
Sebulan telah berlalu, kasus kematian orang tua Agatha di tutup begitu saja karna kurangnya bukti sehingga detektive tidak bisa menemukan pelaku pembunuhan kedua orang tuanya.
...----------------...
Disalah satu kamar hotel bintang lima, terlihat Agatha sedang duduk termenung memandangi buku tabungan yang berisi uang dengan jumlah yang sangat banyak, sertifikat rumah mewahnya, serta berkas-berkas penting ayahnya yang telah diberikan oleh sekretaris ayahnya beberapa hari yang lalu.
Pikirannya kacau, semenjak kepergian kedua orang tuanya, dia memilih untuk pindah ke hotel, meninggalkan rumah megah yang menjadi mengerikan baginya.
Perlahan air mata Agatha mulai jatuh tanpa izin dari pemiliknya.
"Ibu..., ayah..., kenapa kalian tega ninggalin Agatha? Kalian udah gak sayang sama Agatha, iya? Agatha minta maaf sama ibu sama ayah, Agatha gak bisa nemuin orang brengsek yang sudah...," Agatha tak bisa meneruskan kata katanya lagi, ia memeluk erat foto dirinya bersama kedua orang tuanya. bagaimanapun ia masih belum bisa menerima kenyataan ini.
"Hufttt... Agatha janji sama kalian, Agatha pasti akan mencari orang yang tega melakukan semua ini. Agatha pasti akan membalaskan dendam kalian. Walau hukum, detektive, ataupun polisi tidak bisa menemukan pelakunya, Agatha janji Agatha akan menemukannya suatu saat nanti. Tunggulah sampai saat itu." Kata Agatha memandangi bingkai foto yang dipegangnya dengan sangat erat.
*When I say I'ma do something I do it, I don't give a damn what you think, I'm doing this for me*
Suara ponsel Agatha yang menandakan ada yang menelfonnya. Agatha langsung mencari tempat dimana dia meletakkan ponselnya tadi. Setelah itu ia melihat layar hp-nya yang menunjukkan satu panggilan dari nomor yang tak di kenalinya.
*When I say I'ma do something I do it, I don't give a damn what you thi...,*
__ADS_1
Suara ponsel Agatha berbunyi kembali dengan menampilkan nomor yang sama. Tanpa fikir panjang, Agatha langsung mengangkatnya.
"Halo...," Suara pria di sebrang sana memulai percakapan.
"Iya, dengan siapa?" Tanya Agatha.
"Ini benar dengan nona Agatha? Saya adalah pak Romi, sekretaris pak Ardhani. Kita sudah pernah bertemu beberapa hari yang lalu." Jelas pria itu yang ternyata adalah sekretaris ayahnya.
"Ohh iya benar pak, saya Agatha. Ada apa ya pak?"
"Begini non, para pemegang saham ingin menarik saham mereka kalau posisi direktur perusahaan terus kosong." Jelas sekretaris pak Rahardian.
"Ada non, tapi apa anda akan setuju?" Jawab pak romi.
"Memangnya apa pak?" Tanya Agatha.
"Kita bisa menyewa jasa seseorang yang memiliki skill di bidang ini untuk menjadi pemimpin sementara di perusahaan. Setidaknya sampai nona agatha siap untuk kembali mengambil alih perusahaan." Jelas pak Romi.
"Agatha serahkan semuanya kepada bapak. Soalnya Agatha cuman bisa mempercayakan perusahaan kepada bapak. Mohon di urus dengan baik yah pak."
__ADS_1
"Iya non, saya akan mencari orang yang bisa mengelola perusahaan sementara. Kalau begitu saya tutup telfonnya yah non." Pamit pak Romi kepada Agatha.
"Iya pak, makasih ya pak." Jawab agatha.
Sambungan telfon pun terputus.
...****...
Ke esokan paginya
Agatha bangun di pagi hari saat matahari masih belum menampakkan sinarnya. Ia memutuskan untuk kembali menjalankan aktivitas seperti biasanya. Ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah mandi diapun memakai seragam sekolah yang telah lama ia lupakan. Selesai dengan kesibukannya bersiap-siap, agatha lalu mengambil kunci mobilnya yang terletak diatas nakas dekat tempat tidurnya.
Dia pun menuju ke arah lift yang akan mengantarkannya ke basement hotel tersebut. Sampainya di basement, Agatha mencari keberadaan mobilnya dan langsung masuk setelah menemukannya. Dia pun melaju meninggalkan hotel bintang lima menuju kearah sekolahnya yang lumayan dekat dengan hotel, hanya memerlukan beberapa menit untuk menempuh perjalanan ke sekolah agatha.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
#Ditunggu yah part selanjutnya. author akan usahain untuk cepat up.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian☆😍