Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
LELAH


__ADS_3

"selamat pagi bapak ibu sekalian. saya arsyad syaputra." suara arsyad menggelegar diruangan kedap suara itu.


hening...


hingga sebuah suara memecahkan keheningan.


"Pagi, pak." suara seorang pemuda yang duduk di pojok.


"pagi pak!!!" suara serentak dari para hadirin.


"biodata pak arsyad sudah saya siapkan di depan kalian masing-masing. silahkan di lihat terlebih dahulu." jelas pak romi.


rapat terus berjalan, banyak yang tidak setuju jika ada orang luar yang memegang perusahaan. tetapi, dengan kecerdasan dan kepintaran arsyad, dia mampu untuk membujuk para pemegang saham agar percaya kepadanya.


*****


sore hari


agatha berjalan menyusuri lorong menuju kamar hotelnya. rapat tadi begitu menguras tenaganya. bagaimana tidak rapat berjalan hampir 3 jam lamanya, dan dilanjut untuk mengelilingi perusahaan.


agatha sampai di depan pintu kamarnya, dia bergegas menekan pin untuk membuka pintu dan segera masuk.


tanpa berfikir panjang lagi, dia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


tring...


bunyi ponsel agatha yang dia lemparkan keatas ranjang sebelum masuk ke kamar mandi.


karna gemercik air, agatha tidak mendengar bunyi ponselnya.


setelah menghabiskan beberapa menit di dalam kamar mandi, akhirnya agatha memilih untuk menyelesaikan aktivitasnya itu dan langsung keluar dari kamar mandi.


tring...

__ADS_1


tepat saat agatha ingin mengambil bajunya di lemari, ponselnya kembali berbunyi. tapi, agatha mengabaikannya dan memilih untuk melanjutkan aktivitasnya yg tertunda.


'siapa sih ganggu aja.' batin agatha


setelah selesai dengan aktivitasnya, agatha memilih untuk membaringkan tubuhnya ke ranjang tempat tidurnya itu dan langsung meraih ponselnya.


"nomor tak dikenal." ucap agatha melihat nomor yang tertera di layar ponselnya. dia pun membuka isi pesan tersebut.


*maaf nona jika saya mengganggu anda. saya pengacara pak Ardhani.*


*saya punya hal penting untuk disampaikan kepada nona agatha. kalau nona agatha punya waktu luang kabari saya.*


Huffff......


agatha menghela nafasnya, baru saja ia selesai dengan urusan perusahaan dia harus berurusan dengan pengacara ayahnya. agatha tau, ini pasti mengenai wasiat dari ayahnya.


agatha kembali mengingat kejadian yang menjadi kenangan terburuk dalam hidupnya.


'apa bapak punya waktu malam ini?' balas agatha.


*iya nona, saya punya waktu. apa nona ingin bertemu malam ini?*


'iya pak.'


*kalau begitu saya tunggu nona di kafe X.*


'baik pak.'


agatha pun menyimpan ponselnya di samping tubuhnya, dia memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya.


*****


Kafe X

__ADS_1


agatha telah sampai di kafe yang telah di sepakatinya dengan pengacara ayahnya. agatha melangkahkan kakinya menuju pintu, dia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan. dia mengerutkan keningnya, karna tak mendapati sosok yang dicarinya.


Ya, dia tau wajah pengacara ayahnya. saat berkunjung ke perusahaan ayahnya dulu, agatha sempat bertemu dengan pengacara ayahnya itu.


Tutt.... tutt... tutt...


agatha mencoba untuk menghubungi sang pengacara.


*Halo nona agatha.*


'Halo pak. saya sudah di kafe, bapak dimeja mana?'


*Ohhh tunggu sebentar yah nona*


tut...


sambungan telfon tertutup.


"Permisi, dengan nona agatha?" sapa seorang wanita muda, jika dilihat dari seragamnya dia adalah karyawan di kafe ini.


"iya benar."


"saya ditugaskan pak reza untuk memanggil anda. silahkan ikut dengan saya." jawab pelayan sambil berjalan terlebih dahulu dan disusul agatha di belakangnya.


sampai di depan pintu ruang VIP pelayan muda itu pamit undur diri dan agatha langsung membuka pintu didepannya.


'Lohhh ngapain dia disini?' batin agatha menatap tak suka kearah pemuda yang duduk bersama dengan pengacara ayahnya.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


#maaf yah readers baru up lagi, soalnya belakangan ini jadwal author padat banget. author bakal ngusahain untuk up tiap hari.


tinggalkan jejak yah readers. mohon dukungannya

__ADS_1


__ADS_2