
"Syukurlah," kata Amerta yang merasa hubungan akan renggang jika Arya benar-benar suka dengannya.
Walau dia abaikan Arya Tapi tetap saja Amerta juga tahu jika sikap baik karya selama ini membuat Amerta merasakan sikap baiknya yang tidak biasa ditujukan pada perempuan lain.
Pasalnya Arya terkenal dingin dan tidak dekat jika bersama perempuan selain Amerta. Entah karena sudah biasa bersama, atau karena hal lain. Jelas hal itu juga merasa Amerta nyaman.
“Kau terlihat begitu senang, saat tahu aku tidak menyukaimu, jelas sekali kau masih mengharapkan Alardo,” kata Arya lagi yang tidak percaya jika Amerta bisa sesantai itu.
“Harus aku jelaskan beberapa kali jika aku tidak menyukai Alardo, dulu ia karena aku belum tahu, harusnya kau memberitahuku lebih awal,” kata Amerta kesal dengan perkataan Arya.
“Aku saja tidak tahu, hanya saja aku mengenal ayah kalian jadi aku paham dari mata kalian yang sama,” jawab Arya yang memang dulu dia tidak tahu.
“Benarkah, aku belum pernah mendengar cerita tentang Ayah, kau bisa ceritakan?’ tanya Amerta yang rindu dengan Ayahnya yang memang dulu jarang pulang dan harus menyelesaikan tugas dari kerjaan untuk menjaga perbatasan.
Yang mana perbatasan kerajaan Kazan dan Sonic yang begitu dekat selalu saja ada konflik yang mana mereka memperebutkan tambang emas yang jelas sangat menguntungkan jika salah satu kerajaan memilikinya, maka dari itu mereaksedari dudu memaga perbatasan agar tamabang itu tetap aman.
“Dulu waktu aku kecil, aku pernah pergi bersama Ayahku ke perbatasan, karena aku penasaran ingin mengetahui perbatasan saat itu dan ternyata benar di sana sangat ramai, banyak penjaga di kedua sisi batas kerajaan. Saat itu aku pergi ke dalam hutan sendiri, tidak bilang pada ayah dan siapapun. Tapi, sialnya aku di serang binatang buas dan di situ aku diselamatkan oleh Ayahmu, aku dibawa ke tenda dan banyak hal yang ia ceritakan. Apalagi saat melihat bola mata jenderal yang berbeda, yang sama persis dengan mu dan Liu. Jadi aku mulai mengidolakan dan sering menemuinya diam-diam,” kata Arya yang menceritakan pertemuannya dengan Ayah dari Amerta.
__ADS_1
Memang bola mata emas sangat melegenda sudah menjadi rahasia umum mereka memiliki kekuatan yang luar biasa, begitu juga dengan Amerta yang menjadi murid kesayangan dewi teratai dan Liu yang menjadi guru pedang Arya. merak berdua memang benar-benar berbakat seperti Ayah mereka.
Tak Perlu memperkenalkan diri semua orang juga tahu jika Amerta dan Liu adalah anak dari sang jenderal yang selama ini setia pada pekerjaan, dia yang dijatuhi hukuman karena fitnah yang tidak pernah terbukti, bahkan kasus penyelidikan itu ditutup dan banyak pejabat Kerajaan yang dicopot dari jabatanya hingga sulit untuk dimengerti siapa dalang dari fitnah kejam yang membuat keluarga jendral terbunuh.
“Iya, ayahku memang orang yang baik, tak seharusnya dia mendapatkan perlakukan seperti ini, aku sendiri adi kesal dengan kenyataan yang menan membuat aku main benci dengan kerajaan Kazan yang mana tidak memiliki hati dan belas kasihan, harusnya mereka memberikan penghormatan bagi orang yang sudah menjaga perbatasan, tapi apa, bukan penghormatan malah fitnah kejam dan pembatasan.Aku benar-benar kesal,” kata Amerta saat itu yang masih belum lupa kejadian sepuluh tahun silam melihat kedua orang tuanya dibunuh didepan matanya.
dendamnya yang sampai sekarang masih tetap sama membuat Amerta tidak pernah memaafkan siapapun yang terlibat dalam kasus sepuluh tahun silam yang coa dibuka kembali oleh Liu.
Liu yang berusahaa mencaripeabat yang dulu dipecat dan mencari bukti tentang kejahatan sang Ayah yang terlihat janggal, jelas Liu sudah tahu ada fitnah yang membuat keluarga mereka dihukum dan di anggap penghianat.
Padahal amerta sudah percaya dengan kerjaan kanza sekarang ia yang mengetahui kebenarannya jelas membuatnya makin benci dengan kerajaan Kanzan, meski ia tumbuh dan besar di sana sebagai pekerjaannya sendiri yang dibela oleh ayahnya, pada akhirnya semua itu hanya dijadikan alat kekuasaan oleh sang Raja.
“Iya, kau benar aku harus menjadi lebih hebat lagi dan akan berusaha sebisa mungkin untuk menyelesaikan tugasku,” kata Amerta yang bersemangat dan ingin segera menyelesaikan tugasnya dengan baik tak ingin membalaskan dendamnya.
“Sebagai murid akademi, harusnya kau mengabdi pada Dewi teratai dan menjadi guru di sana, kau malah berkeliaran,” kata Arya yang juga murid Akademi.
Arya yang sebagai seorang pangeran memiliki tanggung wab kerjaan ia tak harus tinggal di akademi tapi bagi yang berkenan mungkin akan memilih untuk tetap di sana, apalagi kalau tiap tahun di adakan turnamen kelulusan dan banyak hal yang bisa Amerta lakukan.
__ADS_1
“Aku murid kesayangan jadi bisa melakukan hal sesuka hatiku, mungkin jika aku sudah menyelesaikan balas dendam ku, aku akan kembali ke Akademi,” jawab Amerta yang memang tujuannya saat ini ingin membalaskan dendamnya.
Amerta benar-benar ingin membersihkan nama baik ayahnya yang sebenarnya tidak pernah melakukan pengkhianatan, hal itu jelas rekayasa dari sang Raja yang tidak menyelidiki kasusnya dengan benar.
“Bukanya kau mau adi Ratu?” tanya Arya yang tahu rasa suka Amerta pada Alardo.
dia selalu membahas adelio tentunya karena ia sendiri merasa cemburu pada Alardo yang pernah disukai oleh Amerta, meski dulu mereka pernah bertemu bersama dan kini semua menjadi kenangan yang tidak bisa dihapuskan oleh Arya, tatapan Amerta saat ia bersama Alardo dan kedekatan mereka yang selalu saja membuat Arya merasa cemburu dan masih belum bisa melupakan hal itu.
Andai dia bertemu Amerta pertama kali dan tahu kesulitan Amerta mungkin Arya akan membantunya dan akan memperjuangkanya, tidak akan meninggalkanmu seperti apa yang Pangeran Alardo lalkuan.
Arya kalah telak dengan pertemuan mereka yang jelas membuat arya juga yang membantu Amerta bertemu dengan sang Kakak, dimana Liu yang selama ini menjadi tahan kerjaan Sonic, kerajaan musuh dari Pangeran Alardo.
Entah kenapa Arya yang sedang lama dekat dengan Amerta selalu saja berada pendapat dan tidak pernah akur, berbeda jika Amerta bersama Pangeran Alardo yang terlihat malu-malu dan jelas sekali menunjukan rasa sukanya dulu.
Membayangkannya saja membuat Arya selalu saja cemburu, sudah lama padahal arya tak bertemu lagi dengan pangeran Alardo yang kini telah menggantikan ayahnya untuk memimpin kerajaan yang jelas membuat Liu harus cepat membuktikan kesalahan sang Raja sebelum raja baru resmi diangkat.
“Kau membuatku emosi, sekali lagi kau bahas Pangeran Alardo makan aku tidak akan segan segan untuk membunuhmu,” kata Amerta yang dengan cepat sudah mengeluarkan pedangnya dan menodokan pada leher Arya yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Arya yang hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Amerta, tahu ika Amerta tidak akan sekejam itu dan hanya mengancamnya saja.