Baju Bekas

Baju Bekas
Pilih Kasih


__ADS_3

Selesai masak aku pun beres beres, aku pun ke kamar anak anak, semua sudah siap mandi, aku mengarah kan anak anak untuk sarapan begitu juga dengan mas Rangga, kami pun sarapan bersama.


" Mulai hari ini, papa akan mengantar kalian ke sekolah, nanti pulang nya di jemput ibu ya" kata mas Rangga menjelaskan kepada anak anak.


" Ya papa" serentak anak anak menjawab.


Setelah selesai sarapan mereka siap siap berangkat dan menuju ke mobil, mas Rangga melirik ku.


" Apa lagi? Udah gih berangkat, " kataku.


"Salim kek, ini malah kayak nyuruh anak buah saja".


"haaah? Harus salim gitu? " aku sedikit kurang paham.


" Iyah lah Markonah, sekarang aku suami mu, mulai hari ini, jika aku pergi kerja, dan pulang kerja, kamu salim aku, cium tangan aku, supaya nanti insyaallah rezeki yang aku bawa pulang halal dan barokah, paham, " kata mas Rangga.


Aku hanya menggarut garut kepala, ya gimana lagi selama pernikahan ku yang pertama dengan mas Rido aku tidak pernah mencium tangan nya sebelum atau sepulang kerja.


" Oh gitu, ya sudah, " aku pun mengulurkan tangan dan lansung mencium pungggung tangan nya, mas Rangga tersenyum.


" Gitu dong" .


Tapi aku bingung, tangannya belum di lepas kan, tiba tiba dia menarik ku sehingga aku jatuh di pelukan nya, lalu berbisik di telingaku.


"Ntar malam lagi ya, enak".


"Apa yang enak?".


"Martabak". Mas Rangga memutar bola mata males, mungkin kesal karna aku kurang peka.


" Wah enak tuh martabak, nanti beliin yah, " kataku pura pura lugu.


" Ok lah, tapi ntar malam kita lagi ya, awas kalau nolak dosa loh" tiba tiba mas Rangga mencium pipi ku.


Aku mematung, mas Rangga hanya tersenyum.


"Hayuk antarin aku kedepan, malah bengong! " aku spontan berlari kecil mengejarnya.


Setibanya di depan.

__ADS_1


" Hayo anak anak salim sama ibu, " kata mas Rangga.


Mereka berganti gantian mencium pungggung tangan ku.


"Ya sudah hati hati di jalan yah" akupun melambaikan tangan.


"Kami berangkat dulu yah bu, dadada" kata mereka serentak.


Akupun melempar senyum kepada mereka, begitupun dengan mas Rangga mengedipkan mata nya kepadaku, sehingga aku menjadi salah tingkah.


Setelah itu aku masuk kedalam dan aku mengajak Gani untuk memasuki rumah, yah sekarang tinggalah aku dan Gani anak lelaki ku.


Dia masih 4tahun jadi belum sekolah paud, biar lah dia belajar di rumah dulu, jika umur nya sudah pas nanti akan ku masukan dia kepaud atau Taman kanak kanak.


*


*


Beberapa jam kemudian ada yang menelepon, ternyata dari walas anak anak, guru tersebut memberikan berita yang membuat aku sangat cemas, Gea anak ku pingsan di sekolah, dan aku disuruh kesekolah sekarang juga.


Setelah mengunci pintu ,aku dan Gani menuju ke sekolah Gea, tidak begitu lama akhirnya aku sampai di sekolah dan lansung ke ruangan guru.


"Kamu kenapa nak, kok bisa begini nak, kenapa sudut matamu berdarah nak?.


" Aku di lempari l*to l*to sama kevin bu,".


L*to l*to( Mainan yang sedang viral saat ini),


Ternyata mainan itu penyebab nya.


"Kok bisa sih, maaf buk guru ini kejadian nya gimana sih buk, kok bisa begini? "tanyaku kepada ibuk guru.


"Maaf jadi begini ceritanya, keterangan dari murid lain, tapi Kevin sedang main L*to l*to, terus l*to l*tonya terlepas sehingga mengenai Gea, setelah itu Gea pingsan, " kata buk guru menjelaskan.


"Bukan bu, Kevin sengaja melempar l*to l*to kemuka ku, Kevin sering bully aku, dia sering mengejek aku anak J*nda b*long," kata Gea dengan tegas nya.


" Bohong buk, aku tidak sengaja, aku tak sengaja mengenai Gea, " Kevil pun membela diri.


"Kevin!, kevin dengarkan, ibuk guru kan sudah beri peringatan tidak boleh membawa mainan itu ke sekolah, kenapa kamu masih melanggar? " kata ibu guru.

__ADS_1


"itu karna, itu..! " tiba tiba datanglah orang tuanya kevin.


"Ayah! " seru Gea.


Aku pun melihat ke arah pintu, aku ter perangah ternyata yang datang mas Rido dan mbak Lilis.


" Ada apa ini buk? " Tanya mbak Lilis.


Ternyata Kevin adalah anak mbak Lilis dengan suami pertamanya.


Buk guru pun menjelas kan dari awal seperti yang di cerita kan nya kepada ku tadi.


" Halah buk, Kevin tak salah buk, Gea memang nakal anaknya" Tiba mas Rido bersuara.


Aku semakin terperangah mendengarnya.


" Eh kamu liat sendiri kan mas, sudut mata Gea berdarah karna mainan itu, jelas kevin yang salah lah, buk guru sudah melarang membawa mainan itu, tapi kevin masih membawanya".


" Halah palingan kevin tidak sengaja membawanya, jangan berlebihan kamu, mas Rido liat tuh Baju Bekas mu (Mila) malah nyalahin anak kita, " kata mbak Lilis merengek kepada mas Rido.


" Eh Baju bekas ingat yah, kamu itu yang tidak b*cus jagain anak, anak anak mu salah didik oleh mu, makanya anak anak mu semua jadi bandel, di sini kevin tidak salah, dia tidak sengaja" kata mas Rido pedas.


"Apa? sadar mas Gea adalah darah daging mu, kenapa kamu pilih kasih begini, tenyata ini sifat asli mu ya aku tidak menyangka, " kata ku dengan mata berkaca kaca.


"Eh baju bekas, move on dong, ya jelas berubah lah, dia sekarang suamiku, kamu itu bukan siapa siapa lagi oleh mas Rido, dan sekarang anak mas Rido adalah Kevin, bawa sana anak anak mu itu jauh jauh" kata mbak Lilis.


Aku tersenyum miring, seketika aku mendapat ide untuk membalas mereka.


" Saya tidak terima anak Saya seperti ini, pihak sekolah harus memberi efek jera kepada Kevin, karna telah melanggar peraturan sekolah, karna tidak boleh membawa mainan, jika tidak ,saya akan sebar luaskan kasus ini lewat media sosial, karna mainan itu telah jatuh korban, " spontan semua orang membeku.


"Maafkan kami buk Mila Kami akan tegas lagi kepada kevin, keputusan pihak sekolah sudah bulat ananda kevin akan di istirahatkan 2Minggu dari sekolah".


" Orang tua Kevin akan menanggung perawatan untuk Gea, " kata buk guru, spontan aku tersenyum penuh kemenangan.


" Oh tidak bisa buk, nanti Kevin ketinggalan pelajaran, kami tidak setuju" Kata mbak Lilis, mas Rido juga ikut keberatan.


" Jika ibuk Lilis tidak setuju terpaksa kami akan membuat surat pengundurkan diri dari sekolah untuk Kevin " spontan Mas Rido dan mbak Lilis membeku, mereka menjadi salah tingkah.


Akhirnya mereka setuju dengan usulan ibuk guru untuk meng istirahat kan Kevin dirumah untuk 2minggu,dan juga memberikan dana untuk pengobatan Gea.

__ADS_1


__ADS_2