
FLASHBACK
"Dugaan anda benar, Queen. Mereka mengirim beberapa mafioso untuk menyerang saya dan Keana. Tapi, semuanya sudah berhasil diatasi. Beruntung anda berjaga-jaga dengan meninggalkan beberapa mafioso kita di mobil belakang." Lapor Claudia kepada Ainsley.
Senyum terbit di bibir Ainsley saat menerima laporan dari Claudia.
"Rencana berjalan lancar, Queen. Sebentar lagi mereka akan sampai." Lanjut Claudia.
FLASHBACK Off
"Lepaskan!! Apa kalian tidak tau siapa aku? Beraninya kalian menangkapku. Kalian akan menerima balasannya, tuan Rick tidak akan tinggal diam. Ingat itu, Ainsley!!" Teriak pria itu berontak.
"Sudah ku bilang jangan berani bermain-main denganku." Senyum penuh kemenangan terukir di wajah Ainsley. Ainsley memerintahkan para pengawalnya untuk bubar melalui isyarat tangannya. Para pengawalnya yang mengerti dengan isyarat yang diberikan queennya itu langsung berhambur keluar dari rumah dan berbaris di luar menunggu sang queen.
"Joe, bawa dia ke markas. Tempatkan dia di tahanan bawah tanah. Aku punya hadiah untuknya." Perintahnya melalui earpiece yang masih setia menempel di telinganya.
'Baik, Queen.'
Ainsley memapah Arsyita keluar dari rumah tua itu dan menghampiri salah satu pengawalnya.
"Steve, bereskan mereka semua. Kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan?" Ucap Ainsley kepada Steve, anak buah kepercayaannya.
"Baik, Queen. Serahkan semuanya kepada saya." Jawabnya lantang sambil membungkukkan badan mengiringi Ainsley yang telah berjalan menuju mobil.
Agatha yang sedari tadi khawatir akan keadaan Arsyita tak henti-hentinya berdoa dan terus mondar mandir di depan mobil.
"Arsyi!...," Teriak Keana dan langsung berhambur memeluk Arsyita.
"Keana..., kamu kenapa datangnya lama. Mereka membuatku takut." Aduh Arsyita mengeratkan pelukannya kepada Keana.
"Maafin gue, Ar." Hanya itu yang mampu Keana ucapkan.
__ADS_1
Ainsley melepaskan genggamannya pada Arsyita dan membiarkan Keana mengambil alih tempatnya untuk memapah Arsyita.
Kini mobil telah melaju dengan kencang membelah sepinya jalan.
"Kita ke rumah sakit. Arsyita perlu dirawat terlebih dahulu." Tutur Ainsley.
"Tapi, besok saya masih ada ujian, kak." Timpal Arsyita.
"Saya akan mengurus semuanya. Besok kamu akan ujian di rumah sakit." Sambung Ainsley.
"Emangnya bisa, kak?"
"Kamu cukup ikut apa yang saya katakan. Besok kamu akan ujian di rumah sakit. Saya yang akan mengurus segalanya."
'Paling juga aku yang bakal ngurus semuanya.' Batin Claudia tetap fokus menatap jalan.
*****
Rembulan telah berganti dengan teriknya matahari pagi ini. Seperti yang Ainsley perintahkan semalam, Arsyita mengikuti ujian di ruang inap VIP rumah sakit besar di kota itu. Tentu dengan pengawasan dari pihak sekolah. Sedangkan Keana memilih untuk menyelesaikan ujiannya di sekolah.
"Hah! Emang benar yah kalau orang yang gak punya kerjaan itu bisanya cuman gangguin orang doang. Kasian gue liat kalian. Mending bersihin WC aja sana kalau kalian gak punya kerjaan." Sinis Keana.
"Santai aja kali, gak usah nyolot gitu, gue juga nanyanya baik-baik kok. Emangnya gak boleh apa khawatir sama teman sendiri?" Tanya Arabella dengan muka sedih yang di buat-buat.
"Cihhh. Teman?" Keana jijik mendengar kata teman keluar dari mulut Arabella, gadis yang sudah dijulukinya nenek lampir.
"Iya, teman bermain. Coba saja, bermain dengan si culun itu sangat seru loh." Ucap Arabella tersenyum penuh arti.
Keana yang jengah dengan sikap Arabella memilih meninggalkan tempat itu. Mumpung masih jam istirahat, ia memilih untuk menuju ke arah taman belakang sekolah yang memang selalu sepi.
"Ehh lo mau kemana? Gue belum selesai ngomong!" Terdengar teriakan Arabella yang tidak di hiraukan oleh Keana.
__ADS_1
"Huhh..., satu mata pelajaran lagi." Ucap Keana mendudukkan bokongnya di bangku taman.
"Arsyita bisa ngerjain ujian gak yah. Dia pasti masih syok karna kejadian kemarin. Pulang sekolah gue bakal ke rumah sakit buat jenguk dia." Monolog Keana menutup matanya menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.
*****
"Arsyi..., lo udah baikan?" Tanya Keana menghampiri Arsyita yang tengah duduk di kursi taman rumah sakit.
"Keana. Gue udah baikan kok. Nanti juga udah boleh pulang. Kak Ainsley aja yang berlebihan sampai bawa gue ke rumah sakit segala." Tutur Arsyita.
"Itu juga biar lo bisa nenangin diri lo."
"Eumm iya juga sih. Ngomong-ngomong lo ke sini sendiri?"
"Iya"
Keana dan Arsyita melanjutkan pembicaraan dengan obrolan-obrolan ringan, sesekali terdengar canda tawa dari mereka.
'Maafin gue, Na. Gue terpaksa lakuin ini.' Batin Arsyita menatap Keana dengan sendu.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
#Yeay up lagi. Sorry yah, author lama baru up. Ini karena kesibukan author, ditambah lagi catatan numpuk karna bentar lagi bakal semester kenaikan kelas. Doain author yah biar ulangan hari pertama besok lancar. Jangan bosan-bosan buat mampir yah. Lop you😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Jangan lupa
☆Like
☆Komen
☆Hadiah
__ADS_1
☆vote
Dukung author terus yaaa.....