Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Kemarahan Ameta


__ADS_3

Amerta yang menjadi seorang pembunuh berdarah dingin dan tanpa ampun membunuh tawa dan busurnya saat itu apalagi jika tidak mendengar ada kelompok orang jalan langsung saja dihampiri oleh Amerta dari dulu, tanpa ampun dia yang membara pun sudah terkenal menjadi seorang pembunuh yang berdiri dia yang tidak memiliki perasaan dan tidak memiliki belas kasihan mereka tidak memiliki ampun.


Jelas saja hal itu membuat sang Kakak pun merasa khawatir dengan sehat karena tidak merupakan seorang wanita tidak mungkin menjadi seorang ksatria yang berdarah dingin.


Hal itu membuat sang akan memanggil kembali Sinaga kerajaan untuk membantunya mengurus kerajaan.


Amerta menemui Arya mengajaknya, untuk kembali ke kerajaan yang membantu dia memimpin kerajaan


"Aku rasa kau sudah cukup lama untuk bermain-main dan segera kembali ke kerajaan Aku membutuhkan bantuanmu sedang makan dapat memimpin kerajaan itu sendirian tanpa bantuan, ikut yang sudah banyak sekali orang yang kan namamu sudah terkenal di penjuru kerajaan jadi kembalilah dan pulanglah untuk membantuku memimpin kerajaan," kata Liu saat itu meminta Sena untuk kembali ke kerajaan dan membantunya tapi sedang menolaknya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin kembali pulang ke kerajaan karena tidak ada hal yang bisa aku lakukan di kerajaan Aku lebih suka membunuh dan lebih suka menjadi pengembara dan menegakkan keadilan daripada aku harus terkurung di kerajaan dan tidak melakukan hal-hal yang bisa membuatku senang aku lebih senang menjadi orang yang mengembara dan mencari sesuatu yang aku inginkan serta orang-orang jahat yang semakin hari akan semakin banyak itulah tujuan hidupku sekarang jadi jangan merubah tujuan hidupku saat ini," kata Ameta yang benar-benar tidak mendengarkan perkataan dari kakaknya tersebut dan bersikeras untuk terus menjadi pengembara dan terus mengembara dimanapun dia inginkan dan tidak mau kembali pulang dengan Arya saat itu benar-benar membuatku kehilangan kehilangan cara untuk meminta sinar kembali ke kerajaannya tersebut.


Hingga akhirnya meminta bantuan kepada Arya mah karma tau Arya mah dulu begitu dekat dengan sang adik dan berharap jika Arya mama mau membantunya agar adiknya mau kembali ke kerajaan.


"Aku khawatir dengan kondisi Amerta saat ini yang tidak mau kembali ke kerajaan tapi kehebatan dirinya sudah terkenal di manapun dengan kelakuannya seperti itu tidak usah khawatir Jika dia tidak memiliki orang yang bisa mendampinginya apalagi dia yang membunuh orang tanpa belas kasihan Aku pun merasa jika ada kebersamaan seperti orang lain Dan itu membutuhkan bantuanmu agar membuat tenda sadar dan bisa kembali ke kerajaan Aku ingin bersama adikku tapi sayang dia sangat sulit untuk di pojok mungkin Jika kau yang membentuk akar berbeda yang selama ini tahu jika Arya mah dekat dengan zona walaupun mereka sering bertengkar dan berkelahi." Liu yang memutuskan untuk meminta bantuan Aryanya saat itu.


Hal itulah yang membuat Arya maupun mau menyetujui permintaan dari luar serta meninggalkan kerajaannya sebentar karena masih ada sang Arya yang memimpin di sana Jadi membuat Arya pun bisa menitipkan kerajaan tersebut kepada Aryanya dan mencari senam sehat itu.


Tak lama perjalanan Arya walaupun menemui memang senang senang mengembara sendirian Arya mau pun segera menghampiri sana tapi dengan cepat secara langsung merespon dan mengacungkan pedang nya Arya tentu melawan yang mereka saling bertarung satu sama lain hingga Sena sadar jika orang yang melawan bukan orang yang biasa Karena tidak bisa dia mendapatkan lawan yang seimbang hingga akhirnya saya sadar dia adalah Arya mah yang merupakan temannya selama ini di Academy.

__ADS_1


"Sudah lama kita tidak bertemu Kenapa kau tidak cepat pulang ke kerajaan kakakmu menunggumu untuk sobat pulang bukannya aku membantu kakak malah kau pergi bermain-main sendiri kau memang tidak pernah berubah dari dulu suka bermain-main sendiri tanpa mencariku," kata Arya yang masih saja suka bercanda seperti biasanya membuat singa pun semakin tidak menyukai ama dengan saudaranya tersebut karena saya tidak suka orang yang bertele-tele seperti itu itu pun membuat sepeda tidak mendengarkan perkataan dari Arya dan memilih untuk meninggalkan Arya.


Tapi Aryanya terus mengikutinya di belakang Ya sambil terus berbicara kepada Amerta dan mengajaknya untuk kembali pulang ke kerajaannya kembali ke kerajaan Taruma karena tersangka akan membutuhkan dukungan dari adiknya tersebut jika adiknya terus berkelana maka hal itu tidak akan tenang menjaga kerajaannya.


"Kapan ku akan pulang jika batu berkelana seperti ini terus selalu tidak akan pernah mendengar menjaga kerajaan kau harus cepat-cepat pulang dan ku harus cepat-cepat menemui Kakak mau ke tidak bisa berlaku seperti ini kakakmu adalah kakakmu dan ku harus cepat pulang aku mengingatkanmu tersebut berada di Kerajaan Kutai tidak boleh melakukan hal seperti ini karena hal ini adalah hal yang tidak baik harus menghormati kakak mau apa lagi kau juga memiliki tugas sebagai seorang adik yang harus mendukung kakaknya bukan malah pergi sendiri bermain-main untuk memuaskan kesenanganmu sendiri ku sendiri tidak sayang kepada kakakku adalah Kak kamu selamanya sayang padamu dan terus," kata Arya yang tidak ada henti-hentinya membuat senapan semakin tidak suka dan mempercepat jalannya tapi saya malu selalu bisa mengejar Amerta saat itu yang kamu masih menghentikan jalannya dan berbalik kepadanya dan mengatakan dengan tegas bahwa dia tidak ingin kembali ke kerajaan.


"Jika tidak ingin kembali ke kerajaan Kenapa kau tidak kembali ke Akademi bukankah di sana masih ada seorang kakak yang juga merupakan orang yang selalu menjagamu dan merawatmu Apakah tidak penasaran dengan kelanjutan kisah mereka Apakah hanya akan mengabaikan dia padahal kau tahu sendiri kan Bagaimana perasaan dia kepada kakak mu aku tidak ingin menyatukan mereka jika bertingkah seperti ini terus aku tidak yakin jika ada orang yang mau mendekatimu ayolah pulang bersama aku kalau tidak kita ke akademi dan mencari kak Nilan," kata Arya mah saat itu yang memang benar adanya.


Hal itu membuat Amerta pun terhenti dan mengingatkan nilai yang benar-benar menyukai kakaknya bahkan mau bertahan di Akademi hanya untuk menunggu kakaknya kembali dan walaupun tahu jika taranya sudah meninggal nilan tetap tidak keluar dari Akademi.

__ADS_1


__ADS_2