Baju Bekas

Baju Bekas
Masih Peduli Padaku


__ADS_3

Tak terasa hari telah pagi, Mila belum juga sadarkan diri, nampak sekali dari raut muka Rangga Dan Qila sangat cemas.


Diantara mereka tidak ada yang tidur semalaman karna sangat mengkhuatirkan ke adaan Mila.


" Qila jagain Ibu, papa mau panasin mobil dulu kita kerumah sakit sekarang".


" Iya pa".


Baru saja Rangga hendak melangkah, Mila terbangun.


" Mas! ".


" Mila kamu sudah sadar, kita ke rumah sakit sekarang".


" Aku tidak apa apa mas".


" Tidak apa apa gimana, liat saja kondisi mu itu, sudah jangan banyak bicara, sekarang kita berangkat" Kata Rangga dengan nada tinggi, tapi masih menyisakan ke peduliannya kepada Mila.


Mila hanya diam mematung, dia sangat senang, ternyata Rangga masih peduli padanya.


" Qila kamu persiapkan barang Ibu, kita berangkat" kata Rangga kepada Qila.


" Ya pa".


" Bisa jalan ngak?" Rangga masih menunjukan ke egoisnya, Mila menggeleng.


Rangga menghembuskan nafas kasar.


Tiba tiba Rangga menggendong Mila dan membawanya ke mobil, Mila hanya pasrah.


" Ribet amat sih" gerutu Rangga secara pelan, tapi masih bisa di dengar Mila.


" Ya sudah turunin kalau gitu" Mila mulai kesal.


" Brisik" Rangga masih tetap menggendong Mila.


Mila menghembuskan nafas kasar.


**


Setibanya di mobil, Rangga menurunkan Mila secara pelan pelan dan mendudukan Mila di kursi depan.


" Ngomong ngomong anak mu mana? kok dari kemaren ngak keliatan? " Kata Rangga, dia memang penasaran dari kemaren tidak melihat anak anak tirinya tersebut.


" Pulang kampung" Jawab Mila singkat.


" Apa? kok ngak ada yang mau kasih tau aku? ".


" Maaf nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif," kata Mila mengulang kata Operator sewaktu Mila mencoba menghubungi Rangga berkali kali.


Rangga pun tersenyum tipis tapi dia sembunyikan cepat dari Mila.


" Seharusnya ada yang menghubungi aku bagaimana pun caranya tentang hal itu, aku kan kepala keluarga di dalam keluarga ini, sepertinya aku tidak di hargai, " Mendengar perkataan Rangga, Mila memutar bola mata malas dan membuang nafas kasar.


Setelah itu mereka saling diam, tiba tiba datanglah Qila.


" Pa sudah siap nih, apa kita berangkat sekarang pa? " .

__ADS_1


" Iya ayok".


" Tunggu pa, Gea sama Gani mana pa? ".


" Pulang kampung" kata Rangga, Nampak rasa kecewa di mata Qila mendengar Bahwa Gea dan Gani tidak ada di rumah ini lagi, Mila hanya mematung melihat semua itu.


' Ternyata mereka masih mengkhuatir aku dan anak anak ku, terima kasih tuhan telah membuka hati mas Rangga dan juga Qila, mudah mudahan setelah ini mereka mau memaafkan aku,' kata Mila di dalam hati.


Akhirnya mereka berangkat ke rumah sakit.


***


Beberapa lama kemudian mereka sampai dirumah sakit, dan lansung masuk, dan setelah di periksa dokter dan juga siap cek labor, mereka diarahkan masuk kedalam ruang dokter.


" Gimana ke adaan tangan saya dok, kenapa tangan saya sangat nyeri sekali".


" Maaf buk Mila, berkemungkinan tangan ibuk sembuh nya lama, karna ada sedikit geseran di di lengan ibu, mungkin karna terjatuh semalam, membuat retakan di tulang ibuk bertambah, di saran kan ibuk jangan banyak gerak dulu".


Rangga sangat cemas, karna ini salah nya membiarkan Mila tidur di kursi sofa semalam, sebenarnya Rangga sempat melihat Mila sedikit kesusahan tidur di sofa, tapi karna ke egoisan nya sangat tinggi sehingga membiarkan saja Mila tidur di sofa.


" Jadi berkemungkinan saya sembuh ada kan dok" Kata Mila berusaha menahan tangisnya.


" mudah mudahan Bisa, asalkan Ibu tidak terlalu banyak gerak dan juga kurangi mengangkat benda benda berat, dan ini resep obatnya, jangan lupa harus rutin di minum, agar cepat pulih, " kata dokter.


" Terima kasih dok " kata Mila dan Rangga secara serentak, karna itu mereka jadi saling pandang.


Setelah berpamitan, mereka pun pulang, di dalam mobil tak ada yang bersuara, baik Aqila atau pun Rangga tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka, mereka pun hanyut dengan pemikiran masing masing.


Mila hanya bisa pasrah menerima kenyataan, bahwa dia tidak bisa seperti dulu lagi, di tambah perasaan rindu kepada anak anak nya di kampung, sehingga membuat Mila banyak termenung.


***


" Ngapain".


" Main game" Kata Mila, Rangga pun berkerut kening.


" Ya masak lah, di dapur ngapain coba? " kata Mila lagi.


" Dengan satu tangan itu?".


" Ya gimana lagi sekarang tangan cuma satu".


" Mang bisa?".


" Ck sana ah, bawel amat, mending kamu siap siap berangkat kerja, Qila mana lagi, tu anak harus libur segala lagi karna ngantarin aku ke rumah sakit" Kata Mila, tapi Rangga hanya mematung masih berdiri di tempatnya.


" Hai.. kamu tidak dengar mas, aku ngomong apa? ".


" Ngomong apa? ".


" Sudah siap siap sana berangkat kerja".


" Siapa juga yang masuk kerja di hari Minggu! ".


" Aaah hari Minggu?" Mila pun mengaruk garuk kepala nya, ternyata Mila lupa kalau hari ini hari minggu.


Ranggapun memutar bola mata malas.

__ADS_1


" Aku ngak tau sekarang hari minggu, " kata Mila sambil menunduk karna malu.


" Oo ya udah mas Istirahat saja sana" Mila pun mulai memotong motong bahan makanan dengan satu tangan nya, Rangga hanya melihat.


" Mang bisa? " Kata Rangga sedikit mengejek.


" Bawel ah, kalau mau bantuin sini".


" Dari tadi kek" kata Rangga Mila pun berkerut kening melihat tinggah Rangga.


" Aku harus apa nih? , memangnya mau masak apa? " tanya Rangga masih dengan tampang cuek.


" Ngak tau, ".


" Loh kok ngak tau? gimana sih".


" habis binggung mau masak apa".


Rangga menghembus nafas.


Dengan masih dengan mode diam, Rangga cekatan meracik makanan, Mila ingin membantu tapi dilarang Rangga, Akhirnya Mila duduk di kursi menatap Rangga yang sedang memasak.


" Memang nya bisa masak? kalau ngak bisa mending kita pesan makanan saja".


Rangga masih diam, dan sibuk memasak.


" Mas sudah jangan dipaksa, kalau.. ".


" Diam" baru saja Mila mau bicara, lansung di potong oleh Rangga.


Akhirnya Mila memilih pindah ke meja makan, dan melipat satu tangan nya ke atas meja, dan membenamkan kepalanya di atas tangan nya, tak lama Mila pun terlelap.


***


Entah berapa lama Mila terlelap, tiba tiba ada yang menepuk bahu Mila pelan, dan Milapun terbangun.


Mila terpana, di hadapan nya sudah tersedia banyak masakan, semua kelihatan sangat enak.


Mila melihat Qila mengambil makanan dan membawa ke dalam kamar.


" AQila kamu mau kemana?" tanya Mila.


" Mau makan di kamar" jawab Qila singkat.


Sekarang tinggallah Mila dan Rangga, mereka masih saling diam, Rangga pun mengambil makanan Untuk Mila.


" Nih makan" Rangga mengarahkan sendok berisi nasi ke depan mulut Mila.


Mila hanya mematung.


" Mau cepat pulih ngak? cepat makan" kata Rangga.


Mila pun membuka mulutnya, dan mengunyah masakan buatan Rangga, tiba tiba Mata Mila membulat sempurna.


" Enak" Spontan saja Mila berkata.


Mendengar perkataan Mila, Rangga berusaha menahan senyum nya, di dalam hatinya Rangga sangat senang atas pujian istrinya Si Mila.

__ADS_1


__ADS_2