
Kehebohan terjadi di ruang konferensi setelah kemunculan Cicit. Jordan yang melihat kemunculan Citra langsung lari karena takut. Yusuf segera memerintahkan beberapa pengawal untuk mengejar mereka. Kini tinggallah Rachel di ruangan itu. Nyalinya sudah semakin ciut karena semua yang direncanakannya hancur berantakan. Rachel mulai mundur perlahan.
Tiba-tiba saja ponsel seorang wartawan berbunyi. Sebuah pesan misterius masuk. Wartawan itu membelalakkan matanya saat membaca pesan itu. Pria itu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Segera bertanya langsung kepada Yusuf mengenai pesan yang masuk barusan. Tak hanya satu wartawan rupanya wartawan lain juga mendapatkan pesan yang sama.
"Tuan Yusuf, baru saja kami mendapat pesan dari seorang misterius. Isinya mengatakan bahwa Nona Rachel adalah kerabat anda. Dia adalah cicit dari Kakek Buyut anda, Indra Atmaja. Apakah itu benar?" Yusuf sebenarnya sangat terkejut dengan berita itu. Tetapi pria itu berhasil menyembunyikan keterkejutannya. Ekspresi datar masih menghiasi wajahnya saat ini.
"Dia? Kerabatku? Yang benar saja?! Indra Atmaja siapa? Saya tidak tahu! Kakek buyutku adalah Hendra Atmaja. Kami tidak pernah diberitahu tentang hal itu! Jadi jangan mempercayai sumber yang tidak jelas!" Yusuf membantah hal itu.
"Tapi katanya orang ini punya bukti kalau Nona Rachel adalah kerabat anda."
"O ya? Bukti apa yang dimilikinya? Tes DNA? Jika benar seharusnya orang itu datang padaku bukan kepada kalian!" Yusuf masih membantah.
Rachel masih terdiam dan mencerna. Seingat dia, ayahnya hanya berpesan jika keadaan menjadi kacau akan ada sesuatu yang bisa menyelamatkannya.
Apakah ini yang dimaksud ayah? Rachel.
__ADS_1
"Tuan Yusuf yang terhormat sangat tidak baik jika membantah seperti itu! Aku teringat pesan terakhir mendiang ibuku bahwa kami masih memiliki kerabat dari Keluarga Atmaja. Jadi kemungkinan aku adalah kerabatmu adalah benar!" Rachel meyakinkan dengan kata-katanya.
"O ya?!" Yusuf menatap dengan tatapan tidak percaya.
"Kamu pikir saya percaya?! Orang yang sejak tadi sudah banyak berbohong ini harus saya percaya? Apa saya sudah gila? Keamanan! Cepat seret perempuan ini ke kantor polisi! Sekalian dengan Jordan Vincent tadi!" amarah Yusuf sudah memuncak.
Keamanan langsung menghampiri Rachel. Mereka sudah memegang kedua tangannya. Rachel meronta minta dilepaskan tetapi kedua petugas itu tidak bergeming. Saat akan dibawa keluar ruangan sang pengawal langsung menghadang dan berusaha menyelamatkan majikannya.
"Ros, tolong aku! Lepaskan aku!" Rachel berteriak minta tolong. Rosalinda yang berusaha membebaskan majikannya dihadang oleh Cicit. Sementara itu, wartawan tadi berusaha mengalihkan perhatian dengan masih bertanya perihal kerabat. Yusuf mendiamkan pertanyaan wartawan itu.
Sebelum Rachel dibawa pergi, seorang wartawan berteriak dengan histeris.
Sontak teriakan itu menarik perhatian para wartawan lainnya. Mereka juga memeriksa lini masa online saat ini. Rupanya berita itu menjadi trending topic saat ini dan menggantikan posisi pencarian Cicit. Rachel yang mendengar sangat terkejut. Pasalnya Magic Girl adalah penopang terbesar mereka. Apa penyebab mereka menarik semua investasinya? Rachel masih berpikir keras.
"Maaf ya Nona Rosalinda! Majikanmu harus menerima hukuman! Sebaiknya kamu jangan mencoba untuk menyelamatkannya!" Cicit mulai menggertak Rosalinda.
__ADS_1
Rosalinda mulai geram. Tanggungjawabnya sebagai pengawal tidak bisa dijalankan dengan baik. Gadis itu langsung melayangkan pukulan ke arah Cicit. Nyonya Winata berhasil menghindarinya. Perkelahian tidak terhindarkan. Serangan demi serangan dari Rosalinda berhasil ditangkis. Akhirnya dengan cekatan Cicit berhasil melumpuhkan Rosalinda dengan menekan syaraf di bagian belakang leher. Kini gadis itu tidak sadarkan diri. Rosalinda yang tak sadarkan diri dibawa ke ruangan khusus yang sudah disiapkan Cicit.
Sementara itu, wartawan yang bertanya tentang kerabat tadi juga ikut diseret petugas untuk diinterogasi. Ketika semua peristiwa terjadi seseorang di kejauhan sedang mengamati kejadian itu. Tangannya mengepal kemudian menghantam dinding dengan kuat.
"Sial! Kenapa di saat begini mereka malah menarik uangnya? Apa jangan-jangan mereka melihat kejadian ini? Ah, sialan! Dasar anak bodoh!" pria itu memaki Rachel kemudian menghilang di kegelapan.
Setelah keributan berakhir. Andre mengambil alih konferensi tersebut. Pria tua itu meminta Cicit untuk bergabung bersama.
"Alhamdulillah! Semua keributan sudah berakhir! Sekali lagi saya ingin memperkenalkan menantu Keluarga Winata, Nyonya Muda Winata, Citra Srikandi Wirabuana! Istri dari anakku Yusuf Mahardika Winata! Saya tegaskan sekali lagi bahwa semua berita negatif tentang menantu saya adalah tidak benar. Cicit tetap masih suci saat menikah dengan Yusuf. Itulah kebenarannya! Saya harap kalian bisa menuliskannya dengan baik! Jika tidak bisa maka kalian tentu tahu apa yang akan terjadi jika saya marah, bukan?!" Semua wartawan yang ada dalam ruangan itu menelan saliva perlahan.
Setelah konferensi berakhir, Andre, Yusuf, dan Cicit bergegas ke ruang make up untuk berganti pakaian. Para wartawan yang hadir telah digiring menuju ruang resepsi. Sementara para pendemo yang dibawa Rachel tadi, sebagian telah pulang karena telah mengetahui kebenarannya. Sebagian lagi dipulangkan oleh para petugas keamanan.
Kini para undangan sudah memenuhi ruang resepsi. Mereka sudah tahu kebenarannya sekarang. Selama konferensi tadi para tamu juga dapat menyaksikan yang terjadi di ruang konferensi. Tak sedikit dari para tamu yang merasa menyesal telah mempercayai berita bohong yang dikarang Rachel.
Banyak dari mereka yang membatalkan kerja sama dengan perusahaan keluarga Vincent. Jadi bisa dipastikan jika saat ini mereka sedang ketar-ketir karena diambang kebangkrutan. Bahkan Magnolia saja tidak berani menampakkan dirinya di ruang pesta. Gadis itu juga sadar kalau usahanya untuk terus mendekati Yusuf tidak akan pernah tercapai. Gadis itu menyerah. Sebenarnya Magnolia tidak seambisius saudaranya. Dia hanya gadis yang tidak bisa menolak ketika sudah menyangkut bibinya, Mawar.
__ADS_1
Meski Magnolia dan Jordan adalah anak dari Cempaka Putih, entah mengapa perlakuan Cempaka selalu berbeda. Cempaka sangat mengistimewakan Jordan dibandingkan Magnolia. Di saat kesepian seperti itu hanya bibinya, Mawar yang selalu menyemangatinya. Mawar sudah menganggap Magnolia seperti putrinya sendiri. Magnolia diancam oleh ibunya agar terlibat dalam rencana mereka jika tidak setuju maka mereka akan melenyapkan Mawar.
Mawar bukannya tidak memiliki keluarga. Suami dan anaknya hilang dalam sebuah kecelakaan mobil 22 tahun yang lalu. Dalam kecelakaan itu hanya Mawar saja yang ditemukan selamat. Suami dan anaknya menghilang. Hingga kini Mawar tidak berhenti untuk mencari mereka. Meski kondisinya saat ini lumpuh, dia tidak menyerah untuk tetap mencari. Mawar percaya kalau suami dan anaknya masih hidup dan suatu saat mereka akan bertemu kembali.