
"Khmmm...." suara deheman pak romi membuyarkan lamunan ketiga remaja itu, dan ketiganya sontak dengan cepat menolehkan pandangannya ke sumber suara.
"Ada apa paman?" tanya agatha heran.
"rapatnya 10 menit lagi di mulai, sebaiknya kita keruang rapat sekarang." jawab pak romi.
"O, baik paman." jawab agatha lalu beranjak berdiri dan hendak melangkah lebih dulu seakan-akan ingin memimpin jalan.
"mmmm." agatha cengingiran tak jelas saat membalikkan badannya menghadap pak romi..
"Ada apa nona muda?" tanya pak romi heran.
"hehehe....agatha gak tau ruang rapatnya dimana." jawab agatha sambil tersenyum malu.
"Kirain tau jadi main nyelonong aja, ternyata cuman gaya doang, sok tau." cibir arsyad yang masih didengar oleh agatha.
"Ihhh dasar muka datar, ikut campur aja. kan yang gue tanya tu paman bukan lo." balas agatha kesal.
__ADS_1
"Sudah-sudah. kita harus cepat ke ruang rapat. ntar kalau telat para pemegang saham malah meragukan kemampuan kalian mengelola perusahaan." pinta pak romi sambil berlalu, memimpin perjalanan yang di ikuti agatha di sampingnya serta arsyad dan bisma dibelakangnya.
****
Di Ruang Rapat
Agatha duduk diantara para dewan direksi dan komisaris perusahaan. tak lupa pak romi yang selalu berada di sampingnya. sedangkan arsyad dan bisma menunggu di ruangan yang tak jauh dari ruang rapat.
"Selamat pagi bapak ibu sekalian. saya Romi Atmajaya, saya selaku sekretaris alm. pak Ardhani Daniswara akan menemani nona agatha dalam memimpin rapat ini." sapa pak romi membuka rapat.
"pagi pak." jawab penghuni ruang rapat serempak.
rapat pun mulai berjalan. banyak yang tidak setuju jika agatha yang akan menjadi pemimpin perusahaan selanjutnya. alasannya? karena menurut mereka masih terlalu dini bagi agatha untuk memimpin sebuah perusahaan besar, lagi pula agatha belum mengetahui bagaimana cara mengelola perusahaan.
"Bagaimana nona akan bisa memimpin perusahaan besar ini? dia saja belum lulus SMA. kami tau, di memang cerdas, penuh kepercayaan diri. tapi, apakah mungkin dia bisa memimpin perusahaan?"
"Iya, betul itu pak. kami tidak setuju jika nona agatha yang akan menjadi direktur."
__ADS_1
"Kami tidak mungkin bisa mempercayakan perusahaan besar ini dipimpin oleh seorang anak SMA! bahkan dia belum memiliki banyak pengalaman, mana mungkin langsung memimpin perusahaan besar seperti ini."
dan banyak lagi sanggahan dari para pemegang saham yang lain saat pak romi mengatakan bahwa agatha yang akan menggantikan ayahnya.
"Tenang, tenang dulu bapak Ibu. saya tau kekhawatiran kalian. nona agatha juga sudah mengatakan bahwa dia tidak akan menjadi direktur sebelum dia lulus kuliah nanti. jadi, saya telah menyediakan pengganti nona agatha untuk menjadi direktur sementara perusahaan." jelas pak romi menenangkan kegaduhan dalam rapat.
"Panggil pak arsyad untuk segera masuk keruangan." pinta pak romi pada pengawal pintu ruangan melalui sambungan telfon.
Tak lama, pintu pun terbuka dan menampakkan dua pria muda di depannya. arsyad berjalan masuk lalu di susul bisma dibelakangnya. penghuni ruangan pun langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu.
Tak... tak... tak... tak... tak...
suara sepatu arsyad dan bisma terdengar sangat jelas dalam ruangan yang sunyi itu. pintu pun tertutup saat mereka berdua telah sempurna memasuki ruangan, arsyad menuju kearah kursi kosong yang berada tepat di samping agatha dan bisma berdiri di samping belakangnya.
"selamat pagi ibu bapak....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
__ADS_1
#maaf yah, author lambat up-nya. soalnya tadi tiba-tiba ada panggilan ke sekolah. author bakal usahain untuk up lebih tepat waktu lagi.
harap tinggalkan jejak ya kak.♥