Baju Bekas

Baju Bekas
Bertemu Dengannya


__ADS_3

Jam pulang kerja pun tiba, Kevin menunggu Rangga di parkiran.


" Bagus, kamu tepati janji mu, sekarang naik" kata Rangga bergitu tegas.


Kevin kelihatan masih takut, Rangga memasang tampang sangar kepadanya, Rangga sengaja membuat Kevin salah tingkah.


" Sekarang tunjukan dimana rumah orang tua mu, sekarang kita kesana".


" Jangan pak, saya mohon, jangan beri tau orang tua saya, saya sangat kasian kepada mereka".


" Diam kamu, saya tidak sebodoh itu, cepat dimana? ".


Dengan gugup Kevin mengarahkan jalannya.


**


Tidak beberapa lama, mereka pun sampai ditempat tujuan.


Ternyata Kevin dan orang tuanya tinggal di gang sempit, di depan kontrakan itu di bukak lapak kecil , tempat jualan Masakan Padang.


" Mengapa memilih jualan disini, mayoritas penduduk disini kan berekonomi kecil, pantas saja sepi" kata Rangga sehingga Kevin menunduk malu.


" Maaf pak, kami tidak mampu menyewa ruko di jalan besar sana, hanya tempat ini yang terjangkau oleh kami pak".


" Sudah sudah, sekarang kamu keluar, hidangkan saya makanan, apapun itu, saya lapar" mendengar perkataan Rangga membuat Kevin sedikit bahagia.


" Baik pak," setelah turun dari mobil, Kevin dengan cekatan mengambil masakan yang di jualnya untuk Rangga.


Rangga pun duduk di meja paling dalam, karna nanti Rangga akan menyampai kan sesuatu kepada keluarga Kevin.


" Kamu Siapa nak? " tanya se orang ibuk ibuk kepada Rangga.


" Eh saya teman kerja nya Kevin buk, " kata Rangga.


" Oo ya sudah, tunggu sebentar ya nak, ibuk bikinin kopi".


" Eh ngak usah buk ngak usah repot repot".


" Sudah ngak apa apa, tunggu sebentar ya" ibuk itu pergi kedalam rumah.


**


Tak beberapa lama Kevin datang membawa sepiring nasi dan juga semangkok rendang dan kawan kawan nya.


" Widih, pasti enak nih, " puji Rangga.


Kevin hanya tersenyum mendengarnya, tak lama ibuk tadi datang membawa secangkir kopi dan juga gorengan.


" Eh amak, kenalin nih mak, bos aku, pak Rangga" kata Kevin kepada ibunya.

__ADS_1


" Eh ya ampun maaf nak Rangga, mak tidak tau bahwa nak Rangga bosnya si Kevin, maaf ya nak" kata mak nya Kevin.


" Ngak apa apa ibuk, eh panggil apa tadi emak yah" Rangga mengode Kevin.


" Amak pak, kami orang minang panggil amak pak hehe".


" Eh iya Amak, mak masakan nya enak loh, amak yang masak nih? ".


" Makasih nak Rangga, iya mak masak sendiri, nak Rangga silakan nambah lagi, jangan malu malu".


" Iya mak, sumpah ini enak loh mak, gimana mak hari ini rame pembeli ngak mak? " tanya Rangga.


" Hari ini sepi nak, pembelinya sedikit, mungkin warga sini banyak yang berhemat, masak sendiri mungkin, ya gimana lagi nak, kami belum punya uang untuk cari tempat yang baru".


Rangga pun mengangguk paham.


" Ya sudah saya lanjutin makan dulu ya mak, sumpah ini masakan enak banget" kata Rangga sehingga membuat Ibu dan anak itu sedikit bahagia.


**


Setelah selesai makan, Rangga mengode Kevin supaya memanggil amaknya.


Setelah datang, ternyata bapak Kevin juga menghampiri , Ranggapun mulai bicara.


" Maaf sebelum nya, mungkin bapak sama amak heran melihat saya datang kesini, ada hal penting yang ingin saya sampaikan, tapi tidak disini, kalau amak dan keluarga bersedia silakan ikut saya, karna ini demi kebaikan kita bersama" Kata Rangga, sehingga membuat mereka terheran heran.


" Tidak pak, ada yang lebih penting dari itu, saya harap Kevin atau amak atau pun bapak mau ikut dengan saya, ada hal penting yang pengen saya perlihatkan".


Keluarga itu semakin bingung, tapi akhir nya mereka mau, hanya Kevin dan amak nya yang ikut dengan Rangga, bapak Kevin tinggal di rumah itu untuk jualan.


Sepanjang perjalanan anak dan ibu itu kebingungan, mereka bertanya tanya, hendak kemana mereka akan di bawa Rangga.


**


Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai dirumah ibu Rangga, Rangga juga sudah menghubungi Mila untuk menunggu mereka dirumah ibu Rangga.


" Silakan masuk mak, Kevin, ini rumah Saya" kata Rangga.


Setelah membuka pintu, ibu dan anak itu terkejut juga terharu, ternyata mereka melihat Tiara ada di dalam rumah Rangga.


" Tiara, " Kevin berlari menuju Tiara.


" Abang" Tiara pun tidak bisa memendung air matanya, suami istri itu berpelukan, saling melepas rindu.


Semua orang terharu melihat adegan itu.


" Tiara abang kangen".


" aku juga Bang".

__ADS_1


" Gimana?, atau dengan siapa kamu bisa kesini? ".


" Dengan kak Mila dan juga kak Rangga suaminya".


" Apa? Jadi pak Rangga kakak ipar kamu, maafkan saya pak saya tidak tau".


" Sudah lah sekarang kalian sudah kumpul, itu sudah membuat saya bahagia".


" Makasih pak, kak Mila makasih juga ya kak" Mila mengangguk, Mila melihat Rangga dengan sangat bangga, tapi Rangga malah menjulurkan lidahnya kepada Mila, seketika membuat Mila kesal.


Rangga pun mulai bicara.


" Amak sekarang Tiara akan pergi bersama kalian, Dia sangat membutuhkan kalian, apalagi dengan ke adaan hamil seperti sekarang, kalian tidak keberatan kan" kata Rangga, Kevin dan amaknya tampak bingung, karna bingung mereka tidak punya biaya, untuk mengajak Tiara ikut serta dengan mereka.


Rangga pun tersenyum.


" Kalian atau amak tidak usah kuatir, saya akan pinjamkan modal , untuk urusan uang nya jangan khuatir, jika kalian sudah punya rezeki lebih, kalian boleh kembalikan".


" Aku akan bantu cari rumah yang layak untuk di tempati, dan juga menyewa ruko untuk jualan, kita usahakan mencari di tepi jalan besar, mana tau di sana rezeki kita" Tiara dan Kevin sangat bahagia.


**


Sambil mereka melepas kerinduan, Mila mengajak Rangga duduk di teras.


" Makasih ya mas, aku sangat bahagia Tiara bisa berkumpul lagi dengan suaminya, ternyata kamu baik ya hatinya, " kata Mila dengan hati yang berbunga bunga.


" Baru tau ya, aku mah baik orang nya plus ganteng orang nya," Mila pun sedikit menjulurkan lidah nya mengejek Rangga.


" Ngomong ngomong, kemaren ada yang cemburu loh sama adik kandung nya, siapa ya namanya, aku lupa" Rangga mengedipkan satu mata nya kepada Mila, sehingga membuat Karmila salah tingkah.


" Siapa yang cemburu, biasa saja kali" Rangga hanya tertawa melihat Mila salah tingkah.


" Maafkan aku, kalau boleh jujur, Tiara mengingatkan aku kepada adik perempuan ku yang telah meninggal" Seketika Mila kaget.


" Mas punya adik perempuan?, aku kira mas anak satu satunya" kata Mila tambah penasaran.


" Ya dulu aku sangat menyayangi adik ku, tapi sayang, tuhan lebih sayang padanya, dia meninggal dirumah sakit, karna mengidap radang paru paru" Seketika mata Rangga berkaca kaca karna teringat kepada adiknya.


Mila menggenggam tangan Rangga.


"Maafkan aku ya mas, sedikit salah sangka ke padamu, sekali lagi aku mintak maaf".


" Sudah lah Mila, kita lupakan masalah itu".


" Ya sudah kapan kapan kita ziarah ke makam adik mas yah".


" Benaran kamu mau? ".


" Iya mas," Rangga tersenyum, lalu memeluk Mila dengan hangat.

__ADS_1


__ADS_2