Baju Bekas

Baju Bekas
Merasa Di Ujung Tanduk


__ADS_3

Hari berikutnya Rangga juga tak kunjung pulang, Mila berencana mencari keberadaan Rangga.


Dengan tangan yang masih terpasang Gips atau belat, Mila sangat susah bergerak, dia sangat kepayahan mengerjakan apa pun hanya dengan satu tangan.


Tapi tetap Mila tak mau berdiam diri, Mila pun memcoba menghubungi lagi Rangga, akhirnya Nomornya telah aktif, sudah dua kali tersambung tapi di tolak, Mila tak menyerah dia mencoba menghubungi Rangga lagi, berhasil Rangga pun mengangkat.


" Apa? " Tanya Rangga singkat.


" Mas Rangga kamu dimana? " Mila sangat senang mendengar suara Rangga.


" Di kantor" Kembali Rangga menjawab singkat.


" Mas kenapa kamu tidak pulang, aku menunggu kamu selama ini? ".


" Aku sibuk, sudahlah jangan ganggu aku" kata Rangga, dan Ranggapun memutuskan sambungan secara sepihak.


" Hallo, hallo mas," Mila memandangi benda pipihnya, dan melihat sambungan terputus, Mila pun menahan tangisnya.


" Aku harus temui mas Rangga, apa pun resiko nya, aku akui aku salah, jika mas Rangga tidak menginginkan aku lagi, aku akan pergi dari kehidupan nya, bukan aku mau lari dari kenyataan, tapi aku tidak mau jadi beban dalam kehidupan mas Rangga" Kata Mila dalam kesendirian.


Mila pun bergegas persiapkan diri, dia memesan taksi oline, supaya bisa cepat sampai di kantor Rangga.


*


*


*


Tidak beberapa lama, Mila pun sampai di kantor Rangga, Mila pun meminta izin kepada penjaga disana, mereka pun mengarahkan Karmila ke lantai dua kantor itu.


Setelah mengucapkan terima kasih, Milapun melangkah memasuki Kantor Rangga.


Baru saja hendak melangkah kan kaki ke lantai dua Mila melihat Rangga di gandeng perempuan , mestipun keliatan Rangga menolak di gandeng perempuan itu, tapi perempuan itu kekek bergayut di lengan Rangga.


Rangga tidak menyadari Mila ada disana, karna Rangga fokus ke pada map yang ada ditangan nya.


" Ehem".


Spontan Rangga dan perempuan itu melihat ke arah Karmila, Rangga pun mendorong perempuan yang ada di sampingnya dengan kasar.


'Tunggu dulu perempuan ini adalah perempuan yang mengacau acara Resepsi Pernikahan ku dulu, kalau ngak salah namanya Angel ' kata Mila dalam hati.

__ADS_1


"Oo jadi perempuan ini yang telah membu**h ibumu ya mas, berani beraninya dia nongol disini " kata Angel.


" Aku bukan pembunuh, itu kecelakaan" Mila pun menatap Rangga, Rangga hanya tersenyum sinis, seolah olah mengejek Mila.


" Mas percaya itu kan? " Kata Mila berharap Rangga mu menatap nya, karna setelah melihat Mila, Rangga sengaja membuang mukanya.


" Alah kamu sengaja kan, nama ada ngak sengaja, orang lansung meninggal, itu tandanya kamu berencana" kata Angel dengan mulut ularnya.


" Diam kamu, kamu tidak tau apa apa" Mila mulai naik darah.


" Seharusnya kamu malu, sudah berani beraninya muncul disini" lagi lagi Mila tampak kesal, Mila melihat ke arah Rangga lagi, tetap Rangga tidak mau menatap Mila.


" Seharusnya kamu itu yang tidak tau malu, jelas jelas dia masih suami orang, kamu malah bergayutan kepadanya" Mila sengaja menunjuk nunjuk Rangga, karna Mila di sini juga tidak di hargai.


Karna merasa di tunjuk tunjuk, Ranggapun membuka suara.


" Jangan buat keributan di sini, kalau mau ribut dirumah saja" Kata Rangga begitu Keras kepada Mila.


" Baik aku tunggu kamu dirumah, jika kamu tidak pulang, berarti disitu akhir kita" Mila pun melangkahkan kaki pergi meninggalkan Rangga dan perempuan itu.


Angel sangat senang mendengar semua itu, dan dia pun kembali bergayutan di tangan Rangga, Rangga pun menepis tangan Angel dengan kasar.


" Sekarang kamu Pergi , aku tidak mau di ganggu" Rangga pun meninggalkan Angel.


***


Di belakang Gedung Rangga meluapkan emosinya, dia bingung harus berbuat apa, dia menghempaskan semua barang barang yang ada di dekatnya.


Rangga sangat frustasi.


***


Sementara itu, dirumah Mila merenung dalam kesendirian, dia sangat kacau, tak ada yang bisa di perbuat oleh nya, apalagi dengan satu tangan itu.


Akhirnya dia memilih tidur di sofa, tak terasa dia tertidur sangat lelap sampai malam hari.


Tiba tiba dia terbangun karna ada yang menghidupkan lampu, Mila tidak sadar dia tertidur sangat lama, semua sudah gelap gulita, ternyata yang menghidupkan lampu adalah Rangga dan Juga Aqila.


" Mas! Aqila, kapan kalian pulang? " tidak ada di antara mereka menjawab pertanyaan Mila.


" Aqila kamu sudah makan sayang? " tanya Mila , Mila pun menghampiri Qila, tapi qila menghindar dan dia pun masuk kedalam kamar lalu menguncinya.

__ADS_1


Mila pun sangat sedih, sekilas Mila memandang ke arah Rangga, sama, Rangga pun tak mau melirik ke arah Mila, Ranggapun menuju kamar dan lansung ke kamar mandi.


Mila hanya menghembus nafas kasar, Mila pun memilih mengambil selimut dan bantal dan membawanya ke ruangan keluarga, Mila pun memilih tidur di sofa, dari pada sekamar dengan Rangga, karna sepertinya Rangga tidak mau berbicara padanya.


Diluar sangat dingin, tapi Mila tidak punya pilihan lain, dia tidak mau menambah masalah lagi.


Di pertengahan malam, Mila merasakan tangan kirinya nyeri teramat sangat ,dia berusaha untuk bangun, tetapi dia oleng, hingga Mila tersungkur kelantai.


" Tolong, tolong" Mila berusaha mintak tolong karna Mila merasakan semua anggota tubuhnya keram.


Lama rasanya tak ada yang muncul untuk menolongnya, Mila pun pasrah, Dia merasakan penglihatan nya buram, dan seketika itu juga Mila tidak sadarkan diri.


Sebenarnya Aqila mendengar Mila minta tolong, tapi dia tidak peduli, dia sangat benci ibu tirinya, karna dia pikir Mila lah penyebab nenek nya tiada.


Tapi lama kelamaan Qila jadi cemas dan penasaran dengan apa yang terjadi.


Qila pun keluar dari kamar, baru saja hendak keluar dia lansung melihat Mila sudah tergeletak tak sadarkan diri di lantai.


" Ibu....! " Qila pun berlari menuju Mila.


" Ibu, ibu bangun bu, ibu kenapa, papa, papa" Qila teriak memanggil Rangga.


Tak kunjung datang Qila pun berlari ke kamar Rangga dan membangun kan Rangga, Rangga tertidur sangat pulas karna mungkin kecapek an.


" Papa papa bangun, ibu! ibu pingsan pa, bangun papa" qila menepuk nepuk bahu Rangga.


Rangga bangun.


" Ibu? ibu kenapa qila? " tanya Rangga begitu terkejut.


" Ngak tau pa, ibu pingsan pa, ayo pa" Qila pun menarik narik tangan Rangga.


Mereka berdua pun berlari menuju Mila, Rangga terkejut Mila sudah tergeletak di atas lantai, Rangga pun merangkul Mila.


" Mila, Mila bangun Mila " Rangga menepuk nepuk pipi Mila.


" Pa, ibu kenapa? ".


" Ngak Tau nak, mungkin terjatuh".


" Maafkan Qila pa, tadi ibu minta tolong, tapi aku tak pedulikan, maaf pa".

__ADS_1


" Apa? kok kamu gitu, ya sudah bantuin papa, bawa ibu ke kamar, jika sampai pagi ibu masih belum bangun, kita bawa kerumah sakit" kata Rangga kepada anak nya.


" Baiklah pa".


__ADS_2