
Seharian suntuk Rangga tidak fokus dengan pekerjaan nya, dia selalu terngiang ngiang dengan ucapan Angela.
Rangga juga merasa ragu, jelas saja dia merasa ragu karna dengan mendiang istrinya, Rangga juga tidak memiliki anak, menikah bersama Mila pun juga sudah lama tapi tidak menunjuk kan di beri momongan.
Tau taunya sekarang Mila positif hamil, setelah sering bertemu dengan Rido, tentu saja Rangga meragukan nya.
" Bodoh kamu Rangga, kamu bodoh, sudahlah jangan fikirkan itu lagi aku percaya dengan Mila, sampai kapan pun aku akan percaya dengan Mila. " Rangga bicara sendiri sambil memukul mukul kepalanya.
**
Pada sore harinya Rangga pun pulang, dia mendapati Mila bersama Rido dan anaknya Gani sedang duduk di teras.
Rangga berusaha menenangkan fikiran nya, dia tidak ingin bersikap bodoh, kemudian Rangga keluar dari mobil.
Dan ternyata Angela juga ada di sana dan juga turun dari mobil, dan pelan pelan mendekati mereka seperti pencuri.
" Bagus, rasakan kamu Mila sebentar lagi kamu bakalan di ceraikan, hkhk. " Angela tersenyum sinis.
Sementara itu karna melihat Rangga keluar dari mobil, Mila mulai panik, karna dia takut Rangga pasti marah karna melihat Rido sedang bersama nya, padahal Rido hanya mengantarkan Gani kepadanya.
Rangga berlalu begitu saja dari mereka dengan sikap dingin nya, tapi dengan cepat Mila menahan nya.
" Maaf mas, ini mas Rido hanya mengantarkan Gani kesini kok. " Rangga masih saja diam dan tidak bersuara sedikit pun.
Melihat Rangga tidak merespon Angela memanas lalu mendekati mereka.
" Wah wah wah, tidak tau malu ya, sudah jelas jelas selingkuh masih saja berkilah. " Rido dan Mila menatap Angela dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, yang jelas mereka sangat tidak suka dengan ucapan Angela barusan, tapi Rangga masih bersikap tenang dan masih dingin diam dan membisu.
" Maksud kamu apa? Menuduh aku selingkuh gitu, jangan sembarangan, mana buktinya? " Mila mulai emosi.
" Tuh jelas jelas kalian berduaan disini, padahal suami tidak ada dirumah. " Angela tersenyum sinis, Mila memandang Rangga, Rangga hanya membuang muka.
" Mas, aku tidak selingkuh mas, percaya lah padaku. " Mila mencoba meyakin kan Rangga, tapi Rangga masih saja diam.
" Bos, aku tidak selingkuh dengan Mila, aku hanya mengantar Gani kesini, itu saja. " Angela melotot kepada Rido memberi isyarat untuk diam.
__ADS_1
" Sudah lah Mila, akui saja lah, aku dengar kamu sedang hamil jangan jangan itu anak nya Rido lagi. " Kata Angela lantang.
Karmila pun memanas, dengan secepat kilat Mila me*** par pipi Angela, sehingga Angela sedikit oleng.
" Jaga omongan mu, sekali lagi kamu berkata buruk tentang aku, akan ku pastikan kamu menyesal. " Ancam Karmila, membuat semua orang terperangah.
" Kurang *jar kamu, berani nya kamu, " Angela ingin membalas tapi di tahan oleh Rido, Tapi Angela berhasil mendorong Mila, Mila akan jatuh dengan sigap Rangga meraih tubuh Mila.
Mila pun geram dengan cepat berdiri lalu mendorong Angela dengan sekuat tenaga.
Akhir nya Angela terjungkal dan bokongnya terhempas ke lantai.
" Pergi kamu dari sini, sudah cukup ya Angela, kamu menguji kesabaran ku, Se enak nya saja kamu fitnah aku karna hanya ingin mengejar suamiku, ingat ya Angela, aku tak akan melepas kan Rangga untuk mu, dasar perempuan tak tau malu pergi sana. " kata Mila dengan penuh emosi.
Rangga dan Rido terperangah melihat aksi Mila, mereka tidak menyangka ternyata Mila adalah wanita tangguh, tidak seperti biasa nya Mila hanya bisa mengalah.
Rangga pun merasa kagum kepada Mila, ternyata dia benar benar tidak salah mempercayai Mila selama ini.
" Awas kamu Mila, ini belum berakhir, kamu akan rasakan pembalasan ku nanti. " Angela berusaha berdiri, tapi bokongnya terlalu sakit, akhirnya Rido membantunya dan mengantarkan Angela pulang.
**
" Gani kamu ke kamar kak Qila dulu ya, main game atau apa kek ya".
" Ya buk".
Kini Mila hanya berdua dengan Rangga, Mila pun lebih dulu memasuki rumah, karna dia juga kesal kepada Rangga, bisa jadi Rangga juga termakan omongan Angela.
Rangga menyusul Mila lalu menatap nya.
" Apa liat liat, apa kamu juga percaya dengan omongan perempuan busuk itu hah. " Kata Mila dengan garang.
" Aneh, kok malah kamu yang marah, seharusnya aku yang marah, karna kamu nerima tamu laki laki dirumah ini, padahal kamu tau suamimu lagi ngak dirumah. " Rangga pun mencoba menahan kesal.
" Ck, susah ngomong sama orang yang pikiran masih bocah, sudah di jelasin panjang lebarpun , pecuma, ngak nyimak, ngak nyambung, bodo amat. " Mila pun melangkah kedapur untuk mengambil minum, karna tenggorokan nya terasa kering karna teriak teriak, Rangga pun mengikutinya.
__ADS_1
Mila pun meneguk segelas air putih penuh, Rangga hanya memperhatikan nya.
" Ooh jadi minum ,minum sendiri gitu, suami pulang kerja ngak di bikinin minum gitu, bagus aku minum di warung saja. " Rangga pun pergi.
" Pergi saja sana, bagus pulang kerja cari masalah saja, " Mila pun membuang nafas kasar.
Rangga balik lagi.
" Yakin ngak nih, ngak mau buatin aku minum. " Mila lagi lagi membuang nafas kasar, tapi segera membuatkan Rangga secangkir kopi, setelah itu mengantarkan kepada Rangga yang telah duduk di meja makan, dan tidak lupa mengambil cemilan juga untuk mereka.
Mila pun juga duduk di meja makan, Rangga hanya diam dan hanya menikmati kopinya.
" Jadi mas juga percaya dengan omongan Angela tadi? Apa perlu kita lakukan test DNA supaya mas percaya pada ku. " Rangga hanya mendengarkan omongan Mila, tampa menjawabnya.
"Maaaaaas! " Mila mengoyang goyang kan bahu Rangga.
" Apaan sih aku lagi minum nih, nanti tumpah. " kata Rangga karna sedang memegang secangkir kopi.
" Makanya Jawab, mas percaya pada aku tidak? sumpah mas aku tidak ada lagi hubungan dengan Mas Rido, dia hanya masa lalu ku, tidak lebih. " Karmila mencoba meyakinkan Rangga.
" Mmmmmm.. " Rangga hanya mendehem.
Mila pun menghembus nafas kasar, dan melipat kedua tangan nya di atas meja lalu membenamkan wajahnya disana.
Tak terasa Mila tidak bisa menahan tangis nya lagi, dia pun menangis sejadi jadinya.
Melihat Mila menangis Rangga pun kalang kabut, dia kehilangan akal, tidak tau berbuat apa.
" Eh eh eh kok nangis sih, nanti kedengaran sama Gani, di pikirnya aku apa apain kamu lagi, ku mohon jangan nangis. " kata Rangga membujuk Mila.
" Habis mas tidak percaya pada ku, aku tidak pernah berbohong mas, kenapa mas tega pada ku, padahal aku setia kepadamu. " kata Mila sambil menangis.
Rangga pun mendekati Mila.
" Iya iya aku percaya padamu, sudah jangan nangis lagi, maafin aku, kita besarin anak kita sama sama yah, cup cup sayang. " kata Rangga sambil memeluk Mila.
__ADS_1
(Jangan lupa dukungan nya yah, 💕 dan terus ikutin kelanjutan cerita Karmila yah.)