
Pada malam harinya acara 40hari pun di mulai tampa ada halangan sedikit pun, mereka pun bersama sama mendoakan mendiang Ibu Rangga.
Terdengar isak tangis dari beberapa orang yang hadir karna memang selama hidupnya, Ibu Rangga orang nya sangat baik, semua orang menyayangi nya.
Setelah acara selesai, mereka pun berkemas, di sela sela itu, Mila melihat Rangga agak termenung.
" Kenapa? " tanya Mila singkat.
" Ngak, kepikiran saja, apa kita jual saja rumah ibu" tiba tiba Mila spontan berbicara sedikit berteriak.
" Jangan!!, kok di jual sih, rumah ini buat Qila nanti, biar untuk sementara di sewa kan saja".
" Niatkan untuk Qila, Qila kan anak kamu satu satu nya, dia berhak atas rumah ini".
" Jika kita punya anak lagi nanti gimana?, aku takut nanti mereka rebutan rumah ini".
" Apa mungkin kita punya anak lagi, kita kan sudah punya banyak anak" kata Mila polos.
" Ya bisa lah dodol, kita kan masih 30an, baru aja punya anak 3 ,masak di bilang banyak, yang banyak tu selusin baru banyak".
" Yah pusing lagi, baru aja lepas, masak punya anak lagi".
" Jadi kamu ngak mau punya anak dari ku aah" kata Rangga kesal.
" Bukan gitu tapiii".
" Sudah kalau kamu ngak mau".
" Ya ampun malah ngambek".😅
" Iya deh iya , kita doa bareng saja, mudah mudahan kita di beri rezeki lagi, tapi bener juga kamu ya mas, nanti kalau punya anak lagi bakalan berebut ya kan".
" Maka dari itu markonah, aku berpikiran seperti itu".
" Ngak usah pusing, tentang itu kita pikirin nanti, kan belum dapet , anak belum dapet juga, kita dah pusing duluan, ".
__ADS_1
" Ya harus di pikirin lah, gimana sih".
" Iyah deh iya bambang, yang jelas aku ngak setuju rumah ini di jual, titik".
" Huuuf telat, bikin orang kesal dulu, kebiasaan".
" hehehe".😅
" Gimana tangan kamu, masih sakit".
" Ngak lagi kok, mungkin sekarang bisa di lepas nih ikatan nya".
" Jangan dulu, besok saja, besok aku antar ke dokter, biar dipastikan sudah sembuh atau belum".
" Ya sudah, kalau gitu".
***
Ke esokan harinya, Rangga menepati janjinya, mumpung hari masih pagi, sebelum berangkat kerja, Rangga mengantar MILA periksa ke dokter.
" Hari ini gips nya sudah bisa di lepas"kata dokter.
Rangga malah melotot ke Mila, mengode supaya Mila diam, akhir nya Mila jadi malu sendiri.
" Mestipun gips nya di lepas ,tapi saudara Mila belum bisa beraktifitas seperti biasa, harus di tahan dulu".
" Paham " kata Rangga melotot ke pada Mila, Mila hanya mengangguk.
Dokter hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka
" Silakan saudara Mila, ikuti saya, sekarang gips nya kita lepas" kata dokter.
" Sakit ngak dok" Mila sedikit panik.
" Ya sakit lah rasa di gigit harimau maaauu" kata Rangga menakut nakuti Mila.😂
__ADS_1
" Masak sih dok" Mila melirik ke arah dokter, dokter hanya tersenyum.
" Tidak sakit kok, mari ikut saya" Mila mengikuti dokter, sedang kan Rangga mengeleng gelengkan kepala, melihat istrinya terlalu polos.
Balutan di tangan Mila di lepas secara pelan oleh dokter, hingga akhirnya semuanya terlepas.
" Gimana masih sakit kah? " tanya dokter.
" Masih ngilu sedikit dok".
" Kita tunggu hasil Rontgen tulang dulu ya" kata dokter.
***
Tak beberapa lama keluar lah hasil Rostgen nya.
" Hasilnya bagus, sedikit demi sedikit tulang nya sudah mulai menyatu, tapi saya saran kan harus rutin periksa, jangan lupa minum obatnya, dan saya saran kan meminum susu khusus tulang, itu lebih baik " Kata dokter menjelaskan.
"Terima kasih dok" Jawab Mila dan Rangga secara serentak, mereka sangat senang, terlihat jelas dari mata mereka.
" Jangan mengangkat yang berat berat dulu ya Mila" Nasehat dokter.
" Iya Dok".
Setelah berpamitan merekapun pulang kerumah dengan hati senang.
" Asik aku bisa menjahit lagi".
" Ngak boleh".
" Lah kok".
" Kamu tidak usah menjahit dulu, fokus saja sama kesehatan mu paham" Kata Rangga sambil melotot.
" Ya baik lah, mr. bawel, uh sebel" Mila mengerutu sendirian, Ranggapun hanya tersenyum.
__ADS_1
Jangan bosan menbaca kelanjutannya ya dan,
Jangan lupa dukungan nya ya, 😅 👍