
Sebelum melanjutkan cerita tentang Si Cuckoo, Yusuf meminta Cicit untuk mengambil cemilan yang ada di laci nakas. Pria itu memang sengaja menyimpan beberapa cemilan di lacinya. Cicit kembali ke sofa dengan 2 bungkus besar keripik kentang. Yusuf kini kembali bercerita. Cicit dengan lembut menyuapi keripik kentang ke mulut suaminya.
"Sebelum lanjut cerita, Apa kamu tahu Burung Cuckoo?"
"Aku pernah dengar nama Cuckoo adalah salah satu jenis burung tetapi apa hubungannya dengan yang akan kamu ceritakan?" Cicit jadi penasaran.
"Cuckoo adalah salah satu jenis burung dengan kebiasaan berbiak yang unik. Mereka akan menitipkan telur-telur mereka di sarang burung lain dan membiarkan induk burung itu mengasuh anaknya. Ini merupakan bentuk parasitisme. Biasanya saat induk Cuckoo menitipkan telurnya dia akan membuang satu telur inangnya. Telur Cuckoo juga memiliki motif yang hampir mirip dengan telur inangnya, sehingga inangnya tidak curiga. Pada saat telur Cuckoo menetas, anak Cuckoo akan membuang telur atau menyingkirkan anak sang inang dari sarang sehingga hanya dia saja yang akan diberi makan dan bertahan. Itu merupakan strategi bertahan hidup Cuckoo. Sekarang kamu bayangkan jika di kehidupan manusia ada yang berperilaku seperti itu?"
"Kalau Cuckoo aslinya sih keren punya strategi bertahan seperti itu tetapi jika di kehidupan manusia ada yang seperti itu tentu sangat merugikan."
"Betul sekali! Sejujurnya merawat Si Cuckoo sangat merugikan buat Keluarga Winata. Tetapi demi menarik keluar si penjahat besar, kami harus melakukan itu. Si Cuckoo ini tidak hanya mengincarku bahkan dia pernah mencelakai Si Kembar dan memprovokasi Intan untuk bertindak berlebihan kepadaku."
"Maksudmu Si Cuckoo itu yang memprovokasi Intan untuk berani menciummu, begitu?"
"Betul! Setelah kejadian itu aku meminta pengawal untuk mengikuti Intan pulang. Ternyata Intan menemui Si Cuckoo dan menamparnya. Si Cuckoo bilang itu salah Intan yang mau saja diprovokasi. Si Cuckoo juga bilang bahwa nama Intan sudah buruk di mataku jadi tidak akan ada lagi saingan baginya. Keesokan harinya Intan datang minta maaf padaku. Dia menyesal dan berjanji akan berubah. Setelah itu dia pergi ke sebuah pesantren untuk menenangkan diri. Tiga bulan kemudian aku melihat dia berubah. Intan mulai berhijab dan sikapnya benar-benar berubah. Dia bertanya padaku tentang dirinya saat ini? Ku bilang Intan sangat cantik. Terus dia bertanya lagi, apa aku sudah bisa menggeser Sri? Ku jawab belum bisa dan tidak akan bisa! Dia hanya menjawab, ya ya ya! Sri memang tak tertandingi! Lalu dia tertawa lepas tanpa beban. Aku senang melihat dia sudah bisa lepas dariku."
"Yang! Intro kamu kepanjangan deh! Aku sudah gak sabar mau dengar cerita Si Cuckoo!" Cicit mengerucutkan bibirnya.
"Itu bibir jangan maju gitu, nanti ku cium baru tahu! Hahaha!" Cicit memukul lengan Yusuf.
"Si Cuckoo, namanya adalah Rachel Maria Kaisar. Nama itu adalah nama bawaannya. Kami tidak pernah memberinya nama. Dia muncul di gerbang halaman rumah saat berumur 9 tahun. Sebenarnya papa, mama, aku, juga Si Kembar tahu kalau ada orang yang duduk di sana selama seminggu. Kami tidak langsung memberinya akses masuk. Selama 1 minggu itu kami mengobservasinya. Penjaga hanya mengatakan padanya bahwa kami sedang pergi berlibur selama seminggu. Mereka juga mengatakan tidak berani membawanya masuk kalau tidak ada ijin dari tuan rumah. Penjaga hanya sesekali saja memberinya makan. Kamu tahu tidak untuk anak umur 9 tahun yang duduk selama seminggu dan hanya sesekali diberi makan, tetap berwajah sehat saat bertemu kami. Bukankah sudah jelas kalau ada maksud tertentu."
"Hmmm... betul juga!" ucap Cicit sambil mengunyah keripik kentang.
"Saat kami tanya kenapa bisa berada di situ? Dia bilang akan dipertemukan dengan papanya oleh seseorang. Orang itu bilang agar menunggunya di gerbang. Waktu itu Mama Aiu hampir curiga dengan papa, mengira kalau papa selingkuh. Untungnya papa bisa mengatasi situasi. Papa bertanya padanya siapa nama papanya? Dia bilang tidak tahu. Waktu papa mau pulangkan dia ke rumah mamanya, dia bilang mamanya sudah meninggal seminggu lalu. Saat di pemakaman ada orang yang datang dan bilang akan membawanya bertemu papanya. Tapi malah dibawa ke rumah kami. Jelas disitu sudah ada maksud tertentu. Papa waktu itu sudah akan menitipkannya di panti asuhan karena kalau di rumah jelas akan menimbulkan masalah. Opa Adrian melarang hal itu karena jelas akan dengan mudah menimbulkan reputasi buruk bagi Keluarga Winata. Opa meminta agar merawat anak itu dan biarkan dalangnya muncul!"
__ADS_1
"Sebenarnya kami keberatan tetapi benar juga kata opa. Jika kita tidak mengikuti permainan mereka maka tidak dapat menemukan dalangnya. Sejak saat itu kami menyebut dia Si Cuckoo. Dia sangat high class untuk ukuran anak lusuh. Dia bahkan berani meminta barang-barang milik Si Kembar tanpa malu. Sampai akhirnya papa mengatakan padanya, kamu memang tamu di rumah ini jadi tolong perhatikan kelakuanmu jika tidak ingin saya bawa ke panti asuhan! Sejak itu dia memang tidak seberani sebelumnya hanya saja kami bisa melihat dendam dan ambisi di matanya. Papa selalu mewanti-wanti kami untuk berhati-hati dengannya. Sampai-sampai kami harus mengganti sistem keamanan di rumah ini karena gadis itu berani menguping pembicaraan. Papa sengaja membuat seolah-olah rumah kami dibobol maling padahal itu semua rencana papa agar bisa mengganti sistem keamanan tanpa dicurigai. Demi keamanan Si Kembar, dulu di dinding itu ada pintu yang menghubungkan kamarku dengan kamar mereka."Yusuf menunjuk ke arah dinding.
"Kamu tahu yang, gadis itu juga tidak tahu malu. Pernah dia meminta papa untuk mengadopsinya. Papa bilang tidak bisa karena kamu masih punya orang tua. Tunggu sampai kami menemukan papamu. Nanti baru bisa tahu apa papamu masih menginginkanmu atau tidak. Jika tidak mungkin kami bisa mengadopsi. Dia bahkan pernah bertanya, apa kami tidak sayang padanya? Mama bilang sesama manusia kita tentu harus saling menyayangi. Kamu tinggal di sini merupakan satu bentuk kasih sayang kami. Kalau kami tidak sayang tentu kamu tidak akan tinggal di sini. Dari situ kami tahu bahwa ambisinya semakin besar. Dia menginginkan status di Keluarga ini. Setelah itu dia mulai mengikutiku dan berambisi untuk menjadi istriku. Dia selalu mengatakan jika sudah besar nanti akan menjadi istri Yusuf Mahardika Winata. Kami hanya tersenyum saja dan tentu saja tidak pernah mengamini doanya atau mengatakan iya padanya."
"Apakah sudah ketahuan siapa musuh kalian?"
"Dia akan segera muncul cepat atau lambat! Selama Si Cuckoo di luar negeri kami sudah memantau kalau dia sering bertemu seseorang dan sering pergi ke sebuah villa setiap minggunya. Jadi tinggal tunggu saja kedatangan mereka. O ya pertemuan keluarga besar juga dipercepat sebelum Si Cuckoo datang. Kemungkinan besok malam kita akan bertemu di rumah Keluarga Kusuma."
"O ya kenapa Rachel ke luar negeri?"
"Itu kemauan dia sendiri. Dia ingin belajar di luar negeri. Setelah dia pergi kami merenovasi rumah ini dengan alasan rumah kami dibom. Menurut cerita supir yang mengantar dia ke bandara, earphone milik sempat dilempar menjauh darinya. Saat ditanya, dia bilang suaranya tiba-tiba jadi besar sendiri kayak suara bom. Memang papa sengaja meruntuhkan bangunan dengan bom. Dia pikir kami tidak tahu kalau dia sudah memasang penyadap di mana-mana. Dia juga sempat akan memasukkan orang ke dalam rumah ini tapi tidak berhasil. Rumah ini memang dibangun ulang sama seperti sebelumnya. Tetapi rumah ini sudah dilengkapi dengan anti radiasi dan penyadapan yang dipasang di dinding rumah. Mama dan Tante Ari yang membuatnya. Setelah lulus papa memintanya untuk bekerja di salah satu cabang perusahaan di Amerika. Papa belum memberinya akses pulang. Dia hanya pulang sesekali saja."
"Aku penasaran dengan sistem keamanan di sini. Boleh aku lihat? Jika cocok aku ingin memasukkan sistem anti virus terbaru yang dikembangkan olehku dan ayah."
"Boleh saja!" Yusuf membuka ruangan yang ada di sebelahnya.
"Biar aku saja! Aku tahu kok passwordnya!" Benar saja Cicit mengetahui passwordnya. Tak perlu lama sistem langsung hidup dan beroperasi. Cicit menghubungkan laptopnya dengan laptop Yusuf untuk memulai percobaan instalasi anti virus miliknya.
"Kok kamu tahu passwordnya? Jangan-jangan..?!"
"Iya aku pernah meretas laptopmu! Aku tidak menyangka kamu menggunakan namaku dan tanggal pertemuan pertama kita sebagai password."
Di tempat lain ada dua orang wanita paruh baya yang panik saat melihat tanda merah di hapenya. Mereka adalah Mama Aiu dan Tante Ari. Mereka tahu kalau ada yang menyusup di sistem keamanan. Mama Aiu langsung memberitahu Andre.
"Mas, ini ada penyusup! Ada virus masuk ke sistem keamanan." Mama Aiu panik.
__ADS_1
"Kok Bisa? Tapi jika benar begitu seharusnya Si Ucup tahu! Kok dia gak kasih kabar apa-apa?"
"Benar juga! Mas, Ari telepon. Aku angkat dulu!" Andre menganggukkan kepalanya.
"Halo Ri! Apa? Bentar ri, ada telepon masuk! Dari cicit?" Aiu mengangkat telepon dari Cicit.
"Halo Cicit! Ada apa?"
"Ma, tolong sambungkan teleponnya dengan Tante Ari! Maaf ya ma Cicit lagi mau coba anti virus terbaru yang Cicit dan ayah kembangkan. Sepertinya cocok dengan sistem yang ada di rumah. Makanya Cicit minta permisi sama Tante Ari." Mama Aiu segera menghubungkan teleponnya. Kini mereka bertiga bisa terhubung. Aiu juga sengaja menghidupkan pengeras suara agar bisa terdengar oleh Andre.
"Halo Tante Ari! Ini Cicit! Tante tolong kasih permisi dong untuk anti virusnya! Cicit lihat ada kecocokan dengan sistem yang ada. Anti virus ini akan melengkapi dan membuat sistem lebih kebal. Ditambah lagi bisa mengenali asal host lebih cepat dan memakan host di saat bersamaan. Gimana? Boleh kan?"
"Baiklah! Diijinkan! Kita lihat hasilnya!" Ari akhirnya memberi ijin untuk Cicit. Sebenarnya mudah bagi Cicit untuk masuk begitu saja. Hanya saja dia tidak mau jadi anak kurang ajar.
Setelah ijin diberikan proses terus berlanjut sampai selesai. Seperti yang dikatakan Cicit memang benar anti virusnya cocok dengan sistem. Kini sistem menjadi lebih kuat. Ari yang melihat itu jadi kagum. Ari memberi pujian pada Cicit melalui Aiu.
"Ai, sepertinya Keluarga Winata punya pelindung baru! Menantumu sangat hebat!"
"Iya benar! Aku sangat bersyukur dapat menantu seperti Cicit!"
Setelah selesai memperbarui sistem, mereka kembali ke sofa.
"Yang, kamu harus hati-hati dan waspada sama si Cuckoo! Kalau dia ngapa-ngapain kamu bilang ke aku ya! Aku gak mau ada hal yang ditutup-tutupi! Kita sudah suami istri jadi harus saling terbuka."
"Iya aku paham kok! Cup, aku juga ada satu rahasia yang kamu harus tahu! Aku yakin Si Cuckoo sedang mencari tahu tentangku. Jadi kamu harus tahu lebih dulu, takutnya dia akan memakai celah ini untuk menyerangku."
__ADS_1
"Rahasia apa?"
Rahasia apa hayo???? Mau tau? Ikutin terus ya!!!