
Mobil Ainsley berhenti tepat di depan mobil Keana, sedang mobil yang dikendari oleh Bodyguardnya berhenti di samping mobil Keana.
"Kamu tunggu di sini sebentar." Ucap Ainsley kepada Keana sebelum turun dari mobil.
Para bodyguard sudah turun dari mobil dan berjaga di sekitar untuk memastikan nona mudanya aman. Claudia dan David tetap setia berada di belakang masing-masing atasannya.
"Anda dapat petunjuk kemana mereka membawa Arsyi?" Tanya Ainsley kepada Devano.
"Tidak, mereka sudah pergi saat kami tiba disini." Jawab Devano.
"Humm, kalau begitu kita harus segera mencari leberadaan mereka."
"Anda tenang saja nona Ainsley, adik anda dan temannya pasti akan baik-baik saja."
"Adik saya berada di mobil sekarang, dia sempat melarikan diri tadi. Mereka hanya membawa temannya."
"Jadi, gadis itu adik anda?" Tanya Devano setelah melirik gadis yang berada di mobil Ainsley.
"Iya, apa tuan mengenalnya?"
"Tidak, tadi dia sempat mencegat mobil kami. Tapi, kami menghiraukannya dan meninggalkan dia begitu saja." Jawab Devano yang mendapat tatapan tajam dari Ainsley.
"Kalau begitu kalian harus bergegas mencarinya. Jangan mengulur waktu terlalu lama. Saya tidak bisa ikut mencarinya, saya harus kembali ke kantor karena ada masalah disana." Ucap Devano tanpa mengindahkan tatapan tajam Ainsley.
"Baiklah, tidak apa-apa. Terima kasih atas bantuannya, kami permisi dulu. Ohh iya, lain kali kalian bantulah mereka yang membutuhkan." Pamit Ainsley diikuti kata sindiran.
"Humm." Balas Devano cuek.
"Ohh iya. Ini ponsel milik mereka, saya menemukannya di dalam mobil. Tadi anda menelefone jadi saya mengangkatnya." Devano mengulurkan ponsel Keana dan diraih oleh Ainsley.
"Kami permisi dulu." Pamit Ainsley sekali lagi dan langsung berjalan menuju mobilnya. David memberikan hormat kepada Ainsley, dan Claudia membungkukkan badannya memberi hormat kepada Devano sebelum berbalik menyusul sang atasan.
"Baiklah." Balas Devano.
"David! Kita kembali ke kantor sekarang."
"Baik, tuan."
Mobil Devano berbalik arah setelah melihat mobil Ainsley dan bodyguardnya pergi.
****
__ADS_1
****
****
Drtt! Drtt! Drtt!
Ponsel Keana yang digenggam Ainsley berbunyi. Ainsley melirik ponsel itu, tertera nomor tidak dikenal yang menghubungi Keana.
"Keana, ini ponsel kamu bukan?" Tanya Ainsley mengangkat ponsel yang masih terus berbunyi.
"Iya, kak. Itu Hp aku, kok bisa ada di kakak." Jawab Keana merai ponselnya.
"Tadi tuan Devano yang memberikannya kepada kakak. Itu ada nomor tidak dikenal yang menelefone."
"Umm."
Keana menatap layar ponselnya, bingung siapa yang menefonenya. Dia tidak pernah memberikan nomornya selain kepada orang dekatnya saja.
'Ini siapa ya, kok dia bisa tau nomor ku.' Keana membatin sambil terus menatap layar ponselnya hingga telefone itu mati sebelum Keama mengangkatnya.
Drtt! Drtt! Drtt!
Layar ponsel Keana kembali menampilkan nomor sama yang menghubunginya tadi. Karena penasaran dengan si penelefone, Keana akhirnya mengangkatnya.
'Siapa dia, mengapa dia mengetahui nama ku yang sebenarnya.' Batin Keana.
"Siapa ini?" Tanya Keana setelah lama membisu.
"Anda tidak perlu tau nona Agatha. Yang terpenting sekarang anda harus datang dan menyelamatkan teman anda yang malang ini." Ucap pria itu dengan menampilkan senyum smirknya.
"Apa maksudmu? Apa kamu yang menculik Arsyi!?" Keana menaikkan suaranya.
Ainsley mengulurkan tangannya, meminta agar Keana memberikan kepadanya benda pipih yang masih menempel di telinganya.
"Tebakan anda benar nona kecil. Anda mau mendengar suaranya?" Tanya Pria misterius itu. "Buka, biarkan dia berbicara kepada temannya ini." Pintanya kepada seorang pengawal yang berdiri di belakang Arsyita yang sedang di ikat di sebuah kursi.
Pengawal itu dengan cepat membuka sebuah kain yang terikat di mulut Arsyita.
"Keana! Tolong selamatkan aku, aku takut. Keana!!" Teriak Arsyi yang terdengar memilukan.
"Arsyi, tunggu aku. Aku akan segera kesana." Ucap Keana menenangkan Arsyi.
__ADS_1
"Nona kecil, anda sudah dengar suaranya kan. Kalau begitu saya tutup telefonenya dulu." ucap pria itu dengan senyum smirknya.
"Tunggu!! Dimana kalian sekarang? Tidak, dimana Arsyi sekarang?" Teriak Keana.
Ainsley yang sedari tadi hanya membiarkan tangannya terulur, menunggu Keana memberikan ponselnya langsung merebut ponsel itu dari Keana. Namun telat, sambungan telefonenya sudah terputus.
"Keana, seharusnya kamu memberikan ponsel tadi kepada saya. Lihatlah, sekarang kita tidak mendapatkan informasi apapun." Cerca Ainsley mencoba menghubungi nomor itu kembali. Namun, setelah beberapa kali mencoba ponsel itu tetap tidak bisa di hubungi.
"Maaf, kak. Aku sangat terkejut saat dia memanggil ku Agatha dan dia bilang jika Arsyi bersama dengannya." Sesal Keana sambil menunduk.
"Sudahlah, semuanya sudah berlalu. Jadi, dia siapa? Apa saja yang dia bicarakan dengan mu?"
"Dia bilang aku harus datang ke sana untuk menyelamatkan Arsyi. Tapi, aku tidak tau kemana dia membawanya. Dia juga tidak memanggilku Keana, tapi dia malah memanggil nama lamaku, Agatha." Jelas Keana.
"Bisa saja dia hanya menjebak kita, apa kamu mendengar suara Arsyi?"
"Iya, kak. Dia membiarkan Arsyi berbicara kepada ku sebentar tadi."
"Lacak nomor yang saya kirimkan." Ucap Ainsley setelah sambungan telefonenya terhubung dengan seseorang.
Tutt!
Tanpa menunggu jawaban, Ainsley dengan cepat memutuskan sambungan telefonenya.
Ting!
Ponsel Ainsley berbunyi menandakan sebuah notifikasi masuk.
"Clau, aku sudah kirim lokasinya. Lihatlah di monitor."
"Baik, nona."
"Lokasinya masih jauh, percepat mobilnya."
"Baik, nona."
Mobil berwarna hitam metalik itu melaju dengan kecepatan tinggi, di ikuti mobil para bodyguard yang menyesuaikan kecepatannya.
'Berani sekali mereka bermain-main denganku.' Batin Ainsley menatap tajam lurus kedepan.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
__ADS_1
#Author up lagi nih. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like, komen, and vote kalian akan sangat membantu author ini lohh. Jika kalian berkenan untuk membantu author mempromosikan karya author ini, maka saya akan sangat berterima kasih.
Lop you😘😙😘😙😘😙😘😙😘😙