Baju Bekas

Baju Bekas
Segelas Susu


__ADS_3

Rido dan Angela pun berangkat, Rido sangat penasaran apa yang sedang direncanakan Angela kali ini, tapi Rido berusaha menepis kepenasaran nya itu, dia lebih memilih menenangkan fikiran yang tadi sempat kusut, karna mendengar kabar bahwa Mila sedang mengandung anak Rangga.


Ada rasa kecewa dalam hatinya, dia merasa bodoh masih berharap ke pada mantan istrinya itu, sudah jelas itu hal yang tidak mungkin di miliki nya lagi, sekali Lagi Rido mengutuk dirinya sendiri, karna telah bodoh menyianyia kan se orang Karmila cinta pertamanya.


" Stop stop berhenti di sini." Angela menyuruh Rido berhenti di sebuah apotik, Rido sangat heran untuk apa Angela ke apotik.


" Kamu tunggu disini." Angela pun keluar dari mobil dan memasuki Apotik tersebut.


Tak beberapa lama Angela pun keluar membawa sebuah obat, tak tau itu obat apa.


" Bos sakit ya".


" Ngak".


" Lalu bos beli obat apa".


" Ada deh kepoo, ayo cepat berangkat." setelah itu Angela sibuk dengan ponselnya sambil tersenyum sendiri, Rido memperhatikan dari kaca dalam mobil.


"Kita berhenti di taman itu, kamu tolong belikan aku cemilan dan minuman yang banyak ok." Kata Angela ke pada Rido.


" Baiklah." Rido hanya menurut, dia pikir mungkin Angela butuh udara segar, tapi kenapa taman di depan komplek dekat kediaman Rido yang dipilihnya, tapi Rido tak mau ambil pusing, dia hanya menjalan kan pekerjaan nya.


Setelah membeli makanan, Rido menghampiri Angela lagi.


" ini bos." Ridopun menyerah kan kantong belanjaan.


" Ini untuk kamu, kamu tunggu aku di mobil, aku sedang menunggu seseorang." kata Angela sambil menyerahkan beberapa makanan kepada Rido.

__ADS_1


" Siapa bos? " tanya Rido.


" Eh lama lama kamu bikin kesal ya, bisa ngak, tidak ikut campur urusan ku, mau di pecat kamu hah." Ancam Angela.


" Aduh bos dikit pecat dikit pecat, bos tau saja kelemahan saya".


" Makanya jangan ikut campur, pergi sana".


" Ya bos".


Tak lama kepergian Rido, ternyata yang ditunggu Angela adalah Aqila.


Mereka pun berpelukan satu sama lain, setelah itu mereka berbincang bincang, Rido pun memperhatikan mereka dari dalam mobil.


" Oh ternyata yang ditunggu bos adalah Aqila, kenapa mereka sering ketemuan sekarang ya, aaahh mungkin Angela terlalu sayang kepada Aqila, tapi sayang tidak mendapatkan bapak nya, " Rido pun berusaha tersenyum sendiri membayangkan nasib bosnya.


***


Sesampainya Aqila dirumah, Aqila langsung celingak celinguk melihat ke adaan sekitarnya, sudah merasa tak ada orang, Aqila pun ke dapur.


Dia membuat susu, setelah itu memasukan sesuatu kedalam susu itu, kemudian mencari keberadaan Mila, akhirnya Aqila ke kamar Rangga dan Mila.


" Bu, bu, bukain pintu dong. " Tak lama Mila pun membuka pintu.


" Eh Qila ada apa nak? " tanya Mila lembut.


" Tadi katanya ibu lagi hamilkan, ini aku buatin susu, biar calon adek aku sehat." Kata Aqila tersenyum, membuat Mila merasa senang.

__ADS_1


" Aduh nak jangan repot repot, lain kali ibu bikin sendiri saja ya, mekasih ya nak, kamu sudah tidak marah lagi sama ibu." Kata Mila tulus.


" Tidak bu, maafin aku juga ya bu, sempat membuat ibu kesal, ya sudah bu aku ke kamar dulu ya." Aqila pun tersenyum kepada Mila dan melaju ke kamarnya.


" Syukurlah Qila sudah berubah." Mila pun memasuki kamar dengan membawa susu pemberian Qila, Tiba tiba Rangga keluar dari kamar mandi.


" Wesss ada susu nih." Rangga pun merampas susu di tangan Mila, dan langsung meminum nya.


Tiba tiba


Bhuuuuarrr..


Rangga menyemburkan susu tersebut.


" Eh eh mas kenapa? kok main sembur sembur gitu".


" Kok susunya rasa nya aneh gini, pahit banget".


" Pahit gimana sih sini aku coba".


" Jaangaaan, ini buatan kamu ya, mungkin susu nya sudah basi nih, " tanya Rangga.


" Bukan aku yang bikin, tadi Qila yang mengantar susu ini untuk ku".


" Apa? Jangan jangan." Rangga pun berhamburan ke luar dari kamar dan menuju kamar Qila.


" Qila, Aqila buka pintu nya papa mau bicara" Rangga memaksa membuka pintu.

__ADS_1


Ceklek...


__ADS_2