
Benar saja, sesampainya dirumah ternyata Qila sudah duduk diteras rumah karna tidak bisa masuk kerumah, karna Qila tidak punya kunci serap.
" Qila kamu dari mana saja! " Kata Rangga, Qila hanya menjawab santai.
" Jalan jalan".
" Kenapa tidak langsung pulang, semua orang cemas" kata Mila.
" Bosan dirumah" Rangga menggepal kan tangan nya mendengar Qila berbicara.
" Kamu lain kali.. " Belum sempat Mila berbicara, Qila memotong nya.
" Maaf pa, bu, aku lapar, boleh aku masuk" Kata Qila santai.
Spontan Mila membuka pintu, dan Qila pun menyelonong masuk, Rangga pun memegang tangan Qila.
" Qila kenapa kamu seperti ini, papa tidak suka kamu seperti ini".
" Maaf pa, aku tidak ingin berdebat, tolong lepaskan aku, aku mau makan" Itu hanya Alasan Qila saja supaya bisa lepas dari amarah papa nya.
Benar saja Qila pergi ke dapur mengambil makanan dan minum, dan membawa nya ke dalam kamar, dia hanya pura pura lapar, karna Qila sudah makan dari tadi, di traktir Angela.
__ADS_1
" Mas yang sabar ya mas, dia masih kecil" Rangga tak menjawab, dia pun memasuki kamarnya.
Mila hanya menghembuskan nafas kasar.
**
Ke esokan harinya, seperti Biasa Rangga pergi kerja, dan Mila berencana pergi ke rumah sakit, ternyata Rido sudah menunggunya di depan rumah dengan memakai motor baru nya, mungkin di belikan oleh Angela.
Mereka tidak sadar ternyata Qila melihat mereka akan bergoncengan, kesempatan itu di rekam oleh Qila dari sudut tertentu dengan smart phone nya, setelah selasai merekam, Qila pun mengirim vidio itu kepada Angela.
" Bagus anak pintar, liatlah Mila, kamu tidak tau musuh terbesarmu saat ini adalah anak tiri mu sendiri" Kata Angela sambil tersenyum sendiri melihat vidio yang dikirimkan Qila.
Karmila memang sengaja tidak mintak izin ke pada Rangga untuk kerumah sakit lagi, dia takut Rangga jadi salah paham lagi, tapi dia tidak tega melihat mantan ibu mertuanya sendirian apalagi Gani juga di rumah sakit itu.
**
" Mas lain jangan jemput jemput aku di depan rumah, aku liat tetangga tadi pada bisik bisik melihat kita" Kata Mila kesal.
" Sudah biarin mereka, kita kan sudah tidak ada hubungan lagi, lagian aku buru buru banget, takut kena pecat" Setelah itu mereka saling diam selama di perjalanan.
Kesempatan itu di manfaat kan oleh Angela, diapun mengirim vidio tersebut tersebut kepada Rangga.
__ADS_1
Tentu saja, Rangga jadi marah, ternyata Mila masih saja tidak izin kepada nya hendak keluar rumah, yang tambah membuat Rangga marah dia pergi dengan Rido tentu saja dia sangat cemburu.
Tapi kemudian akal sehat nya bekerja, dia berfikir Angela mengirimkan itu supaya dia bertengkar dengan Mila, Rangga pun tersenyum sinis.
Tak beberapa lama datang lagi pesan dari Angela, memberi tahu bahwa mereka sedang berduaan dirumah sakit, Rangga makin tak tahan lagi, dia mengambil kunci mobil dan bergegas kerumah sakit.
Tidak membutuh kan waktu lama, Rangga juga sudah tiba dirumah sakit, sebelum keluar dari mobil, dia mencoba berfikir jernih, dia merasa sifat nya terlalu berlebihan, tapi fikiran itu buyar seketika karna Rangga melihat dengan mata kepala nya sendiri Rido sedang bersama Mila.
Rangga memperhatikan mereka dari dalam mobil, tiba tiba Dia melihat Mila sedikit oleng, dengan sigap Rido menangkap Mila, Rangga makin panas, dia pun keluar dari mobil dan menghampiri mereka.
" Mila mila kamu kenapa? " Rido berusaha membangun kan Mila yang sedang pingsan.
Tiba tiba
Bugh
bugh
Rangga me**kul muka Rido.
" Lepas kan istri ku, kenapa kamu memeluk nya hah" Kata Rangga sangat marah.
__ADS_1
" Hai ba***at, kamu liat dia pingsan, aku hanya menolong nya, kamu liat muka nya sangat pucat, kamu bisa jaga dia ngak sih, kalau ngak lepas kan dia" Kata Rido, karna memang benar Mila sangat pucat sekali.