
Dalam keharuan pertemuan Magnolia dan Frans banyak mata yang memperhatikan mereka. Andre, Aiu, dan juga Yusuf tidak menduga jika Magnolia sudah menikah. Mereka penasaran tetapi juga senang karena Magnolia sudah menemukan pasangannya.
"Kalian bertiga, mengapa sejak tadi memandangi kami terus? Terutama kamu pria jangkung? Ini istriku! Jangan kau macam-macam ya?!" Frans merasa risih karena dipandangi sejak tadi.
"Aku sudah punya istri jadi untuk apa mengganggu istrimu! Aku hanya penasaran saja, bagaimana kalian bisa menikah?"
"Oh, kalian penasaran ya? Baiklah akan kami ceritakan. Aku seorang dokter syaraf yang bekerja di rumah sakit di Kota D. Magnolia dulu mencariku untuk mengobati lumpuh yang diderita bibinya. Dia bilang aku harus merawatnya di sebuah tempat terpencil. Karena keadaan khusus dia tidak bisa dibawa ke rumah sakit. Aku menolak karena tidak bisa meninggalkan rumah sakit. Tapi istriku ini sangat gigih, setiap hari selalu datang untuk membujukku ikut dengannya. Hampir 5 bulan dia melakukan itu, akhirnya aku menyerah dan ikut dengannya. Karena aku juga penasaran kondisi khusus apa yang membuatku harus ke sana. Saat sampai di rumah itu, akhirnya aku sedikit paham akan situasi yang dihadapinya. Awalnya aku hanya bersimpati tetapi kelamaan aku jadi menyukai dan jatuh cinta padanya karena kebaikan hatinya. Aku pun mengajaknya menikah tetapi dia menolak karena berbeda keyakinan."
"Berbeda keyakinan? Bukankah kamu juga seorang nasrani juga?" Yusuf mencoba menebak. Frans hanya tersenyum simpul.
"Apa karena nama dan wajahku ya kamu bisa berkata begitu?" Yusuf hanya mengangguk.
"Frans Fernandez, nama yang begitu keberatan. Belum lagi wajahku yang blasteran ini, sudah pasti orang mengira aku seorang nasrani. Nyatanya aku seorang muslim." Tiba-tiba Bima menyela.
"Magnolia, bukankah ibumu itu muslim? Setahuku keluarga Setiawan keturunan muslim."
"Itu dulu sebelum menikah dan masuk ke Keluarga Vincent!"
"Oh, begitu! Lalu bagaimana kalian bisa bersama?" Bima jadi ikut penasaran.
"Itu karena aku yang memutuskan untuk memeluk Islam. Sebenarnya aku sudah lama ingin hijrah. Jauh sebelum bertemu Frans. Sejak aku bertemu bibi dan melihat bibi yang selalu berdoa, aku merasa ada kedamaian. Tetapi aku belum sepenuhnya yakin. Sampai aku melihat Frans sedang solat, entah mengapa tiba-tiba aku ingin sekali solat. Lalu aku berkata kepada bibi kalau aku ingin memeluk Islam. Bibi juga bertanya apakah karena ingin menikah dengan Frans? Ku jawab tidak. Akhirnya aku memeluk Islam tanpa Frans mengetahuinya. Frans baru tahu setelah 3 bulan karena tidak sengaja memergokiku yang sedang solat di kamar bibi. Setelah itu Frans baru mengajakku menikah. Akhirnya kami menikah. Ibuku murka saat tahu kami telah menikah. Ibu meminumkan Frans obat yang membuatnya gila. Kemudian mengancamku akan membunuh suamiku jika tidak terlibat dalam rencananya. Begitulah yang terjadi." Magnolia mengakhiri ceritanya.
__ADS_1
"Itukah alasannya kamu minta bersembunyi di luar negeri?" Yusuf mencoba memastikan dan Magnolia hanya mengangguk.
"Jika Frans pergi siapa yang akan merawat penyakit bibi Mawar?" Cicit merasa cemas.
"Tenang saja, sebenarnya bibi sudah lama sembuh. Bibi sudah bisa berjalan lagi sejak setengah tahun lalu. Hanya saja masih disembunyikan karena masih harus menjalani banyak terapi sampai sembuh total. Bi, tunjukkan kepada mereka kalau bibi sudah bisa berjalan lagi!"
Akhirnya Mawar menunjukkan kepada mereka kalau dirinya sudah bisa berjalan. Mawar berjalan perlahan. Gerakannya sudah rapi. Frans merasa kagum dengan semangat Mawar selama pengobatan.
"Jalanmu sudah rapi, bi dibandingkan waktu latihan tadi pagi! Apakah karena sudah bertemu dengan keluargamu?" Mawar hanya mengangguk.
"Tapi sebelum kami pergi, aku akan berikan pengobatan untuk anakmu. O ya ini obat penawar yang ku bawa dari rumah itu, tidak banyak tapi ku rasa cukup untuk anakmu." Frans memberikan obat itu kepada Mawar.
"Obat yang ku miliki sudah ditingkatkan dosisnya dan mampu langsung menetralisir obat terbaru yang mereka kembangkan. Kalau tidak salah, Ros itu digunakan sebagai percobaan untuk obat terbaru, jadi penawar biasa hanya mampu menetralisir sedikit demi sedikit saja dan butuh waktu lama untuk menetralisir semua racun di tubuhnya." Frans menjelaskan.
"Magnolia, apakah kamu tahu alasan ibumu melakukan semua itu?" Kini Bima yang penasaran.
"Aku tidak tahu apa alasan utamanya. Terkadang ibu tidak seperti dirinya. Aku juga tidak mengerti." Magnolia sendiri merasa ada yang tidak beres dengan ibunya.
"Hmmm... Begitu ya? Setahuku meski ibumu orang yang ambisius tetapi seingatku, ibumu dulu tidak menikah dengan Vincent. Bukankah begitu Laras?" Bima mencoba mencari tahu dari ingatannya.
"Iya! Seingatku Cempaka tidak menikah dengan Vincent melainkan dengan Bayu, iya.. Bayu Pradana. Betulkan ayah?" Laras bertanya kepada ayahnya.
__ADS_1
"Setelah kamu bilang, ayah jadi ingat lagi! Krishna, Bukankah Keluarga Pradana waktu itu mengalami kecelakaan ya? Terus entah apa yang terjadi tiba-tiba mereka menghilang begitu saja. Apa ada kaitannya dengan kemunculan Vincent?" Krishna bertanya-tanya.
"Magnolia, Frans, bisakah kalian tinggal disini dulu. Jangan pergi dulu! Lia, jika bibi katakan bahwa perlakuan buruk ibumu selama ini padamu untuk melindungimu, apakah kamu akan percaya?" Mawar sebenarnya tahu apa yang terjadi tetapi dia belum bisa mengungkapnya.
"Apa maksud bibi? Bibi tahu ibu sangat kejam padaku. Kenapa bibi bilang untuk melindungimu? Tidak masuk akal." Magnolia tidak Terima dengan perkataan bibinya.
"Kamu memang tidak tahu tetapi bibi tahu ibumu selalu menangis setiap kali memarahimu. Seolah-olah ibumu sengaja melakukan itu. Dia ingin kamu dekat denganku, sehingga kamu aman bersamaku. Bukankah selama ini kamu hanya tinggal denganku di rumah itu. Baru beberapa waktu ini saja bukan kamu tinggal bersama mereka. Apa selama kamu tinggal bersama mereka tidak ada hal aneh yang dilakukan ibumu?" Mawar sebenarnya sedang mencari tahu dan ingin mencocokkan dengan apa yang dia temukan belum lama ini.
"ibu... Jika ayah dan kakak tidak di rumah, dia akan pergi ke hutan di belakang rumah dengan membawa makanan dan pergi dengan tersenyum. Tetapi selalu kembali dengan wajah muram. Aku tidak tahu apa yang terjadi."
"Begitu ya? Kalau begitu sebaiknya buku ini aku berikan padamu. Belum lama ini aku tidak sengaja menemukannya saat membetulkan kasur yang selalu terasa ganjal saat dipakai tidur. Saat aku meraba apa yang ganjal ternyata ada buku ini. Ku rasa ini milik ibumu. Benar yang dikatakan Laras bahwa dulu Cempaka memang menikah dengan Bayu Pradana. Bagaimana bisa bersama Vincent kamu akan menemukan jawabannya di buku itu. Semua penderitaan ibumu tertulis disana. Ini juga sudah larut sekali sebaiknya kita istirahat. Besok baru dibahas lagi!" Sebenarnya semua orang penasaran dengan isi buku itu tetapi tidak mungkin jika dibahas saat itu. Semua sudah lelah.
Magnolia menerima buku itu dengan tangan gemetar. Buku yang sudah usang tetapi masih terawat. Pikirannya berkecamuk. Banyak pertanyaan muncul di benaknya. Frans yang menyadari itu langsung memeluknya. Mereka juga kembali ke kamarnya. Frans meminta istrinya agar besok pagi saja membacanya setelah solat subuh.
Mawar dan Firman kembali ke kamar dimana Ros dirawat. Mawar langsung menangis melihat kondisi putrinya yang terbaring lemah. Firman memeluk istrinya untuk menenangkan. Setidaknya dia bersyukur bahwa mereka sudah bersama kembali.
"Sayang, aku ingin tidur bersama Ros. Aku sangat merindukannya."
"Baiklah! Mari kita tidur bersama!" Mawar berada di samping Ros dan Firman di samping Mawar. Keluarga yang terpisah itu kini telah bersama.
Bagaimana kisah selanjutnya? Ikuti terus ya! 😊😊😊
__ADS_1