
"Aku tahu kok hebat dan pasti bisa mengalahkan banyak pendekar di sana tapi kenapa di sini tidak ikut jika repot pasti dia kamu lebih banyak lagi uang yang dihasilkan bukankah dia juga memiliki ilmu pedang yang luar biasa aku juga selalu dengan ilmu pedang yang dia miliki dan bisa memenangkan pertarungan di Academy kemarin saat kita lulus hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk kita agar dia bisa menghasilkan uang dan tidak terus-menerus menjadi pengikutmu," kata Arya yang lagi lagi menyendiri Amerta yang di mana anda berada di dekat Liu saat itu pun merasa geram dengan perkataan dari Arya karena yang tidak henti-hentinya membuat tenda selalu tidak suka kepada dirinya dengan perkataannya tersebut.
"Aku bukannya tidak mau untuk melawan orang-orang di sana dan tidak mau ikut kamu sih di dunia di bawah tanah tapi kakak sendiri yang tidak mengizinkan kepada Allah aku sudah bilang padanya untuk ikut bertarung Tapi Kakak tidak mengizinkan bukan," kata Amerta yang saat itu memberitahu Amerta.
Jika dirinya juga ingin ikut pertarungan tersebut. Tapi dilarang oleh Arya hingga membuat dirinya tidak bisa mengikuti pertarungan tersebut karena mengikuti perintah dari sayang kakak bukan berarti tidak berani tapi saya memikirkan saka yang melarangnya saat itu.
"Kak aku mau tidur sebagai adik yang baik pasti akan menuruti perkataan kamu jadi kau tidak perlu bertarung dan tetap mengikuti di sebelah kamu agar mereka semua menghadap ke merupakan kaki tangan dari Liu," kata Arya yang menyindir Amerta saat itu yang membuat senapan tidak suka karena dia selama ini mengikuti sang Kakak memang tidak tahu rencana sangat asuransinya dan dia juga belum mengetahui kode yang selalu diberikan oleh sangka kepada Arya saat itu.
Melihat Arya badan sering sekali menggunakan kode agar mereka tidak ketahuan dan hal itu pun sering dipraktekkan oleh Liu membuat Amerta memper jadi kode-kode yang diberikan oleh kepada Arya juga ingin dilibatkan dalam pertarungan tersebut.
Orang selama ini Amerta mempelajari kondisi sekitar dan tidak beraturan tersebut dan Liu selalu saja bekerja dengan Arya berdua Dan haram hari ini mereka juga melanjutkan mencari orang yang ke-8 yang mana mereka sudah membunuh 2 orang yang membuat Ayah mereka tewas.
__ADS_1
Hal ini dan mereka melanjutkan ke orang yang ketiga yang akan mereka buru dan mereka mencari orang kepercayaan dari sang raja Hal itu membuat mereka bersiap-siap untuk pergi ke tempat bendahara kerajaan yang mana ikut serta dalam menjelaskan Sang jenderal ke dalam penjara dan menuduhnya telah berkhianat Hal itu pun membuat Arya dan sirna sudah bersiap pergi ke tempat orang tersebut.
"Kenapa bendahara kerajaan juga ikut campur dalam memfitnah Sang jenderal bahan bukan karena sudah cukup megah dan sudah cukup enak hitung banyaknya keuangan kerajaan Kenapa mereka makan apa dia juga ikut-ikutan maksudnya Sang jenderal," kata Arya yang tidak habis pikir dengan orang-orang di kerajaan Toma.
"Raja benar-benar terlalu dendam kepada kerajaan pada jenderal padahal jenderal selama ini berniat baik dan selalu membelah kerajaannya untuk apa para jamaah dua pengawal sekaligus," kata Liu dalam dalam hati yang tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Jendral hingga membuat dirinya sangat sulit untuk bekerja jika penggali bekerja meliputi dirinya.
Sore hari saat selesainya pembangunan konstruksi Liu dan Amerta pergi ke tempat pelatihan bawah tanah dan diikuti dua hal tersebut hal itu jadwal untuk menelpon akhirnya tidak dilakukan dan diberikan kepada Arya saat itu, yang tidak jika tidak ketahuan oleh pengawal karena mereka sudah menjawab jadwalkan untuk menyerang salah satu keluarga yang sudah menjadi incaran Rio.
Arya membeli bawahan dari perdana menteri yang tidak terlalu kuat apalagi menjadi seorang bawahan dalam panci pastinya tidak punya penjagaan di sana hal tersebut melakukan dan segera pergi ke sana memang benar dan tepat apa yang ia memperkirakan tidak banyak penjagaan.
Maka yang bisa bergerak dengan dulu saat itu dengan jurus pedang bayangan yang dia miliki dia pun dengan cepat menghabisi keluarga itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun dan dengan mengambil seluruh harta kekayaannya, karena mengajarkannya demikian jika setelah membunuh harus mengambil hartanya agar terlihat seperti perampokan pada pada umumnya dan hal itu bisa di uang yang dia dapatkan bisa untuk membangun kembali rumah keluarga Feng.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama dan tidak ada basa-basi Ayah mah langsung menyerang bawahan dari perdana menteri tersebut dengan cepat tidak butuh waktu yang lama hanya untuk dua jam saja mereka sudah memproklamirkan rumah tersebut dan sudah mengambil harta benda yang ada di dalam rumah itu serta kembali lagi ke penginapan yang digunakan oleh Arya dan Liu saat itu dan menyimpan kembali uangnya di tempat yang aman.
Hal itu membuat para pengawal tidak mengetahui jika ada perampokan lagi karena mereka berdua juga mengikuti Arya.
Amerta yang pergi ke pertarungan bawah tanah yang benar pertarungan dengan memasang uang sebagai taruhan dan siapa yang menang akan mendapatkan uang tersebut.
Amerta ingin ikut pertarungan tersebut. Tapi dilarang orang lebih dan akhirnya Liu yang maju ke pertarungan itu memang pertarungan bahwa tanah dihadiri orang-orang yang memiliki kekuatan tenaga dalam yang begitu hebat lebih hebat daripada di Akademi hal itu juga membuat Arya terkejut.
Akhirnya itu pasti sangat mudah dikalahkan tapi yang mau ikut di pertarungan tersebut adalah orang yang sudah berpengalaman dengan jurus pedang yang dia miliki pasti akan mudah untuk memenangkan pertarungan itu.
"Aku tidak menyangka jika Kakak juga memiliki jurus pedang yang begitu mengerikan dan bisa memenangkan pertarungan ini dengan mudah," tata Amerta saat itu serius sudah memenangkan pertarungan itu dan mengambil uang pertaruhan yang ada di sana dan itu bisa menjadikan alasan untuk memberi material untuk menambah pembangunan yang sedang berjalan di keluarganya tersebut diikuti oleh dua pengawal yang tidak mau pergi dari sisi liur dan.
__ADS_1
Melihat para pengawal yang masih mengikuti Liu pun tidak kembali ke penginapan yang awal mereka janjikan untuk bertemu dengan Arya saat itu tapi Liu dan Amerta pergi ke penginapan lain, untuk mengelabui pengawal dan pengawal itu masih tetap saja menunggu mereka berdua sampai pagi hari pagi hari pun kembali ke pasar untuk membeli material.