
"aaaaa...." teriak agatha saat melihat benda tersebut.
"yaelah bege, kayak liat apa aja. ini cuman liontin kali." kesal agatha kepada dirinya (auto gila nih agatha).
agatha meneliti setiap inci dari liontin itu. liontin mawar hitam dengan gambar tengkorak ditengahnya. setelah puas dengan liontin itu, agatha mengambil sepucuk surat ayahnya. tampak muka agatha berubah menjadi serius memahami isi surat itu.
*****
sudah beberapa menit agatha terdiam di dalam mobilnya yang sudah terparkir rapi dilapangan parkir sekolah.
'itu alice bukan ya? kayaknya buru buru banget.' batin agatha yang melihat sahabatnya berjalan tergesa gesa.
'lohh kok dia malah kebelakang sekokah. gue ikutin aja kali yaa.'
agatha bergegas turun dari mobil dan berjalan cepat tanpa suara mengikuti alice.
"Dia baik-baik saja queen. dia sudah kembali ke sekolah, tapi kemarin dia izin. menurut informasi yang saya dapat dia menghadiri rapat perusahaan." jelas alice kepada orang disebrang sana.
agatha menerka. apa mungkin dia yang di maksud alice.
"baik queen, saya akan terus memberikan informasi tentang aktivitas agatha. kalau begitu saya tutup telfonnya, saya harus kembali ke kelas." ucap alice lagi lalu memutuskan sambungan telfonnya.
__ADS_1
agatha tercengang mendengar namanya disebutkan. agatha mematung, sedang suara langkah kaki alice semakin dekat.
saat alice sudah dekat dengan tempat agatha berada. agatha langsung tersentak dari lamunanya dan buru-buru meninggalkan tempat itu. takut jika alice memergoki dirinya sedang menguping.
'tadi alice ngebahas tentang gue kan? apa dia jadi mata mata seseorang? ngapain dia laporin aktivitas gue coba? apa ini ada hubungannya dengan kematian keluarga gue?' pertanyaan demi pertanyaan terus mengusik agatha, hingga teriakan seseorang yang memanggil namanya membuyarkan lamunannya.
"tha... agatha!!! tungguin dong." teriak gadis itu.
agatha menoleh,menyipitkan matanya mencari tahu siapa yang memanggilnya.
"buruan syaa..." teriak agatha menimpali.
'gue harus cari tau kenapa alice melakukan itu semua.' batin agatha kembali melamun.
"enak aja lo. siapa juga yang ngelamun. yukk ke kelas." elak agatha.
"yaela ngaku aja kali, gak usah ngelak gitu." timpal nafisya lagi.
"udah ahh. serah lo, gue kekelas dulu ya." balas agatha mengalihlan.
"tha.. bareng aja kali, kan gue juga mau ke kelas. emang lo pikir gue mau kemana."
__ADS_1
"ya kali aja lo mau disini cerita ma tembok."
"enak aja lo tha."
agatha dan nafisya berjalan beriringan menuju ke kelas. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari belakang sambil tersenyum tipis, yang ternyata adalah alice.
'maafin gue ya tha.. gue harus ngabarin queen tentang keseharian lo. ini juga buat kebaikan lo.' batin alice menatap punggung agatha yang semakin jauh.
Di kelas
agatha dan nafisya duduk di bangku masing masing. karna bangku mereka berdekatan, mereka menyempatkan untuk bercerita sebelum bel masuk berbunyi.
"tha... kemarin kenapa lo gak masuk sekolah?. gue tu kawatir tau. baru aja sehari lo datang ke sekolah ehhh malah kemarin gak dateng lagi." tanya nafisya
"ada urusan mendesak. ntar aku ceritain" jawab agatha singkat.
"yaudah, iya." jawab nafisya sambil menengok ke pintu karena mendengar suara langkah kaki yang akan masuk ke kelas.
"ehh alice, tumben lambat neng. macet ya?" tanya nafisya dengan nada sedikit mengejek.
sedang agatha menatap alice dengan tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
#sampaai sini dulu yah readerss. pantauin terus karya ku. ketemu lagi di episode selanjutnya.
jangan lupa tinggakkan jejak kalian♥