Baju Bekas

Baju Bekas
Kakak yang menyebalkan.


__ADS_3

" Maafkan aku yah, belakangan ini aku agak kasar kepadamu. " kata Rangga sambil menatap Mila dengan serius.


Mila pun tersentak, spontan tatapan mereka saling beradu.


" Ngak apa apa kok mas, aku yang salah aku tidak becus jadi istri dan seorang ibu yang baik, aku belum terbiasa berbagi waktu. " kata Mila sambil menunduk.


Rangga pun meraih tangan Mila.


" Aku akan berusaha menahan emosi ku, aku akui memang salah, tidak seharusnya aku demikian, aku tidak akan menuntutmu berbuat lebih ke padaku, lakukan saja kewajiban mu, itu sudah serasa cukup bagi ku, dan aku akan berusaha memaklumi ke adaan kita sekarang ini. " Rangga menggenggam tangan Mila erat.


" Iya mas, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga kita, ayo di lanjutin makan nya mas, nanti keburu dingin. " kata Mila.


Rangga pun mengangguk, mereka pun melanjutkan makan malam berdua.


***


Ke esokan hari nya seperti biasa, Mila menyiapkan keperluan Rangga untuk berangkat ke kantor, sedang asik berkemas, ternyata Si Fatih bangun.


Fatih tidak mau di rebahkan di kasur terpaksa Mila menggendongnya kemana mana.


" Fatih rewel lagi? " Tanya Rangga.


Mila mengangguk , dia merasa bersalah, Rangga sudah mau berangkat kerja tapi kopi dan sarapan untuk Rangga belum ada.


" Mas maaf mas, ..." Belum sempat Mila berbicara sudah di potong Rangga.


" Sudah kopinya biar ku bikin sendiri." kata Rangga dengan senyum termanisnya.


" Tapi sarapan nya mas? "


" Ini makan roti ini saja dulu. " Rangga pun mengambil roti kemasan yang biasa di sediakan di meja makan oleh Mila.

__ADS_1


" Tapi mas, mana kenyang makan itu? "


" Ngak apa apa, biasa nya dulu aku ngak pernah sarapan, suka mual, semenjak bersama mu aku di beri sarapan itu pun aku hanya makan sedikit kan. " kata Rangga sambil tersenyum.


" Tapi mas. "


" Sudah sudah aku ngopi dulu ya, kamu urus si Fatih dulu, nanti kalau aku berangkat aku panggil kamu. " Kata Rangga.


" Baiklah mas. " Mila pun bergegas ke kamar dan meninggalkan Rangga yang sedang menyeduh secangkir kopi.


Tak lama kemudian Mila pun kembali sambil membawa si Fatih yang sudah bersih karna siap mandi.


" Duh duh anak papa wangi banget, duh duh ganteng banget, mau ikut sama papa yah, duh duh cilup baa." Nampak raut wajah Rangga ceria melihat buah hatinya tersebut.


Mila melihat Rangga demikian terharu sambil tersenyum bahagia.


" Ya sudah papa berangkat dulu nak, nanti kita main lagi, dada. " Rangga melambaikan tangan nya kepada si Fatih.


" Hati hati ya mas. " Rangga pun mengangguk.


" Jaga diri dan juga anak kita ya, kalau ada apa apa hubungi aku, " kata Rangga.


" Iya mas. "


Mila pun mengantarkan Rangga sampai ke halaman, dan tak lama Rangga pun melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah.


Baru saja hendak masuk Mila di kagetkan oleh ke datangan Melisa dan Yani kakak kandung dari Karmila.


" Eh kak, tumben pagi sudah kesini? " tanya Mila baik baik.


" Emang kenapa? memangnya kami tidak boleh kesini ah? " Kata Yani ketus.

__ADS_1


" Bukan gitu, aku cuma nanya kak." kata Mila.


" Ah sudah lah jangan basa basi, minggir sana aku mau masuk, lapar tauk. " Tampa permisi mereka menyelonong masuk kedalam rumah Mila.


Mila hanya mengembus kan nafas kasar melihat tingkah laku kakak kakak nya yang sangat menyebalkan itu.


Sesampai nya di dapur.


" Mana nih makanan nya, kamu ngak masak hah? " kata Melisa.


" Mana sempat masak, kakak kan liat sendiri aku sedang repot nih ngurusin bayi, mending kakak masak sendiri. " kata Mila santai.


" Enak saja, kita kita kan tamu disini, ngak ada tuh tamu yang masak, yang harusnya masak tuh tuan rumah nya lah. " kata Yani.


" Iya sih, tapi kakak liat sendiri aku belum sempat, lagian Ibu nya mas Rido pasti sudah masak, kok kakak malah kesini, " kata Mila heran.


" Ah masakan ibu Rido tuh, ngak enak, ngak sesuai sama selera kami, kami kan suka pedas, sedang kan masakan nya pake kecap semua, bosan. " Kata Melisa.


" Lah trus kenapa kakak ngak masak sendiri. " kata Mila.


" Eh Mila kamu tu li ya , sudah di bilang kami ini tamu, tamu adalah raja, harus di layanin lah. " kata Yani ketus.


" Ah bodo amat, terserah kalian lah, aku lagi repot, ngak sempat masakin kalian, mau makan, masak sendiri kalian kan punya tangan, jangan manja. " kata Mila sambil berlalu dari kedua kakaknya, Mila pun membawa Fatih masuk ke dalam kamar.


" Dasar adik kura ng aja r, ngak ada sopan sopan nya tuh perempuan, awas saja kamu. " Ancam Melisa.


Mila pun tidak peduli, dia lebih memilih masuk ke dalam kamar sambil bermain dengan bayinya.


Tak terasa air mata Mila pun menetes, Mila sangat sedih, kakak kakak nya tidak pernah mengerti dan menghargainya, masih sama seperti dulu, Mila pun sangat tidak beruntung mempunyai saudara perempuan yang selalu menganggap rendah dirinya.


Untuk menghibur dirinya, Mila lebih memilih mengurung dirinya di dalam kamar, membiarkan ke dua kakak nya di luar, terserah apa yang akan mereka perbuat.

__ADS_1


__ADS_2