
" Ehem sumpah ini enak banget, pesan dimana nih" Kata Mila , seketika raut wajah berubah, dan menghembuskan nafas kasar.
" Kenapa?" tanya Mila.
" Ngak ada, bikin capek saja" Rangga pun ingin melangkah, karna kesal, Mila tak menghargainya sudah capek masak malah di bilang makanan nya di pesan.
" Tunggu mas" Mila menarik tangan Rangga.
" Maafkan aku, aku hanya becanda, masakan mas Enak, aku suka, duduk lagi mas" Rangga terpaksa duduk lagi, karna di paksa duduk oleh Mila.
" Makan yuk mas" kata Mila.
" Duluan saja, aku belum laper".
" kok gitu, nanti masakan nya dingin mas" Rangga hanya diam.
" Ya sudah kalau gitu, aku makan ya" Baru saja hendak makan, sendok Mila jatuh, dengan susah payah Mila meraih sendok tersebut, Karna tak hati hati Mila terpeleset.
Dengan cepat Rangga menangkap tubuh Mila, sehingga kini mereka saling berhadapan dekat sekali.
Rangga secara tak sadar mengecup bibir Mila.
Mila pun hanyut dengan kecupan Rangga, ada aliran aneh mengalir di seluruh tubuhnya, begitu juga dengan Rangga terbuai dengan sentuhan lembut Mila.
Tiba tiba pintu kamar Aqila terbuka, seketika Mila dan Rangga kaget, dan melepaskan tautan bibir mereka.
" Papa? ibu? ngapain di bawah meja? " tanya Qila heran.
Mila dan Rangga pun jadi salah tingkah.
" Mmm itu mmm anu" Mila pun bingung mau ngomong apa.
" Ibu tadi terjatuh, papa bantuin" kata Rangga.
Qilapun berkerut kening.
" Kok Ibu hobby banget jatuh sekarang, hati hati bu, nanti tangan nya retak lagi" kata Qila sedikit sinis.
" Qila Kamu ngak boleh ngomong gitu kepada orang tua, yang sopan" Kata Rangga sedikit membentak Qila.
" Terserah papa deh, males" Qila mengambil tas nya yang di atas meja, lalu masuk lagi ke dalam kamar.
" Qila" teriak Rangga.
__ADS_1
" Sudah lah mas,biarin saja, dia masih marah padaku".
"Ayo sini aku bantuin berdiri, kamu lanjutin makan nya, " kata Rangga, Mila pun menganggguk.
Setelah duduk , Mila pun berkata.
" Mas Maafin aku yah, aku akui aku salah, aku akan terima apapun ganjarannya, asal kan kamu tidak diamin aku, pliss mas Aku tak sanggup kamu cuekin" Kata Mila panjang lebar.
Rangga membuang nafas.
" Lupain saja, aku sudah ikhlas dengan semua kejadian itu".
" Tapi mas, kalau bukan karna aku, ibu pasti... " Rangga memotong perkataan Mila.
" Lupakan saja, biarkan Ibu tenang di alam sana, aku sudah melihat rekaman cctv, di sana terlihat Ibu tersandung meja karna panik" Kata Rangga sambil menunduk.
" Kalau begitu, kenapa sikap mas dan Qila berubah padaku, aku sangat bersedih karna itu" kata Mila dengan mata yang berkaca kaca.
" Aku tidak tau perasaan aku saat ini, di sisi lain aku sangat merindukan ibu, begitu pun Qila, ketika melihat mu Qila teringat neneknya, makanya mungkin dia sedikit berubah karna itu".
Mila pun tak bisa lagi menahan tangis.
" Mas Aku sangat sayang ibu, aku tidak sengaja mendorongnya, aku yang salah seharus nya aku menariknya kedalam pelukanku, aku mintak maaf mas" Kini pun Rangga menitik kan air matanya karna tidak tahan lagi menahan nya, begitu pun Qila, dia menguping pembicaraan Rangga dan Mila, Qila pun ikut menangis di dalam kamarnya.
**
Malam harinya Rangga membawa Mila ke dalam kamar, sekarang mereka sudah berbaring diranjang mereka, Rangga memeluk erat Mila yang masih cegukan karna habis nangis.
" Maafin aku juga, selama kamu di rumah sakit, aku tidak pernah mengunjungi mu, karna pikiran ku waktu itu tidak tenang, aku sangat kacau waktu itu, sehingga kami pergi jauh" Kata Rangga sambil mencium kening Mila.
" Kami, kami siapa? Memang nya mas Pergi kemana? ".
" Aku, Qila dan saudara ibu yang lain, pergi ke kampung halaman Ibu, kami ingin mengenang Ibu disana, maafkan waktu itu aku sempat melupakan mu " Kata Rangga.
" Sudah lah mas, tidak apa apa, aku ngerti kok".
" Jadi sekarang gimana? kita mulai dari awal lagi gimana? " Kata Mila, Rangga pun berkerut kening.
" Maksud mu, ulang dari awal gimana? " tanya Rangga.
" Ya aku tak mau saja kamu menyimpan dendam pada ku, jadi aku Rasa kita harus mulai dari awal lagi, kita harus saling percaya, tidak ada lagi masalah antara Kita".
Rangga hanya mengangguk.
__ADS_1
" Tapi aku ragu dengan Qila, dia masih kecil belum paham, dia masih rentan terpengaruh, apalagi orang orang yang tidak menyukai aku, lebih mudah menghasut Qila nanti".
" Sekarang tidak usah pikirin itu, kita sekarang fokus membenahi hubungan kita, o iya ngomong ngomong anak anak kamu gimana? apa kamu tidak merindukan mereka".
" Tentu saja, tadi sempat aku menghubungi mereka sebentar, katanya mereka senang di sana, ada kakek, om dan tantenya, mereka bentah tinggal disana sementara, setelah aku sembuh , kita jemput mereka lagi".
" Oo begitu, ya sudah kita tidur saja, hari sudah malam" kata Rangga.
" Ya sudah kalau gitu".
Rangga merangkul Mila dalam pelukanya, dia sangat merindukan istri tercintanya, mestipun kemaren dia sangat marah kepada Mila, tetapi setelah melihat Cctv, dan kenyataan nya Ibu Rangga tersandung setelah Mila di himpit lemari tua itu, Rangga merasa bersalah sempat menuduh Milalah penyebab meninggalnya ibunya.
Akhirnya mereka terlelap dalam tidur mereka.
***
Ke esokkan paginya, Rangga dan Mila menuju Rumah ibu, karna mereka berniat membersihkan rumah ibu, Rangga menolong Mila sebelum berangkat kerja.
" Jangan angkat yang berat berat, tangan mu masih sakit".
" Ngak kok ini hanya sampah, aku buang ke depan ya, ke tong sampah maksudnya hihi " Kata Mila, Rangga mengangguk.
Sesampai di depan, Mila pun membuang sampah ke tong sampah, tiba tiba Rido dan Lilis muncul entah dari mana.
" Liat nih mas, pemb*nuh berkeliaran nih, iiihhh takut" kata Lilis dengan senyum sinis nya.
" Dasar perempuan tak tau malu, seharus nya dia di penjara" Kata Rido menambahkan.
Mila hanya diam ,Mila sangat malas melawan suami istri itu.
" Eh pemb*nuh, apa kamu tidak takut masuk neraka, atas perbuatan mu telah memusnah kan hidup mertuamu, dasar menantu durhaka" Kata Lilis tambah pedas.
" Dan satu lagi, sebentar lagi bersiap siaplah kamu menjadi janda sekali lagi, siapa juga yang mau bertahan dengan pemb*nuh seperti kamu, dan setelah itu membusuk lah di dalam penjara haha haha" Lilis tertawa terbahak bahak begitu pula dengan Rido ikutan tertawa lebar.
Tiba tiba Rangga datang dan merangkul Mila.
" Siapa bilang Aku akan meninggalkan Mila, sampai kapan pun Mila akan tetap menjadi Istriku" Kata Rangga dan membawa Mila masuk ke dalam rumah.
**Ikutin terus kelanjutan cerita Karmila ya.
Minta dukungan ya, biar Autornya tambah semangat lagi nulisnya.
Jangan lupa tinggal kan jejak seperti :
__ADS_1
like, komen, favorit, kasih hadiah seikhlasnya, vote juga boleh👍**