
Pagi hari nya Mila bangun awal, dia masak banyak untuk keluarga nya, dan juga memasak lebih untuk mertua dan adik nya.
Sedang asik masak Mila di hampiri Rangga yang sudah rapi, karna Rangga akan berangkat kerja.
" Loh kok kamu masak ayam sih, kan kemaren Tiara bilang ngak suka ayam, terus Tiara makan apa dong" tampa basa basi Rangga protes masakan Mila.
Mendengar Rangga bicara, membuat Mila membuang nafas kasar.
" Aku masak ayam untuk anak anak, bukan untuk dia" jawab Mila malas.
" Terus untuk Tia.. " Belum sempat Rangga bicara Mila lansung memotong nya.
" Selain aku masak ayam aku juga masak ikan, puas kamu".
" Sudah lah mas, Jangan mikirin orang lain, banyak harus di kerjakan selain mengurus Tiara, Tiara sudah gede, dia bisa mengurus dirinya sendiri" Kata Mila.
" Bukan gitu tapi".
" Apa lagi, sudahlah aku males berdebat, mending kamu makan, terus siap itu berangkat".
" Ngusir ceritanya nih".
" Iyah, puas".
" Oh jadi gitu kamu sekarang".
" Apa lagi sih mas, udah deh, jangan bikin aku jadi stres deh, aku masih capek".
Mila pun meninggalkan Rangga, tiba tiba tangan nya di tarik Rangga.
" Apa lagi ah? ".
" Temani aku makan titik".
" Makan sendiri saja, aku mau ke kamar anak anak".
" Ngak usah mereka dah gede, biar mereka mandiri".
Karmila pun berkerut kening.
" Duduk sini, temani aku makan".
" Kerjaan ku banyak mas".
" Kerjakan nanti" Rangga menggeser kursi, dan menarik Mila supaya duduk di sampingnya.
Mila hanya menurut saja, karna males berdebat.
" Kamu ngak makan? ".
" Belum lapar".
" Kok belum nanti sakit".
" Ntar saja".
" Ya sudah kalau gitu, kamu suapin aku".
__ADS_1
" Apaan sih kayak anak kecil saja, makan sendiri".
" Nolak permintaan suami dosa loh, mau masuk neraka".
" Dosa! dosa lagi , sini sendok nya, ribet amat".
" Gitu dong, itu baru istri idaman" kata Rangga, Karmila hanya memutar bola mata malas.
Sedang asik suapin Rangga, anak anak datang ke meja makan.
" Cie cie papa manja" kata anak anak serentak.
Mila menahan malu, sedangkan Rangga terlihat santai, malah mengode Mila mau menyuapinya lagi.
" Udah ah, malu sama anak anak, makan sendiri".
" Ngak mau suapin".
"Cie cie" Anak anak jadi malu malu melihat Ibu dan papa mereka.
" Sudah ah " Mila menyerahkan sendok kepada Rangga, " ayo anak anak semua sarapan dulu sebelum berangkat ke sekolah yah".
" Iya ibu" jawab anak anak serentak.
**
Setelah sarapan mereka pun siap siap.
" Oiya Mila makanan untuk Tiara sudah kamu siapin? biar aku saja yang ngantar kerumah ibu" kata Rangga semangat, Milapun berkerut kening.
" Biar aku saja nanti kerumah ibu".
Mila mulai kesal lagi melihat Rangga, segitu perhatian nya Rangga kepada adik nya, Mila pernah berfikiran macam macam tentang hubungan Rangga dan Tiara adiknya, tapi di tepis nya jauh jauh, karna dia percaya kepada adiknya.
" Mila kok bengong? ".
" Ya sudah aku ambilkan dulu" Rangga tersenyum, Mila pun ke dapur mengambil masakan yang di bikinnya tadi untuk mertua dan adik nya.
Setelah pamit kepada Mila, Rangga dan anak anak pun berangkat.
**
Sesampainya di depan rumah ibunya, Rangga turun dan meneteng makanan yang di masak Mila tadi.
" Eh kak, mau berangkat kerja".
" IYah Tiara, gimana kaki mu masih sakit?".
" udah engak kak, kakinya ngak bengkak lagi, udah lumayan nyusut".
" Mmm ya udah, ini ada makanan dari kakak mu, gulai ikan, di makan yah".
" Iya kak, makasih".
" O ya sudah, nanti kakak coba cari info keberadaan suamimu ya, mudah mudahan kamu bisa cepat bertemu suamimu".
" Ya kak, sekali lagi makasih ya kak" Tiara tersenyum bahagia, karna Rangga berjanji membantu mencari suaminya.
__ADS_1
Rangga pun pamit kepada Tiara dan juga ibunya, lalu mengantarkan anak anak ke sekolah, dan setelah itu dia berangkat kerja.
**
Dari sekian lama mencari info, akhirnya Rangga mendapat kabar bahwa ternyata suami Tiara bekerja di kantor cabang milik Rangga.
Tenyata suami Tiara menjadi Sales Marketing di sana, Rangga pun menyuruh teman nya untuk membawa suami Tiara bertemu dengan Rangga.
**
" Maaf pak, bapak memanggil saya? ".
" Ya, namamu Kevin Alvino kan? " Rangga memasang tampang garang, sehingga Kevin menjadi sedikit gugup.
" Iya pak".
" Kamu menyembunyikan biodata asli mu, dan kenyataan nya kamu sudah menikah ya kan".
" Eh iya, eh tidak pak saya belum menikah".
" Benarkah! terus kamu kenal dengan Tiara Ayunda? " seketika mata Kevin terbulalak dengan perkataan Rangga.
Kevin menjadi gugup.
" Kamu tau kan, syarat penerimaan karyawan baru di sini, di anjurkan yang masih lajang, sedangkan kamu sudah menikah, kenapa kamu bisa lolos, jangan jangan kamu ada kecurangan dalam pendaftaran kemaren ya kan" Rangga memukul meja, sehingga membuat Kevin menjadi panas dingin.
" Sekarang kamu jujur sama saya benarkah kamu sudah menikah, atau kamu mau membayar denda karna telah memasuki kantor ini dengan curang" Rangga sengaja menakut nakuti Kevin supaya Kevin jujur padanya.
" Maaf kan saya pak, jangan denda saya pak, saya tidak punya uang, saya mengaku, saya sudah menikah, benar Tiara Ayunda adalah istri saya, maaf kan saya pak".
" Kamu tau kan saya Direktur di kantor ini, dengan mudah nya saya bisa pecat kamu, taaapiii saya masih baik hati, saya tidak akan pecat kamu, tapi ada syarat nya".
" Syarat nya apa pak?, saya sanggupi apa pun itu asalkan bapak tidak pecat saya".
"Okay, nanti kamu harus ikut saya, itu harus, kalau kamu menolak, tamatlah kamu dari sini, dan jangan lupakan dendanya juga, kamu harus bayar".
" Baik lah pak, saya akan ikuti bapak".
" Ngomong ngomong kamu di kota ini tinggal dengan siapa? ".
" Dengan orang tua saya pak".
" Orang tua mu kerja apa? ".
" Buka kedai masakan Padang pak, itupun masih merintis, kadang laku, kadang sepi pak, hanya saya harapan satu satunya mereka pak".
" Terus istrimu dimana? ".
" Di kampung pak, sebenarnya saya kasian pak meninggal kan istri saya di sana, tapi apa boleh buat jangan kan untuk ngirim uang, kadang saya makan pun jarang pak, karna berhemat, kalau ngajak istri saya juga kesini kasian pak, kontrakan ibu saya kecil, cuma ada satu kamar, saya binggung istri saya tidur dimana".
" Ini saja melamar kesini, hp saya jual untuk ongkos berangkat kerja, jadi saya tidak bisa menghubungi istri saya di kampung" kata Kevin dengan mata berkaca kaca.
Rangga pun mengangguk pelan, seolah olah mengerti tentang apa yang terjadi.
" Baik lah kalau begitu, pulang kerja kamu temui saya, jangan lupa nanti, mengerti".
" Ya pak saya mengeti saya permisi dulu pak" Kevinpun meninggalkan ruangan Rangga.
__ADS_1
Rangga pun melamun, ternyata begitu pahit perjalanan hidup adik ipar nya, Rangga bertekat ingin mempertemukan suami istri itu dirumah nya nanti.