan wangi, rumah tidak berantakan lagi, dan Rangga pun melirik ke meja makan sudah banyak masakan yang sudah terhidang.

__ADS_1


" Aku mau mandi dulu. " kata Rangga, Mila hanya tersenyum dan mengangguk, kemudian Rangga pun masuk kamar.


Tak beberapa lama, Rangga pun selesai mandi dan menuju meja makan, tiba tiba hati nya terenyuh melihat Mila sedang membuat kopi sambil mengendong si Fatih, Rangga pun menghampiri Mila.


" Eh eh kamu mau apa? " Mila pun kaget ternyata Rangga sudah di belakangnya.


" Mau bikin kopi, " Kata Mila.


" Sini si Fatih biar aku gendong nanti kena air panas. " Dengan cepat Rangga mengendong anaknya.


" Maafin aku mas, Si Fatih rewel, maunya di gendong mulu. " kata Mila sambil menunduk.


" Ya sudah, si Fatih biar aku jagain, lanjutin saja apa yang kamu mau. " Rangga pun meninggalkan Mila sambil membawa si Fatih dalam gendongan nya.


Mila pun tersenyum melihat inisiatif Rangga, ternyata Rangga tidak marah lagi kepadanya, dan juga mau menjaga anak mereka, sementara itu Mila bisa melanjutkan tugasnya yang lain.


Rangga sangat senang bermain dengan anak nya, sampai sampai Rangga tertawa terbahak bahak melihat tingkah lucu anaknya tersebut.


Mila yang melihat Rangga sedang bermain dengan anaknya, menjadi terharu, Mila pun berdoa dalam hati semoga Rangga tidak kasar lagi kepadanya, Mila yakin Rangga orang nya baik, Mila yakin mudah mudahan Rangga mengerti bahwa menjadi istri sekaligus ibu untuk anak anak tidak lah mudah.


Setelah puas bermain si Fatih pun tertidur dalam pelukan Rangga, setelah menidurkan Fatih di dalam kamar Mila dan Rangga pun makan malam berdua.

__ADS_1


__ADS_2