
"Kak, sekarang jelaskan semuanya ke aku. Kakak ingat kan janji kakak dulu. Hari ini ujian sudah berakhir, jadi sebaiknya kak Ainsley tepati janji kakak."
Sudah sejam yang lalu Keana meninggalkan rumah sakit dan sekarang ia tengah duduk berhadapan dengan Ainsley dan Claudia yang setia berdiri di belakang Ainsley.
"Kamu sebaiknya mengganti seragam sekolah mu terlebih dahulu. Kita harus membicarakan ini dengan nyaman. Ini akan memakan waktu yang lama." Jawab Ainsley menyilang kan kakinya.
"Aku nyaman kok dengan seragam ini. Kakak sebaiknya menjelaskan semuanya sekarang. Apa yang sebenarnya terjadi semalam, siapa mereka, kenapa mereka tau identitas lamaku. Dan juga, apa yang kakak ketahui tentang si brengsek itu. Pokoknya aku mau tau sekarang juga." Keana memajukan sedikit tubuhnya kearah Ainsley.
"Saya tidak akan memberitahu apa pun kepada mu sebelum kamu mengganti seragam sekolahmu dan membersihkan diri mu." Tegas Ainsley menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.
"Huh..." Keana menghela nafas. Inilah Ainsley, dia tau bahwa seorang Ainsley sangat teguh pada pendiriannya.
"Kita akan membicarakan ini setelah makan malam. Jadi, nikmatilah waktu mu." Ucap Ainsley sebelum Keana meninggalkan ruangan itu.
"Tapi kak..." Protes Keana tidak terima.
"Tidak ada tapi-tapian. Saya sedang sibuk sekarang, jadi kita bicarakan semuanya nanti malam." Tegas Ainsley.
Keana meninggalkan ruang keluarga dengan perasaan bercampur aduk, marah, kesal, penasaran. Menghentakkan kaki saat melewati tangga, lalu membanting pintu kamar saat menutupnya.
"Dasar anak itu, jika dia terus seperti ini, bagaimana dia bisa menghadapi monster yang tengah menanti untuk memangsanya. Ingat, kamu harus terus mengawasi Keana. Saya yakin mereka pasti sedang mengincar Keana. Kita harus lebih berhati-hati, dia bukanlah orang sembarangan." Ainsley mengalihkan tatapannya dari pintu, ia kemudian menatap Claudia dengan penuh arti.
"Anda tenang saja, Queen. Saya sudah meminta adik saya untuk kembali, dan dia yang akan mendampingi dan menjaga keamanan nona Keana selama pembunuhnya masih belum terungkap." Ucap Claudia meyakinkan Ainsley bahwa Keana pasti akan aman.
__ADS_1
"Kapan dia berangkat dari New York? Aku mau dia disini secepatnya. Nyawa Keana saat ini dalam bahaya, mereka sudah mengetahui identitas baru yang di gunakan Keana selama ini. Aku tidak mau kejadian semalam terulang!"
"Dia sudah di perjalanan, Queen. Sebentar lagi dia akan sampai."
"Heum, baguslah. Dia memang bisa dipercaya untuk menjaga Keana. Dia kan sama kejamnya dengan mu." Ainsley tersenyum penuh arti.
"Kumpulkan Semua berkasnya. Saya mau semuanya beres sebelum kita bertemu Keana nanti malam." Ucap Ainsley sebelum berlalu meninggalkan Claudia.
"Baik, Queen." Jawab Claudia membungkuk dan mengikuti langkah Ainsley keluar dari ruangan itu.
*****
Detik berganti menit, menit berganti jam, mentari berganti rembulan. Keana menuruni anak tangga untuk menuju ke ruang keluarga tempat dimana Ainsley menunggunya. Sudah sedari tadi ia tidak sabar untuk mendengarkan penjelasan dari Ainsley.
"Maaf nona. Non Ainsley sedang menunggu anda di ruang kerjanya."
"Ehh copot...,"
"Ada apa nona, anda baik-baik saja kan?" Tanyanya masih dengan suara datarnya.
'Sial, ngagetin aja. Sejak kapan dia berada di sini. Itu juga, Emangnya dia mau melayat apa sampai make bajunya hitam-hitam gitu.' Umpat Keana dalam hatinya.
"Humm, gak papa kok kak. Aku baik-baik aja. Kalau gitu aku ke ruang kerja kak Ainsley dulu ya kak. Terima kasih kak Steve." Jawab Keana tersenyum canggung.
__ADS_1
"Silahkan, nona."
Steve membungkukkan sedikit badannya saat Keana berjalan di depannya.
'Apa-apaan dia, siapa sebenarnya kak Ainsley, apa yang dia sembunyikan dariku? Dan juga, kenapa semua orang di sekitarnya bersikap aneh. Bahkan mereka tidak pernah terlihat tersenyum. Bajunya, ahh mereka selalu memakai baju berwarna hitam-hitam. Emang sih keren, tapikan itu juga menakutkan. Bahkan kak Clau sering memakai baju yang sama. Ohhh iya, jangan lupakan panggilan mereka kepada Ainsley. QUEEN? panggilan apa itu, emangnya dia istri raja apa. Atau mereka lagi main kerajaan-kerajaan yah. Sudahlah, intinya mereka memang aneh. Aku bisa-bisa jadi ikutan aneh kalau mikirin mereka terus.' Keana terus membatin saat menuju ke ruang kerja Ainsley.
Keana langsung mengetuk pintu dan membukanya setelah mendapat sahutan dari dalam. Keana mematung, matanya membulat sempurna melihat siapa yang berada di ruangan tersebut.
"Lo..., lo kok bisa ada di sini?" Tanya Keana mengerutkan alisnya. Ia benar-benar tidak pernah menyangka akan bertemu dengannya di rumah ini.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
#Author up lagi nihh. Tak lupa author minta maaf kepada seluruh pembaca setia Balas Dendam Sang Putri, karena belakangan ini author jarang up-nya. semoga kalian tidak bosan untuk mampir yahh.
Doain author supaya ulangan hari pertama ini lancar dan dapat nilai yang memuaskan.
Jangan lupa
☆Like
☆Komen
☆Hadiah
__ADS_1
☆Vote
Saranghe😘😘😘😘😘😘