Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Masuk Sekolah #2


__ADS_3

Setelah tiba di gerbang sekolah, agatha mengurangi kecepatan mobilnya dan menuju ketempat parkir siswa dan memarkirkan mobilnya.


"Itu mobil agatha bukan sih?" tanya seorang siswi kepada temannya.


"Ehhh iya benar itu mirip banget sama mobil agatha." jawab temannya.


"Humm, Tapi masa iya Agatha nggak bilang ke kita kalau dia bakal masuk hari ini." ragu gadis itu.


"Mungkin dia lupa kali ngasih kabar ke kita, dia kan suka lupaan orangnya." jawab temannya yang malah membuat gadis itu semakin penasaran.


***


Tak jauh dari tempat agatha, terlihat dua pasang mata sedang menatap selidik kearah mobilnya. agatha pun melengkungkan kedua sudut bibirnya keatas saat melihat kedua sahabatnya melalui kaca mobilnya, lalu dia perlahan membuka pintu mobil dan keluar.


"Itu benar agatha woyyy." teriak siswi itu sambil mengguncang tubuh temannya.


"Iya benar itu agatha. Agathaaa...." jawab temannya dengan memasang muka bahagia sambil berlari menuju ketempat agatha berdiri.


"Tungguin woyyy" teriak siswi itu sambil berlari mengejar temannya.


"Alice..., Fisya...." sapa agatha kepada dua siswi yang menatap mobilnya sedari tadi yang ternyata adalah kedua sahabatnya. merekapun saling berpelukan melepas rindu masing-masing.


"Gue rindu banget sama lo tha..." ucap fisya saat mereka selesai berpelukan.


"Gue juga rindu sama kalian." jawab agatha sambil memegang tangan kedua sahabatnya.


"Yukkk ke kelas, bentar lagi masuk nihh." Ujar Alice mengingatkan.


"Ihh dasar es kutub, orang lagi lepas rindu juga. emangnya lu nggak khawatir, nggak kangen gitu sama agatha?" hardik nafisya menatap kesal alice.


"Gue juga khawatir tau. tapi ini memang udah hampir waktunya masuk sya." jawab alice sekenannya.


"Iya alice benar sya, kita mending ke kelas dulu dehh ntar aja rindu-rindunya." ujar agatha.

__ADS_1


"Iya-iya, kalau gitu ayoo." pasrah nafisya sambil menarik pelan tangan agatha yang menggenggamnya.


mereka pun berjalan menuju ke kelas sambil bergandengan tangan melewati koridor.


"Fyuhhh.... sampai juga di kelas." ucap nafisya dengan wajah yang sengaja dibuat lelah sambil mendudukkan bokongnya ke kursi.


Agatha dan alice hanya saling pandang sambil mengangkat bahu, lalu bersamaan menatap nafisya dengan wajah datar. pasalnya tempat parkir tak terlalu jauh dari kelas mereka, mengapa nafisya sampai selelah itu.


"paansih kalian natap natap gue kayak gitu, mang gue makin cantik yah?" canda nafisya.


"ihhh ke PD-an banget lo." jawab agatha sambil menunjukkan muka jijiknya.


"Ehh iya, baru sadar gue." ucap nafisya sambil menepuk jidatnya.


"kenapa sya?" tanya agatha.


"Gue baru sadar ama sikap alice tadi di tempat parkir." jawab nafisya sambil menatap alice.


"itu tadi, si alice tumben banget se agresif itu. sampai goyang-goyangin badan gue lagi pas liat lo turun dari mobil."


"Ohhh iya yahh, kok gue bisa gak sadar sih" agatha menatap alice dengan senyum menggodanya. sedang yang ditatap berpura pura mengabaikan kedua sahabatnya yang sedang menggodanya.


"dasar kutub, tu muka jangan datar mulu kali." kesal agatha yang hanya dijawab alice dengan mengangkat bahunya.


"Cieee... lo rindu banget yah sama agatha." goda nafisya kepada alice sambil menggerak gerakkan jari telunjuknya di depan alice.


"paan sih." kata alice sambil menjauhkan tangan nafisya yang semakin mendekat ke wajahnya.


"bilang aja lis, gak usah sok cool gitu." nafisya semakin menggoda alice.


...****************...


Kring....kring....kring.....

__ADS_1


suara bel masuk berbunyi. teman agatha pun masuk ke kelas secara bergantian. mereka menatap agatha dengan tatapan yang sulit diartikan. agatha yang tau bahwa dirinya menjadi pusat perhatian tak ambil pusing, dia memilih mencari buku mata pelajaran di dalam tasnya.


Terdengar suara tertawa dari beberapa siswi di luar kelas yang sepertinya akan menuju ke kelas agatha. dan benar saja, ke-4 siswi itu berbelok masuk saat tiba di depan pintu kelas agatha.


saat masih asyik bersenda gurau, mata salah satu dari mereka tanpa sengaja menemukan keberadaan agatha. diapun memberikan kode kepada teman-temannya melalui mata yang digerak gerakkan kearah agatha lalu menatap mata teman temannya secara bergantian. dengan cepat teman-temannya mengikuti arah matanya.


Sella, Nella, Bela, dan Nayra. Ke-4 rival Agatha dan sahabatnya. mereka sangat tidak menyukai kepopuleran agatha dan sahabatnya di sekolah. Tapi, Nayra tidak membenci agatha dan sahabatnya bahkan terkadang dia memuji-muji sifat dan kecantikan yang dimiliki oleh rival dari ke-3 sahabatnya itu tanpa sepengetahuan sahabatnya yang lain tentunya. dia berfikir bahwa agatha, alice, dan nafisya memang pantas untuk mendapatkan perhatian dari siswa-siswi di sekolah.


"Ehhh agatha udah datang yahh?" tanya nella kepada agatha dengan suara yang dilebay-lebaykan.


"Gimana kabar lo tha? masih sakit, masih sedih? kacian banget sihh." tanya sella dengan mimik wajah sedih yang dibuat- buat. "Ehhh iya, turut berduka cita ya tha." lanjutnya lagi masih dengan wajah sedih tetapi menghinanya itu. Agatha dan kedua sahabatnya tau jika itu hanya bagian dari lelucon yang dibuat sella.


"brakk....kalian apa-apaan sih. baru datang langsung nyari masalah, gak diajarin sopan santun yah sama orang tua kalian?" gertak nafisya sambil menggebrak meja. jelas saja dia tidak terima sahabatnya dihina seperti itu.


"Lohh emangnya kita ngapain? kita kan cuman nanya kabar agatha, emang gak boleh yah?" tanya sella sambil melirik satu persatu sahabatnya lalu nafisya dan terakhir agatha.


"alah..., kalian gak usah sok baik dehh, gue udah tau apa maksud kalian." cerca nafisya.


"bagus deh kalau lo tau." jawab santuy sella diiringi senyum liciknya.


Nafisya hendak berdiri untuk menghampiri ke-4 sejoli itu. namun, saat ia mulai menekan meja dengan tangannya untuk membantunya berdiri, alice langsung memegang lengan nafisya untuk menghentikannya.


"kenapa, marah? mau lawan? sini ayo sini." pancing nella memanaskan keadaan.


"lo tu ya emang perlu di kasi pelajaran biar tau diri." bentak nafisya menunjuk nunjuk ke arah pintu, tempat 4 sekawan itu berada.


nafisya pun menyingkirkan tangan alice dari tangannya dan langsung berdiri. baru saja berdiri, tiba-tiba.....


Brakkkkk....


#dukung author terus ya, melalui like, komen, dan vote nya.


autor akan usahain untuk up lebih cepat

__ADS_1


__ADS_2