
"Hi, kita ketemu lagi." Sapa Keana kepada Arsyita, tentu saja senyum manis tak luput dari bibir mungilnya. Keana diminta bu Nadin untuk duduk sebangku dengan Arsyita karna kebetulan hanya bangku itulah yang kosong.
"Hi" Jawabnya singkat. "Bukannya dulu kamu bilang nama kamu..., Ag-atha?" Tanya Arsyita bingung.
"Emm, masa iya sih. Nggak kok, dulu gue juga bilang nama gue tu Keana." Elak Keana berusaha santai agar tak ketahuan berbohong.
"Ohhh, mungkin aku yang salah ingat." Ucap Arsyita memperbaiki posisi duduknya menghadap ke depan karna guru yang akan mengajar sudah datang.
*****
Sudah beberapa bulan Keana menjalani rutinitasnya sebagai siswi di sekolah ER itu. Hubungannya dengan Arsyita juga semakin hari semakin akrab. Tapi, Keana menyadari bahwa ada yang aneh dari teman yang sudah dia anggap sebagai sahabat itu. Sepertinya tidak ada yang memperdulikannya. Sangat berbeda dengan Keana yang langsung menjadi topik pembicaraan bagi para siswa di sekolah itu. Sebagai primadona di sekolah lamanya, tentu membuat Keana sudah terbiasa mengalami hal ini.
"Arsyi kok lambat banget sih. Ini udah hampir waktunya masuk tapi dia belum nongol juga." Gumam Keana melirik arloji di tangannya dan arah pintu masuk secara bergantian.
"6 menit lagi dia bakal telat. Apa terjadi sesuatu sama dia? Ahh, nggak berfikir positif aja Keana, Arsyi mungkin lagi antrian macet di jalan." Ujar Keana kepada dirinya mencoba mengusir pikiran-pikiran negative yang berputar di kepalanya.
Flashback
'Lo kenapa ar?' Tanya Keana kepada Arsyita.
'Aku? Aku gapapa kok. Emang ada apa?' Tanya Arsyi balik, padahal dia mengerti maksud pertanyaan Keana.
'Itu...,pipi lo kok merah gitu.' Keana mencoba memegang pipi kanan Arsyita yang sedikit memerah.
'Ahh masa sihh, mungkin karna udara lagi dingin, Na. gak usah khwatir gitu kali, ntar pasti juga hilang.' Timpal Arsyita. 'Ohh iya. Tugas dari pak Irfan udah selesai belum?' Tanya Arsyita mengalihkan pembicaraan. Keana menyadari bahwa ada yang di sembunyikan oleh Arsyita kepadanya, tapi diapun tak tau apa itu.
Flashback off
Keana mengingat hari dimana Arsyi datang ke sekolah sedikit terlambat dengan pipi yang memerah dan rambut yang sedikit berantakan.
__ADS_1
"Apa benar yang gue pikirin dari dulu? Dia masih mendapat bullyan dari yang lain?" Gumam Keana bertanya-tanya. Wajahnya terlihat sedang menahan amarah saat membayangkan jikalau memang benar Arsyita selama ini mendapatkan bullyan.
Tut..., Tut..., Tut...,
Agatha mencoba menghubungi Arsyita. Sudah dua kali dia mencoba, namun Arsyita tidak menjawab panggilannya.
'Halo, Na.' Sapa gadis di sebrang sana, Arsyita setelah panggilan ke-4 dari Keana.
"Halo, Ar. Lo lagi dimana? Ini udah hampir waktunya masuk, kok lo belum nyampe juga? Lo gak kenapa-kenapa kan? Atau lo lagi nggak enak badan? Lo masuk kan hari ini?" Serentetan pertanyaan dilayangkan Keana keoada Arsyita yang membuat gadis disebrang sana terkikik geli mendengarnya.
'Paan sih Na. Lo kayak mami aja nanya-nya. Nanya satu-satu kan bisa, Na.' Omel Arsyita. Padahal dia merasa senang karna ada yang sangat memperhatikannya.
"Yaudah sorry sorry. Emang lo dimana sekarang?" Tanya Keana berfikir ini adalah pertanyaan yang akan menjawab semua pertanyaannya tadi.
'Ini aku lagi di jalan, Na. Bentar lagi nyampe.' Jawab Arsyita. "Aku tutup dulu ya, Na." Ucapnya lagi lalu menutup panggilan.
Di Toilet Siswi
"Aaa." Desis Arsyita memegangi lututnya yang sakit akibat di dorong kelantai oleh Angel.
"Awww..., Awww...." Pekik Arsyita dengan keras saat Ara menarik rambutnya dengan keras. Siswi yang berada di dalam toilet sudah disuruh untuk keluar. "Am-pun Ra, Sa-kit." Ucap Arsyita menahan sakit di kepalanya.
"Baru punya teman satu aja lo udah belagu, hah!!." Bentak Ara semakin mengeraskan tarikan rambut Arsyita.
"Gue kan udah bilang, temuin gue di taman. Kenapa kemarin lo gak datang, hah!!!" Cerca Ara. "Karna kelamaan gak dikasi pelajaran, lo jadi berani ngelawan Hah!!." Bentaknya lagi.
"Siniin duit lo." Ucapnya sambil mencari uang di saku Arsyita dengan kasar karna penolakan yang Arsyita berikan. "Huh..., lo benar-benar minta dikasi pelajaran apa?!." Bentak Ara mengambil uang di saku Arsyita.
"Aaawww...," Pekik Arsyita memenuhi ruangan toilet.
__ADS_1
"Ini pelajaran buat lo karna berani ngelawan gue." Ucap Ainsley setelah menarik rambut Arsyita dengan sangat keras.
"Angel, Rita, urus dia. Gue mau ke kelas. Shela lo ikut gue." Perintah Ara kepada teman-temannya.
"Oky, sip. Dengan senang hati." Jawab Angel menatap Arsyita dengan senyum jahilnya.
Author belum ngenalin teman-teman Arabella ya.
Arabella punya tiga teman, lebih spesifiknya sahabat. Angel, Rita, dan Shela itulah nama ketiga sahabat Ara. Sifat Angel dan Rita hampir sama dengan sifat Arabella. Sedangkan Shela masih memiliki hati nurani, terbukti setiap kali mereka melakukan penindasan kepada Arsyita, dia akan menghalangi ketiga sahabatnya itu untuk bertindak terlalu kejam. Inilah alasan kenapa Ara mengajak Shela ke kelas.
"Udah, Ra. Dia udah kesakitan, biarkan dia ke-"
"Cukup!! Lo ikut gue, gak usah ngebelain dia. Masih untung lo sepupu gue, kalau bukan mungkin nasib lo bakal gak jauh beda sama dia." Cerca Arabella menarik paksa tangan Shela.
"Aww..., sakit Ra. Iya, iya gue ikut." Pasrah Shela mengekor dibelakang Ara setelah tangannya terlepas. Sebelum benar-benar keluar dari pintu, dia menyempatkan diri untuk menatap iba kearah Arsyita yang juga menatapnya seolah meminta pertolongan.
"Ohhh..., Jadi selama ini yang gue pikirkan itu benar." Ucap seseorang di pintu toilet yang langsung menjadi pusat perhatian penghuni didalamnya. Ara mematung, terdiam kaku menatap kearah pintu. Perasaan takut dan gelisah terlihat jelas di raut wajahnya.
"El-lo nga-pain di-sini?" Tanya Ara tergagap-gagap.
"Ka-kak." Lirih Shela.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
#Wahhhh..., siapa tu yang datang. Kok Ara sampe ketakutan gitu. Jangan lupa mampir yahh.
Tinggalkan jejak kalian. lop youu😘😘😘😘
Like, komen, and vote kalian sangat membantu kami para author untuk lebih bersemangat dalam berkarya❤.
__ADS_1