Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Arabella?


__ADS_3

"stop!!!!." teriak seorang gadis, sepertinya mereka satu sekolah. karna gadis itu juga menggunakan seragam yang sama.


semuanya menoleh kesumber suara. gadis itu memberikan kode kepada teman-temannya saat agatha sudah mengalihkan pandangan darinya. gadis yang hampir menampar agatha menurunkan tangannya sambil tersenyum licik.


"beruntung lo di selamatkan sama ara. kalau gak ada ara udah habis lo di tangan gue." ucap sang gadis.


gadis yang disapa ara itu mendekat kearah agatha berdiri.


"kalian ngapain, udah gue bilang jangan bully murid lain masih aja ngebully. kalian mau dikasih pelajaran apa, biar kapok." ara pura-pura marah di depan agatha. sedang temannya mengerti dengan kode yang diberikan oleh ara segera pergi. tersisa agtha, ara, dan gadis yabg dibully tadi. gadis itu terduduk, tidak berani menatap ara. agatha tau ada yang aneh dengan gadis itu, sepertiny dia takut kepada ara.


"Lo gak papa kan Arsyi?" Tanya Ara mendekati gadis yang dibully tadi. Dia berniat membantu gadis itu untuk berdiri, tapi gadis itu berdiri dengan cepat, terdapat guratan kecemasan di wajahnya.


"Hi, gue arabella. panggil aja ara." sapa ara sambil tersenyum kearah agatha.


"Hi, gue agatah." balas agtah dengan senyuman pula.


"gue duluan ya. masih ada urusan, semoga lain kali kita bisa bertemu kembali." pamit ara kepada agatha. sebelum benar-benar pergi, ara memberikan kode keras kepada gadis bully-an itu agar tidak menceritakan yang sebenarnya kepada agatha.


"iya, makasih bantuannya." jawab agatha.


setelah arabella masuk kedalam mobilnya, agatha menghampiri gadis itu untuk membantunya berjalan, karna lututnya sedikit lecet.

__ADS_1


agatha memilih membawa gadis itu ke mobil untuk mengantarkannya pulang.


"kenalkan, gue agatha." agatha memperkenalkan dirinya kepada gadis itu setelah masuk ke mobil.


"Ak-aku arsyita." balas gadis itu tergagap karna sakit di kepala akibat jambakan, pipinya memerah karna bekas tamparan, sedang lututnya tergores akibat dorongan pembully tadi. sungguh malang nasib gadis cantik ini.


"by the way, thanks ya kamu sudah bantuin aku tadi. tapi, kamu seharusnya gak asal mencampuri urusan orang lain. tadi itu sangat bahaya, kamu tidak tau siapa mereka." ucap gadis itu, arsyita.


"sama sama. gak papa kok. gadis tadi, namanya..., arabella yah kalau gak salah, diakan juga ikut bantuin kamu kok. kayaknya dia gadis yang baik." timpal agatha memuji Arabella.


"Yang terlihat diluar belum tentu sama dengan yang tersembunyi di dalam." ucap arsyita membuat agatha bingung apa maksud dari ucapannya.


"gak ada apa-apa kok. gak usah dipikirkan." jawab arsyita mengingat ancaman arabella tadi. walau arabella tidak mengatakannya secara langsung, tapi arsyita paham maksud dari tatapan tajam dari mata arabella yang ditujukan kepadanya.


"Hummm. kalau begitu alamat lo dimana? biar kami antar pulang." tawar agatah


"gak usah aku bisa pulang sendiri, makasih udah nolongin aku." tolak arsyita


"gak usah sungkan gitu. cukup bilang aja alamat lo dimana. kami bakal nganterin kamu sampai rumah. iya, kan kak?" tanya agatha kepada wanita yang sedari tadi hanya diam mendengarkan percakapan kedua gadis remaja di jok belakang mobilnya.


"iya, nona." jawabnya singkat

__ADS_1


arsyita mengalah dan memilih untuk mengikuti kemauan agatha. diapun memberitahukan alamatnya kepada agatha dan wanita itu.


sampai di depan mansion yang indah dan asri, walau tak terlalu besar tapi mansion ini bisa di bilang mewah. ternyata itu adalah mansion milik keluarga arsyita.


"thanks ya kak, agatha." arsyita mengukir seulas senyum kepada agatha dan wanita itu.


"sama sama." balas agatha juga tersenyum.


"kalian gak mau mampir dulu?" tanya arsyita.


"gak usah kami harus pulang sekarang, kakak aku udah nungguin. kami pamit dulu yah." tolak agatha


"yaudah, hati-hati."


arsyita masuk kedalam mansionnya, seragam yang ia kenakan tadi sudah diganti karna seragam tadi sobek dan kotor. arsyita tidak mau membuat keluarganya kgawatir kepadanya. lebam di pipinya akibat tamparan juga sudah mulai menghilang karna di kompres dengan es batu yang di beli oleh Agatha di toko pinggiran jalan. sedang luka di tangannya di sembunyikan di balik lengan bajunya.


#############


penasaran kenapa arsyita di bully? padahal dia termasuk orang terpandang di kotanya. tungguin part-part selanjutnya.


love you♥♥♥♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2