Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Negara B


__ADS_3

agatha sudah tiba di bandara, dia akan lepas landas beberapa jam lagi.


"paman, aku pamit dulu yah. paman jaga kesehatan dan agatha mohon paman memperhatikan perusahaan ayah. mungkin agatha akan pergi dalam waktu yang lama. agatha mungkin akan meneruskan sekolah agatha ke jenjang kuliah di sana." pamit agatha. ya, agatha tidak memberitahu kepada siapapun kalau dirinya ke negara B adalah untuk menemui wanita yang ayahnya sapa dengan panggilan putri.


sempat terpikir di benak agatha jika ayahnya punya anak dari wanita lain. tapi dia menepis pikirannya dan mencoba mengalihkan pikirannya. mungkin saja itu adalah anak dari saudara nya atau bahkan anak angkat ayahnya. Agatha tak mau pusing dengan identitas asli dari wanita itu. yang pasti agatha tidak mau berburuk sangka kepada ayahnya.


sudah dua jam setengah agatha menunggu di bandara, dia menghabiskan separuh waktunya untuk berkeliling, lalu melakukan check-in. agatha sudah menyelesaikan sesi check-in nya, dia masuk ke boarding room (ruang tunggu) dengan memegang boarding pass yang di sana tertera nomor kursi dan gate yang akan ditempatinya.


Cukup lama Agatha menunggu, hingga resepsionis mengumumkan bahwa sebentar lagi mereka akan lepas landas. setelah melalui beberapa pengecekan, agatha naik ke pesawat dan segera mencari nomor kursinya. agatha menyimpan koper sedang nya di bagasi kabin lalu duduk dan memakai sabuk pengamannya. dia melirik melalui jendela pesawat.


"selamat tinggal semuanya." ucap agatha menatap lurus keluar jendela pesawat.


"Sebentar lagi pesawat kita akan lepas landas. Diharapkan kepada setiap penumpang untuk memasang sabuk pengaman kalian masing-masing." Suara kapten penerbangan yang berasal dari speaker yang dipasang di setiap gate pesawat.


1


2


3


pesawat berhasil lepas landas dengan baik. setelah pesawat terbang dengan stabil, agatha memilih untuk mendengarkan musik selama perjalanan.


******


Bandara Negara B


tiba di negara B. agatha melalui beberapa proses hingga akhirnya dia bisa keluar dari terminal bandara. dia berencana untuk menginap di salah satu hotel, dan mencari wanita itu besok. tapi....


"miss agatha?" tanya seorang wanita muda.

__ADS_1


"Yes, who are you?" tanya agatha kembali.


"saya sekretaris nona ainsley. saya di tugaskan untuk menjemput nona." tutur wanita itu dengan bahasa khas negara tersebut, bahasa inggris.


"ainsley, siapa dia?" tanya agatha bingung. pasalnya ini baru pertama kali baginya berkunjung ke negara itu. tiba-tiba ada yang langsung bersikap mengenalnya. benar saja, agatha harus waspada. bisa saja wanita itu adalah suruhan dari orang yang sudah menghabisi keluarganya.


"nona ainsley adalah putri dari ayah anda. beliau bilang anda akan datang berkunjung dan meminta saya untuk menjemput anda. beliau juga berpesan untuk mengantarkan anda ke kediamannya." jelas wanita itu panjang lebar.


"saya tidak mengenal anda, dan saya tidak mengenal ainsley. bagaimana saya bisa mempercayai ucapan anda.?" ragu agatha


"nona ainsley sudah menduga ini akan terjadi, maka dari itu beliau memberikan saya liontin yang sama seperti yang anda kenakan saat ini." jellas wanita itu sambil memperlihatkan liontin yang sama dengan liontin yang dikenakan agatha.


agatha diam, menimang apakah dia harus mengikuti wanita ini atau tidak.


'tapi, bagaimana dia tau kalau gue bakal datang ke negara ini. bahkan gue tidak memberitahu kepada siapapun alasan gue datang kesini. semuanya hanya tau kalau gue bakal ngelanjutin sekolah di luar negeri.' batin agatha. dia bimbang, dia masih tidak bisa dengan mudah mempercayai siapapun.


"kalau nona agatha masih belum percaya, saya punya bukti satu lagi. ini dia." ucap wanita itu sambil memperlihatkan foto di ponselnya yang ternyata foto ayah agatha bersama dengan seorang gadis.


"ini foto tuan bersama nona ainsley. apa nona agatha masih belum percaya juga? nona ainsley hanya mengkhawatirkan anda. karna negara ini berbeda dengan negara anda. di sini pergaulannya bebas, berbahaya bagi anda yang masih muda berkeliaran sendiri disini." jelas wanita itu lagi. wanita itu mencoba untuk tetap sabar, bagaimana pun ini adalah tugasnya.


"baik, kalau begitu saya ikut." walau masih ragu, agatha mengiyakan untuk ikut dengan wanita itu. bagaimana pun yang dikatakan wanita itu ada benarnya. mengingat bagaimana saat agatha masih menginap di hotel setelah kematian orang tuanya, ada seorang pria yang mengganggunya saat berjalan ke lorong menuju kamarnya.


"silahkan nona saya akan mengantarkan anda ke mobil."


"anda bisa jalan lebih dulu, saya tidak tau mobilnya ada dimana."


"baik nona."


wanita yang mengaku sebagai sekretaris anak dari ayah agatha. setelan jas yang terlihat sempurna di tubuhnya, tubuh yang senantiasa tegap, berwibawa, tegas, dan jika agatha perhatikan lagi sepertinya dia memiliki body yang kekar, mungkin seperti seorang petinju.

__ADS_1


saat diperjalanan agatha melihat seseorang sedang di bully. karena tidak tega, agatha meminta kepada wanita tadi untuk menghentikan mobilnya.


"ada apa nona?" tanya wanita itu saat mobil telah berhenti dengan sempurna.


"itu ada yang sedang di bully, saya harus membantunya." jawab agatha


"itu urusan mereka nona. nona tidak usah ikut campur." timpal sang wanita datar.


"tidak bisa. kasian dia, dia sudah terluka. tapi teman temannya masih saja memukulinya. kamu tunggu di sini saja kalau kamu tidak mau ikut." tegas agatha.


agatha bergegas turun dari mobil dan menghampiri tempat pembully-an itu.


"khmm." dehem agatha, membuat semua orang di sana menoleh kearahnya.


"ngape neng?" nyolot salah satu dari mereka.


"kalian yang ngapain gangguin teman kalian sendiri?" tanya agatha kesal, mereka jelas saja satu sekolah karena seragam yang mereka kenakan saat ini persis sama.


"emangnya kenapa? sana jauh-jauh, ini bukan urusan lo. emang lo nggak tau kita ini siapa?" Sinis temannya yang lain mengusir Agatha.


"ihhh ta...,ku..**." canda agatha mengejek mereka. "cihhhh, emangnya kalian siapa? heumm..., oh iya, kalian siswi kan bukan presiden ngapain gue mesti takut." balas agatha sinis.


"berani-beraninya lo sama kami. lo gak tau kami siapa, hah? minta di hajar ni anak" bentak seorang gadis yang menjambak rambut gadis yang di bully. jika dilihat dari seragam mereka, mereka adalah anak SMA. dia berdiri berniat maju untuk menampar agatha. saat tangannya sudah melambung cepat keudara,....


"stopppp...............


#segini dulu ya guyss. untuk kalian♥♥


jangan lupa tinggalkan jejak♥♥♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2