BAKWAN?!!

BAKWAN?!!
Bab 4. Cicit


__ADS_3

Citra Srikandi Wirabuana adalah nama lengkapku. Biasa dipanggil Citra atau Cicit. Putri sulung dari Ayah Bima dan Ibu Laras. Aku punya adik laki-laki yang beda 3 tahun dariku, namanya Cakra Prabu Wirabuana, biasa dipanggil Cakra.


Sejak kecil aku sudah ditempa menjadi seperti tentara. Maklum saja ayahku adalah jendral, ibuku juga mantan kowad, kakekku pensiunan jendral. Maka pelatihan militer sudah menjadi makananku setiap hari. Meski aku tidak mengikuti jejak orang tuaku, tapi aku dan Cakra dibekali kemampuan militer yang mumpuni. Ayah mengajariku banyak kemampuan fisik, seperti memanah, menembak, bela diri, berkuda, survival, dan juga kemampuan inteligen. Sedangkan ibu lebih melatih kemampuan mentalku.


Cakra juga tak luput dari pelatihan. Sekarang Cakra juga bergabung dengan militer. Aku lebih memilih menjadi guru. Sama seperti ayah dan ibu dulu. Aku banyak berpetualang ke desa-desa untuk mengajar dan juga membuka sekolah untuk anak jalanan. Hal ini juga yang membuat aku sibuk dan melupakan hal untuk menjalin kasih.


Sebenarnya bukan melupakan cinta, hanya saja belum bertemu yang pas. Banyak teman satu kampusku yang mengejarku, tapi aku tak menggubrisnya. Aku masih tak ingin direpotkan dengan urusan yang satu itu. Aku masih santai saja. Terkadang ayah dan ibu juga mengingatkanku tetapi mereka tidak memaksaku untuk cepat-cepat menikah. Karena mereka juga tahu bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan. Tetapi hal ini tidak berlaku untuk kakek Krishna. Karena aku cucu perempuan satu-satunya baginya, ditambah lagi karena kakek sangat menginginkan anak perempuan sejak lama, jadilah kasih sayangnya sangat berlebihan.


Sudah sebulan ini aku dibuat pusing oleh ulah Kakek Krishna. Hampir setiap hari ada saja laki-laki yang datang ke rumah untuk dijodohkan denganku. Semuanya tentara. Aku tidak bisa menolak secara langsung permintaan kakek. Akhirnya ku putuskan untuk menantang mereka.


Aku membuat challenge bagi setiap laki-laki yang datang ke rumah. Bersyukur mereka semua kalah tanding denganku. Kakek Krishna sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuanku. Kakek juga tidak habis pikir cara yang ku gunakan untuk mengalahkan mereka semua.


Sebenarnya sebelum mereka datang, aku sudah mencari tahu informasi tentang mereka. Sangat mudah bagiku untuk meretas hape kakek Krishna. Jadi, aku bisa tahu siapa yang akan datang padaku nanti. Ku gali semua info tentang mereka. Asal usul, kemampuan yang menonjol, menengah, dan rendah. Aku juga mempelajari semua kemampuan mereka. Jadi ketika bertanding aku benar-benar siap.


Ada alasan lain yang membuatku yakin bisa mengalahkan mereka. Hatiku selalu berkata bahwa mereka bukan jodohku. Tak bergetar hatiku saat melihat foto dan wajah asli mereka. Aku juga tidak tahu mengapa? Tapi itulah yang ku rasakan. Alasan lainnya karena aku masih terikat dengan Ucup di masa lalu. Tak bisa ku pungkiri pertemuan kami hari itu sangat membekas. Meski aku tidak tahu dimana dia sekarang.


Untuk membuat kakek senang, akhirnya aku setuju bertemu dengan laki-laki pilihan kakek. Tentu saja dengan syarat bisa mengalahkanku. Jika aku kalah aku akan menerima laki-laki itu jadi calon suamiku jika aku menang maka aku bisa menolak perjodohan.

__ADS_1


Awalnya ku pikir kakek hanya menyodorkan satu laki-laki saja, rupanya selama ini kakek sudah melakukan seleksi. Ada kurang lebih 30 laki-laki yang disodorkan padaku. Saat kakek memberikan data dan foto mereka padaku, jujur, "I'm really shock!"


Aje gile! Banyak betul yang sudah di seleksi kakek. Pensiunan jendral sepertinya banyak waktu luang.


Akhirnya aku minta waktu satu bulan pada kakek untuk memilih pria yang akan datang. Sebenarnya hanya alasan agar bisa berlatih untuk memenangkan pertarungan. Setelah persiapan selesai, aku mulai mempersilakan mereka datang.


Pria pertama yang datang padaku bernama Anton. Pangkat Letkol, anak jendral bintang 4. Kemampuan yang menonjol adalah menembak. Jadi, ku tantang Anton dalam adu tembak sasaran bergerak. Tempat pertandingan adalah hutan tempat para prajurit biasa berlatih. Tadinya aku mau adu renang saja, tapi nanti aku dibilang curang, karena memanfaatkan kelemahan lawan. Anton ini sudah tidak bisa berenang karena trauma pernah tenggelam saat melakukan misi pertamanya.


Awalnya aku sangat kesulitan dengan medan pertempuran itu, dalam 10 menit saja aku baru mendapat 1 sasaran. Dalam waktu yang sama Anton sudah berhasil melumpuhkan 5 sasaran. Meski aku sudah melihat peta lokasinya, entah mengapa jadi terasa berbeda saat berada di lokasi aslinya. Ku tenangkan diri, ambil napas dalam-dalam, dan konsentrasi lagi. Ku coba menyatukan gambaran peta dan keadaan sesungguhnya. Awalnya sulit tapi akhirnya aku bisa juga menyatukan keduanya. Kini aku bisa melihat semua sasaran tembakku.


Hanya tinggal 10 menit lagi waktu berakhir. Aku bergegas mengejar ketertinggalanku. Ku tingkatkan kecepatan membidik dan konsentrasi penuh pada titik sasaran. Akhirnya aku bisa menyusul ketertinggalanku. Kini tinggal 3 sasaran tersisa. Aku harus mendapatkannya agar kemenangan ku mutlak. Ku akui Anton sangat cepat dan akurat dalam menembak.


"Aku menang!"


Teriakku dengan sangat girang. Ku lihat Anton tersungkur lemas di tanah. Dia merasa kecewa pada dirinya. Aku mendekatinya dan mengajaknya bangkit.


"Aku kalah!"

__ADS_1


Meski kecewa dia tetap mengakui kekalahannya. Dia menjabat tanganku dan tersenyum. Aku membalas senyumannya.


"Senyummu indah, sayang sekali aku tak bisa memilikimu!"


"Mungkin kita memang tidak berjodoh! Sebaiknya kamu beranikan diri untuk membawa gadismu! Jika kamu berani menerima tantanganku kenapa tidak berani membawa gadismu?"


Aku tertawa sambil mengatakan itu. Anton terkejut mendengar kata-kataku. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia malu karena ketahuan sudah memiliki kekasih.


"Berarti.... kau...?"


"Ya, aku sudah tahu semuanya. Semua tentangmu, kekasihmu, dan juga traumamu! Gadis itu sangat manis dan lugu. Dia masih murni. Jangan sakiti dan permainkan dia! Jika aku tahu kau menyakitinya, siap-siap saja senjatamu yang akan ku tembak sampai hancur!"


Anton tersenyum malu saat aku mengatakan hal itu. Pria itu mengangkat tangannya membentuk gerakan hormat. Aku juga membalas hormatnya. Kemudian dia melepas topinya sebagai wujud penghormatan dan mengakui kemampuanku.


"Aku berjanji akan menjaga gadisku!"


Sebulan setelah itu aku menerima kabar bahwa Anton akan menikah dengan gadis yang dicintainya. Kakek Krishna terkejut mendengar hal itu. Tapi aku tidak terkejut.

__ADS_1


"Ya Ampun, kakek pikir dia masih single beneran, ternyata sudah truk gandeng! Maafkan kakek ya, Cit! Selanjutnya kamu tentukan sendiri mau yang mana, kan masih banyak stok!"


Kakek bicara sambil berlalu menuju halaman belakang. Seperti biasa, jika pagi begini kakek akan pergi ke halaman belakang mengurus semua hewan peliharaannya. Selanjutnya aku harus menentukan lagi siapa yang akan bertanding denganku.


__ADS_2