Baju Bekas

Baju Bekas
Lupa


__ADS_3

Pada sore harinya, handphone Mila berdering.


" Hello".


" Kamu dimana? " .


" Aduh kenapa aku pakai acara lupa segala beritahu mas Rangga, bahwa aku sedang dirumah sakit" kata Mila dalam hati.


" Hallo kamu dengar ngak! " Kata Rangga mulai kesal.


" Eh ya mas maaf aku lagi dirumah sakit, maaf aku lupa kasih kabar".


" Ngapain dirumah sakit? seharusnya kamu telpon aku dulu" kata Rangga mencoba menahan amarah.


" Mas, aku lagi jagain ibu mas Rido, dia masuk rumah sakit tadi pagi, ngak ada yang jagain, makanya aku disini".


" Apa?, tapi seharusnya kamu kasih tau aku, aku sudah dirumah sekarang, dan Qila mana? " Mila menepuk jidatnya, kenapa dia juga melupakan Qila, mungkin karna panik tadi.


" Aduh mas aku juga lupa, apa mas sudah masuk kedalam rumah" Mila harap Rangga membawa kunci serap.


" Sudah, tapi Qila tidak ada, apakah dia belum pulang? ".


" Kamu pulang sekarang" kata Rangga tegas.


" Tapi mas Ibu Mas Rido ngak ada yang jagain".


" Kan ada dokter dan suster, ini penting, aku takut Qila kabur, atau di culik".


" Apa? " Mila sangat panik, ia juga takut itu terjadi.


" Tapi mas".


" Aah terserah kamu lah, silakan pedulikan orang lain dari pada keluarga mu sendiri, " Rangga memutuskan telpon secara sepihak.


" Aduh gimana nih Gani , ayah kamu mana kok lama sekali dia, kak Qila ngak ada dirumah nih, ibu sangat cemas dengan dia" Kata Mila kepada Gani anak nya.


" Palingan nanti pulang bu, bu kenapa kak Qila berubah ya, kemaren aku bertemu di warung, aku sapa tapi dia acuh, aku sedih bu" Mila menggeleng lalu merangkul Gani.


Untung saja Rido datang tepat waktu.


" Ada apa ? kamu kok panik gitu?" kata Rido menghampiri Mila.

__ADS_1


" Aku, maaf sepertinya aku harus pulang, Qila tidak ada dirumah, aku takut ada apa apa dengan nya".


" Ya sudah, apa perlu aku antar".


" Tidak perlu, Gani kamu mau ikut sama ibu ngak" Gani menggeleng.


" Aku dirumah sakit saja bu, jagain nenek".


" Ya sudah, ibu pulang dulu,mas Rido aku balik dulu, Tadi aku beli peralatan ibu, juga obat dan makanan, semua ada di dalam sana, aku permisi".


" Ya sudah kamu hati hati" Mila mengangguk.


Sesampai di depan rumah sakit, Mila menghentikan taxsi, dan melaju menuju pulang.


**


Tak beberapa lama sampai lah Mila dirumah, Rangga sudah menunggu Mila.


" Mas apakah Qila belum pulang juga" Mila sangat cemas.


" Belum " kata Rangga ketus.


" Sudah lah, nampak nya kamu lebih peduli kepada orang lain dari pada keluarga mu sendiri, lebih baik aku mencari Qila" Rangga memasuki Mobil nya.


" Mas aku ikut" Mila juga mengikuti Rangga masuk ke dalam mobilnya.


**


Sementara itu ternyata Angela lah yang telah mengajak Qila pergi jalan jalan ke Mall.


" Kamu senang ngak tante ajak jalan jalan" Angel pura pura pura baik kepada Qila.


" Ya tante, aku sangat senang sekali".


" Bagus, tante ini tidak seperti ibu tiri mu yang kampungan itu, kamu harus jauhi dia, dia berusaha mengambil papamu untuk dirinya sendiri, dia tidak ingin kamu di sayang oleh papa mu".


Mendengar perkataan Angel, Qila menggepalkan tangan nya, dia menjadi tambah tidak suka kepada Mila ibu tirinya.


" Ibu tiri mu itu pasti berniat mau mengusir kamu dari rumah, kamu harus hati hati kepada nya, dia bukan perempuan baik".


" Andai saja tante yang jadi mamamu mu, kamu pasti bahagia, secara kita kan sudah lama kenal, tante juga kan teman baik mama kandung mu dulu, tante pasti akan menyayangimu seperti mendiang mama mu" kata Angel sambil memeluk Qila.

__ADS_1


" jadi sekarang apa yang akan kita lakukan tante, untuk memisahkan papa dari perempuan itu" Kata Qila bersemangat.


" Sini tante bisikin" Setelah mendengar bisikan dari Angel, Qila pun tersenyum lebar.


" Ya sudah kita pulang yuk qila , tante takut nanti papamu nyariin".


" Iya tante".


Angel mengantar Qila pulang, tapi Qila tak ingin di antarkan sampai depan rumah, Qila meminta Angel menurunkan nya di gang depan, dan memilih jalan kaki sampai kerumah.


**


Sementara itu Rangga dan Mila sibuk mencari keberadaan Qila, di cari kesekolah, di jalan sampai rumah teman Qila di datangi satu persatu, termasuk rumah Lilis, karna anak Lilis satu kelas dengan Qila.


Mila pun mengetuk pintu.


" Permisi mbak, mbak, mbak Lilis".


Lilis dengan malas membuka pintu, setelah membuka pintu Lilis terkejut.


" Tumben kesini, maaf lagi ngak ada baju bekas, hus hus pulang sana, mulung baju bekas kok sini, cari di tong sampah sana" Mendengar omongan Lilis, Rangga dan Mila membuang nafas kasar, mereka berusaha menahan emosi.


" Maaf mbak, Aqila ada disini ngak, dari tadi belum pulang" Tanya Mila penuh harap.


" Jadi... Anak kalian belum pulang, hahaha makanya kalian jadi orang tua jangan teledor, jaga anak tuh mesti fokus , kalian ngak becus jadi orang tua, apalagi anak cewek, di luar sana predator anak banyak, kalian mau anak kalian jadi salah satu korban nya hahah" .


" Lilis jaga omongan mu" Rangga tidak bisa menahan emosinya.


" Hellleh di ingatin malah pakai emosi segala, kalau hanya mengganggu pergi sana us us Sana" Lilis membanting pintu rumah nya.


Duarr.


Mila dan Rangga terperanjat.


" Ya sudah mas, kita pulang saja mungkin Qila sudah ada dirumah".


Rangga hanya diam dan melangkah memasuki mobil, dan Mila mengikuti nya dari belakang.


Didalam mobil mereka hanya diam dan sibuk dengan pemikiran masing masing.


Mila sangat cemas, apalagi mendengar perkataan Lilis tadi, Mila membenarkan apa yang telah di ucapkan oleh Lilis tadi.

__ADS_1


__ADS_2