BAKWAN?!!

BAKWAN?!!
Bab 47. Resepsi: Bertemu Kembali


__ADS_3

Suasana pesta resepsi begitu meriah. Suara musik mengalun merdu berpadu dengan indahnya suara sang biduan. Kedua mempelai sibuk menyapa para tamu undangan. Begitu juga dengan kedua orang tua yang sibuk bertemu dengan rekan bisnis.


Andre secara khusus memperkenalkan Bima sebagai besan dan juga rekan bisnis dari Wardhana Grup. Saat ini Bima yang menggantikan Singgih memimpin perusahaan. Itu merupakan strategi yang direncanakan Doni Wardhana untuk menyelamatkan Wardhana Grup. Jika tidak, sudah pasti Wardhana Grup akan berpindah tangan.


Dulu, sebelum Doni menyetujui untuk berhenti dari Wardhana Grup, pria tua itu telah merencanakan untuk memberikan sahamnya kepada keponakannya Bima secara diam-diam. Pria tua itu mengaku kepada Singgih kalau dia menjual sahamnya kepada seseorang. Sampai saat ini Singgih tidak tahu kalau saham Doni sudah beralih ke Bima. Bima sebenarnya juga tidak tahu menahu tentang saham itu. Selama ini, dia hanya merasa heran setiap tahunnya selalu ada dana yang masuk ke rekeningnya. Bima baru tahu saat diberitahu Doni kalau dirinya adalah pemegang saham terbesar di Wardhana Grup.


Bima sangat terkejut ketika diberitahu pertama kali. Doni menjelaskan bahwa dirinya harus melakukan itu untuk menjamin keselamatan Wardhana Grup di kemudian hari. Doni tidak ingin perusahaan yang ayahnya bangun dulu akan hilang begitu saja. Ternyata apa yang dikhawatirkannya dulu terjadi.


Bima sangat canggung saat bertemu dengan rekan bisnis Andre. Meski sudah sering melakukan pertemuan seperti itu, bagi Bima menjadi seorang jenderal masih lebih enak daripada pebisnis. Kalau jadi jendral cukup dengan wajah garang saja semua takluk sedangkan jadi pebisnis mesti ramah dan tersenyum untuk menarik kerja sama.


Kini, setelah Bima resmi menjabat pimpinan di Wardhana Grup, semua orang mengenal Cicit sebagai putri Wardhana, bukan lagi putri Jendral Wirabuana. Sebenarnya jabatan Bima saat ini hanya sementara saja. Seharusnya perusahaan Wardhana diambil alih oleh Joni. Karena Joni sudah dianggap meninggal jadilah Bima yang sementara waktu menggantikan sampai semua kasus terungkap. Itu juga memberikan waktu bagi Joni untuk belajar di bawah bimbingan Yusuf.


Sementara itu, di sebuah kamar terdapat dua sejoli yang sudah lama tidak bertemu. Sang wanita pujaan sedang terbaring lemah di atas ranjang sejak tadi. Belum sadarkan diri hingga kini. Di samping ranjang, duduk seorang pria dengan emosi yang bercampur aduk. Marah, sedih, cemas, dan rindu jadi satu. Wanita yang menghilang 3 tahun lalu itu kini sudah ditemukan.


Tadi saat diberitahu, sang pria langsung meninggalkan pos jaganya untuk bertemu dengan sang wanita. Terdapat semburat kebahagiaan di wajahnya yang garang. Pria itu tidak mengerti alasan wanitanya pergi 3 tahun lalu. Jika itu hanya tugas, mengapa harus pergi diam-diam. Jika kepergiannya karena untuk memenuhi janji masa kecilnya dulu, maka pria itu tentu tidak akan mengampuninya. Kali ini pria itu akan memberitahu yang sebenarnya kepada sang wanita.


Sudah satu jam sejak kakak perempuannya melumpuhkan wanita pujaannya. Namun tanda-tanda akan sadar belum juga terlihat. Ketika sampai tadi kakaknya mengatakan bahwa wanita itu sudah diracuni pikirannya. Obat penawar juga sudah diberikan. Tugasnya hanya menjaga wanita itu hingga sadar. Kakaknya juga mengatakan bahwa kadar racunnya hanya sedikit tetapi mampu menghilangkan memori seseorang. Beruntungnya waktu pemberian racun itu belum lama jadi masih bisa diselamatkan.


"Ros! Ros! Bangunlah Ros!" Cakra berbisik di telinga Ros. Namun yang dipanggil tidak juga bangun.

__ADS_1


Cakra sering sesumbar untuk mencari jodoh yang seperti kakak atau ibunya. Sebenarnya pria muda itu sudah memiliki kandidat tetapi karena perbedaan umur membuat hubungan itu belum berjalan. Rosalinda memiliki usia yang sama dengan Cicit, kakak perempuannya. Sebenarnya Cakra tidak pernah mempermasalahkan hal itu tetapi tidak begitu bagi Rosalinda. Perbedaan usia 3 tahun itu cukup membuatnya terganggu. Itu juga yang menjadi alasan baginya menghindari Cakra.


"Ros! Ini aku, Cakra! Pria ndablek yang tidak bisa melupakanmu! Meski sudah berusaha move on tetap tidak bisa. Ros, bangunlah! Aku rindu padamu!" tanpa sadar air mata Cakra menetes begitu saja. Rasa rindu yang dimilikinya lebih besar dari amarahnya. Kini, pria itu hanya ingin wanita pujaannya sadar dan tersenyum padanya.


"Ros, bangunlah! Aku punya kabar bagus untukmu! Ini tentang ibumu! Ibumu masih hidup, Ros! Bangunlah Ros! Bukankah kamu ingin bertemu ibumu?" Tangan Cakra menggenggam tangan Ros, mengalirkan kehangatan di sana. Sesekali Cakra mencium tangan Ros.


"Ros, bangunlah! Akhirnya kita bertemu kembali.Kali ini aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi. Aku mencintaimu, Ros!" Cakra kembali berbisik di telinga Ros saat mengungkapkan perasaannya. Kemudian mencium keningnya.


Sementara sang pria masih menunggu kesadaran wanitanya kembali, Rosalinda masih terjebak dalam mimpinya. Gadis itu bermimpi kembali ke masa lalu saat dirinya masih kecil.


Dia melihat kejadian saat kecelakaan mobil yang menimpa dirinya dan keluarganya. Saat itu demi menyelamatkan dirinya dan ayahnya, ibunya mengorbankan diri. Sesaat sebelum mobil masuk jurang, Mawar dengan paksa mendorong Rosalinda dan Firman keluar dari mobil. Saat itu bukannya Mawar tidak ingin selamat, hanya saja kakinya tersangkut yang membuat dirinya tidak bisa bergerak dan keluar dari mobil.


Setelah kejadian itu, Firman dan Rosalinda sementara waktu tinggal di kediaman Wirabuana. Rosalinda akrab bermain dengan Cicit dan Cakra. Sampai satu waktu, datang gadis kecil yang merusak keindahan persahabatan itu.


Cakra kecil sangatlah manja. Meski Cakra dan Cicit saudara kandung mereka kurang akur. Kehadiran Rosalinda membuat Cakra seperti bertemu malaikat yang tidak dia temukan di diri kakaknya. Cakra kecil sangat menempel pada Rosalinda. Dia sampai memanggil Rosalinda dengan Ocha.


"Ayah... ayah! Kalau Cakra sudah besar nanti, Cakra mau menikah dengan Kak Ocha! Boleh kan yah?" Ucapan Cakra kecil membuat semua orang terkejut. Wajah Rosalinda juga langsung memerah.


"Boleh saja Cakra! Tetapi kamu harus jadi kuat dulu ya! Biar bisa melindungi Kak Ocha!" Firman menyahut permintaan Cakra.

__ADS_1


"Horeee! Tenang saja paman! Cakra akan jadi kuat dan melindungi Kak Ocha!" ucap Cakra sambil joget-joget karena permintaannya dipenuhi.


Beberapa hari kemudian, di suatu sore saat mereka bermain, datang seorang gadis kecil menghampiri mereka. Sebenarnya gadis kecil itu sudah beberapa kali main di taman tetapi mereka bertiga tidak ada yang mengajaknya. Cakra tidak suka dengan gadis kecil itu. Begitu juga dengan Cicit. Tetapi berbeda dengan Rosalinda. Kesamaan nasib antara dirinya dan gadis kecil itu membuatnya tak bisa abai dengan gadis kecil itu.


Di sore itu, Rosalinda mengajak gadis kecil itu bergabung. Tetapi Cicit dan Cakra tidak setuju. Terkadang gadis kecil itu diajak bermain ke kediaman Wirabuana. Saat memasuki rumah Cicit, gadis itu jadi terlihat sifat aslinya. Kesombongan mulai terlihat di wajah gadis kecil itu. Tak jarang dia menyuruh Rosalinda seperti pelayan. Hal itu membuat Cakra geram. Tak jarang juga gadis bernama Rachel itu mendekati Cakra dan bermanja-manja padanya. Sikap gadis itu membuat Cakra kecil muak kemudian mengusirnya.


Tetapi hal itu tidak membuat Rachel putus asa. Tujuannya mendekati Cakra agar bisa masuk dalam keluarga Wirabuana yang kaya dan dihormati. Gadis kecil itu mendekati Rosalinda. Rachel tahu bahwa Rosalinda menyukai Cakra, hanya saja dia tidak berani mengungkapkannya. Sampai akhirnya Rachel meminta Rosalinda untuk membantunya mendekati Cakra. Gadis kecil itu juga meminta Rosalinda berjanji untuk menjauhi Cakra.


Semenjak itu, Rosalinda selalu berusaha menghindari Cakra dan mendekatkan Cakra dengan Rachel. Rachel sangat senang tetapi Cakra sangat tidak suka dengan apa yang dilakukan Rosalinda.


"Dasar Rosalinda bodoh! Mau saja ku peralat! Aku hanya ingin kekayaan Wirabuana bukan Cakra! Dengan begini tujuanku pasti mudah tercapai. Aku benci sekali dengan ibuku. Sudah hidup enak malah pergi dari rumah besar itu. Dasar ibu bodoh!" Gadis kecil itu tertawa melihat kebodohan Rosalinda.


Jiwa Rosalinda berjalan ke tempat lain lagi. Kini dia dihadapkan pada sebuah kotak. Kotak itu masih tertutup rapat. Rosalinda melihat sekeliling, terdapat kunci di atas kotak itu. Kuncinya tergantung. Rosalinda berusaha menggapai kunci itu tetapi tetap tidak sampai.


Tiba-tiba dia teringat akan kejadian di masa kecilnya yang sama dengan dia hadapi sekarang. Dulu ada Cakra yang membantunya, sekarang tidak ada lagi. Hati Rosalinda sedih. Tanpa sadar Ros memanggil namanya. "Cakra!" Entah mengapa tiba-tiba bayangan Cakra hadir di hadapan Ros dan membantunya mengambil kunci itu. "Ambillah dan bukalah! Aku menunggumu di sana!" tangan Cakra menunjuk ke sebuah titik cahaya. Rosalinda masih terkejut. Dia menerima kunci itu kemudian membuka kotak tersebut.


"Di mana aku?" kesadarannya masih belum pulih benar. Tetapi seorang pria sangat sumringah melihat gadisnya kembali.


Reader yang baik hati! Maaf ya baru bisa up satu episode! Author akan usahakan lagi untuk bisa up cepat ya! Terima kasih! 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2