Baju Bekas

Baju Bekas
Melahirkan


__ADS_3

Beberapa Bulan kemudian.


" Mas bangun mas, perutku sakit sekali, sepertinya aku mau melahirkan, bangun mas, aduh sakit. " kata Mila berusaha membangun kan Rangga pada dini hari tersebut.


" Apa sih Mila, aku ngantuk banget, lima menit lagi yah. " kata Rangga memperbaiki posisi tidur nya.


" Mas tolong mas, sakit banget mas, sepertinya aku mau melahirkan, mas bangun. " kata Mila berusaha menahan mulas di perutnya.


" Melahirkan? apaa?, kamu mau melahirkan?. " spontan Rangga terduduk karna terkejut.


" Iya mas, kita kerumah sakit sekarang. " kata Mila.


" Baik lah, apa yang harus kita lakukan, persiapan apa yang harus aku lakukan, "kata Rangga, karna itu pertama baginya menjadi seorang suami siaga, sebelumnya sewaktu Aqila lahir Rangga tidak mendampingi Diana karna berada di luar kota waktu itu.


" Semua sudah ku persiapkan di dalam tas besar itu, tinggal kita bawa kerumah sakit saja, ayo cepat mas, aku tidak tahan lagi, aawwhh. " kata Mila mengerang karna merasakan ngilu di jalan lahirnya.


" Ooh gitu baik lah ayo, aku akan membantu mu. " kata Rangga.


Pelan pelan Rangga memapah Mila memasuki mobil, kemudian memastikan tidak ada yang tertinggal Mereka pun berangkat, Rangga tidak lupa menghubungi para kerabat terdekatnya untuk membantunya nanti di rumah sakit.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit, langsung di beri tindakan, Mila pun di periksa dokter, tak lama dokter pun keluar.


" Maaf pak, seperti pasien harus di lakukan operasi caesar karna Bayi ber ukuran lumayan besar, di perkira kan melebihi Lima kilo, secepatnya harus di beri tindakan, ketuban nya juga sudah pecah, kita harus selamat kan ibu dan anaknya. " dokter menjelaskan kepada Rangga.


" Lakukan yang terbaik dokter, saya menyetujuinya, saya ingin anak dan istri saya selamat. " kata Rangga.


" Baiklah silakan tanda tangani surat pernyataan ini. " Rangga langsung mentanda tangani surat tersebut.

__ADS_1


Kemudian Dokter dan Rangga bergegas memasuki ruangan operasi, sebelum Mila di operasi, Rangga sempat berbicara kepada Mila.


" Mas, aku ngak mau di operasi, aku takut mas, " kata Mila.


" Kamu tenang saja ,aku bersama mu, kamu yang kuat ya sayang, " kata Rangga, kemudian perawat menghampiri Rangga.


" Sekarang bapak boleh keluarga, kami akan melakukan yang terbaik untuk istri dan anak bapak. " Kata perawat tersebut, sebelum keluar Rangga mengecup kepala Mila, dan bergegas meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah Rangga keluar, ternyata paman dan para bibinya sudah datang untuk menemani proses persalinan Karmila.


" Rangga kenapa Mila sampai di operasi?" tanya bibi nya yang bernama Soinah.


" Hallah palingan si Mila itu anak nya pemalas makanya sampai operasi segala, "kata bibi Rangga yang bernama Desi, adik dari ibu Rangga ini memang orang ceplas ceplos sembarangan.


" Sudah sudah jangan berisik, ini rumah sakit. " kata Anwar suami bibi Desi.


" Eh Rangga, bibi yakin Istri kamu itu sangat pemalas, kenapa harus sampai operasi segala, kamu jangan manjain dia, nanti dia ngelunjak. " Kata Bibi Desi kepada Rangga.


" Mila bukan pemalas bibi, cuma anak yang di kandung nya berukuran besar, operasi hanya berjaga jaga supaya mereka berdua selamat bi. " kata Rangga menjelaskan.


" Tapi tetap saja itu tandanya pemalas, bibi saja anak bibi sudah tujuh, semua besar besar, sampai lebih dari lima kilo juga ada, normal normal saja lahiran nya, istri kamu itu saja yang dasar pemalas. " kata Desi sehingga Rangga jadi tambah frustasi.


Satu setengah jam kemudian Operasi selesai, ruangan operasi dibuka, dan hanya Rangga yang di perboleh kan masuk.


Sesampai nya di dalam.


" Selamat pak Rangga, anak bapak laki laki, berat badan 5,2 kg, panjang badan 54cm, anak bapak sehat, dan ibunya juga baik baik saja. " kata dokter.

__ADS_1


" Terima kasih banyak dokter. " Rangga pun tersenyum memandang Mila, lalu menghampirinya.


" Makasih sayang, kamu sudah menghadiahkan malaikat kecil untuk kita berdua, cepat sehat ya sayang. " kata Rangga sambil mengecup kening Mila.


" Iya mas, sama sama, sekarang silakan mas azan kan anak kita. " Rangga pun tersenyum, lalu Rangga mengangkat bayi nya dan menyerukan Azan di telinga anaknya itu.


Setelah selesai Mila di pindahkan ke ruangan rawat pasien, dan kemudian silih berganti kerabatnya menjenguk nya, salah satunya bibi Desi tadi.


" Ck ck, Mila Mila, kenapa harus sampai di operasi sih, buang buang duit saja, kamu pikir untuk operasi duitnya sedikit hah, banyak tau, lagian jadi perempuan pemalas sih, makanya mendapat tindakan operasi. " Sindir Bibi Desi.


" Maaf bi, aku sudah berusaha sebaik mungkin dalam proses kehamilan ku, aku tidak tau kenapa bisa terjadi seperti ini, aku tidak mengetahui bahwa anak ku besar. " kata Mila mulai dengan mata yang berkaca kaca.


" Ooh bayinya besar ya, biasanya sih besar karna banyak memakan makanan berlemak atau mengandung gula, makanya nya bayi nya obesitas seperti itu, " tambah bibi Soinah.


" Wah wah bisa jadi sih, dan liat anak mu lahiran nya ngak bersih, banyak lemak nya, berarti benar kamu itu suka memakan yang berlemak lemak, dasar rakus." Kata bibi Desi lagi, Mila bertambah murung, Rangga melihat istrinya bersedih, tidak terima.


" Bibi, maaf bibi, sepertinya Karmila butuh istirahat, sebaiknya bibi pulang dulu ya, kalau berkunjung besok saja ya. " kata Rangga baik baik.


" Ih malah di usir, eh Rangga bilangin ke istri mu, siap ini jangan malas malas, jangan mau nanti di atur atur oleh nya, kamu suaminya, sudah capek kerja, eh malah dirumah disuruh suruh nya lagi, siapa suruh operasi ,sembuh nya lama lagi, juga ngabisin duit saja, yuk Soinah, kita pergi. " kata Bibi Desi panjang lebar, tampa memikirkan perasaan Mila.


Setelah kepergian mereka, Rangga menghampiri Mila, Mila menjadi murung dan bersedih.


" Kamu ngak usah dengarkan perkataan bibi Desi tadi yah, dia memang begitu orang nya, kamu cepat pulih ya, kasian anak kita sangat membutuhkan mu. " Kata Rangga lemah lembut.


" Tapi benar kata Bi Desi, seharusnya aku tidak operasi, sebelum nya anak pertama dan anak ke duaku lahiran nya normal, dan sekarang harus operasi kayak gini, banyak ngeluari uang lagi, " kata Mila sambil meneteskan air mata nya.


" Sudah lah Mila, uang tidak penting bagiku, yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan kalian, sekarang kita fokus membesar anak anak kita, jangan dengarkan orang orang , aku bersama mu. " kata Rangga berusaha menghibur Mila.

__ADS_1


Setelah itu dia menatap Bayinya, Rangga sangat bahagia karna dia sudah resmi menjadi seorang ayah, mempunyai anak kandung, sekarang dia bertambah semangat untuk menjalan kan hidup, dia sangat bersyukur di berikan keluarga yang sempurna, dia bertekat ingin menjaga dan mendidik anak anaknya ke jalan kebenaran, itulah cita cita terbesar nya selama ini.


__ADS_2