Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Dicegat


__ADS_3

"Ohhh iya. kalian kok bisa ketemu kemarin? Emang ketemu dimana?" Nafisya kembali melayangkan tatapan menyelidik nya.


"Santai aja, itu mata Lo sampai mau jatuh." Gurau Agatha, sambil memutar otaknya memikirkan alasan.


"Ceritanya panjang. Kemarin itu kita ketemu di bandara, Karena udah lama nggak ketemu jadi gue ajak dia ke rumah gue buat nginap." Bohong Agatha.


"Ohh gitu. Kebetulan banget yah. Kok nggak ngabarin aku kalau kalian balik. Kan aku bisa jemput kalian."


"Iya dong. Kita kan...,"


"Best friend...," Teriak Agatha dan Nafisya bersamaan. Keduanya pun berpelukan dan tidak lupa mereka merangkul Alice untuk ikut dalam pelukan penuh kerinduan itu.


"Udah napa, pengap tau. Gue susah bernafas." Suara datar nan menusuk Alice terdengar. Bagaimana tidak keduanya menghimpit kepala Alice yang berada di antara keduanya.


"Ehhh sorry, sorry. Kebawa suasana." Tawa pun terdengar memenuhi kamar itu. Tanpa Alice sadari seutas senyum juga terbit di bibirnya.


Agatha dan Nafisya terus melanjutkan obrolannya yang sepertinya tiada akhir. Sedangkan Alice menjadi pemerhati dan penonton keduanya.


*****


Hari sudah petang. Agatha dan Alice akan kembali ke kediaman Daniswara, tetapi di cegah oleh Nafisya.


"Kalian tinggallah dulu. Kita makan malam bersama baru kalian boleh pulang. Atau kalau kalian mau kalian bisa nginap di sini." Tawar Nafisya.


"Nggak usah repot-repot Fisya. Kami makan di rumah masing-masing aja. Ini udah malam." Tolak Agatha.


"Iya, Fisya." Sambung Alice.


"Ayolah. Ini pertama kali kita ketemu setelah sekian lama. Bunda juga udah masak banyak tadi. Jangan buat Bunda kecewa." Nafisya kembali membujuk.


"Heumm..., gimana, Lis?" Tanya Agatha.


"Gue terserah Lo aja."


"Yaudah, karena bunda udah masak kita makan malam di sini saja." Agatha menyetujui.


"Hore...., Makasih." Girang Nafisya memeluk keduanya.


"Iya, iya. Ini juga demi makanan gratis kali." Canda Agatha membuat Nafisya tertawa dan Alice tersenyum.

__ADS_1


*****


"Dahhh..., Hati-hati di jalan yah." Nafisya melambaikan tangannya mengantar kepergian Agatha dan Alice.


"Dahh...," Balas Agatha ikut melambaikan tangannya dari dalam mobil.


Nafisya kembali masuk ke dalam rumah setelah mobil Agatha dan Alice hilang dari pandangannya.


"Hah? Mereka masih menunggu di sini dari tadi?" Agatha terperangah mendapati mobil Mafioso Ainsley masih setia menunggunya tak jauh dari gerbang rumah Nafisya.


"Mereka hanya menjalankan tugas." Jawab Alice singkat.


"Tapi nggak segitunya juga kali. Apa mereka sudah makan ya?"


"Mereka akan mengurus diri mereka sendiri."


"Memangnya mereka di bayar berapa sih sama kak Ainsley? Mereka sudah seperti detektive yang mengikuti kemana pun tersangka nya pergi."


"Saya tidak tau."


"Udah, nggak usah kayak kak Ainsley dan kak Claudia. Mereka kalau bicara kayak robot. Kan gue udah bilang, bicara aja kayak dulu biar terdengar akrab."


"Iya."


"Lo beneran adik kak Clau?"


"Iya."


"Adik kandung?"


"Iya."


"Ishh..., Yang serius dong jawabnya." Kesal Agatha.


"Iya, gue adik kandung kak Clau." Jawab Alice datar.


"Alah, malas bicara sama robot kayak Lo. Tapi mending sih masih bisa di ajak bicara sesekali. Dari pada kak Clau...,"


Sretttt (anggap aja suara rem mendadak).

__ADS_1


"Awww..., Lo apa-apaan sih, Lis." Marah Agatha memegangi keningnya yang sedikit terbentur kedepan.


"Sorry. Di depan ada mobil yang tiba-tiba menghalang." Jawabnya. "Sial...," Umpatnya melihat beberapa pria bertubuh kekar keluar dari mobil di depan.


"Shit..., Sejak kapan mereka menghilang." Umpatnya lagi saat menyadari Mafioso Ainsley sudah tidak mengikuti mereka lagi.


Tok


Tok


Tok


Ketukan di depan mobil di Sergai isyarat tangan yang meminta mereka untuk keluar.


"Lo tunggu di sini. Jangan keluar. Atau kalau keadaannya di luar kendali Lo langsung cabut aja. Ingat itu." Tegas Alice membuka seat belt nya.


"Jangan keluar Alice. Mereka sepertinya bukan orang baik. Bahaya." Larang Agatha menarik lengan Alice.


"Udah. Lo tunggu di sini biar gue yang ngurus mereka. Jangan lupa kunci pintunya." Alice melepas genggaman Agatha dan keluar dari mobil.


"Mau ngapain kalian?" Tanya Alice menatap tajam pria yang sepertinya adalah pemimpin mereka.


"Kami tidak ada urusan dengan mu gadis kecil. Kami cuman mau dia." Ucapnya menunjuk Agatha yang juga menatapnya.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€


#Selipkan komentar dan saran kalian di bawah. Bantu author untuk berkarya lebih baik kedepannya.


Jika ada salah dalam pengetikan setiap katanya, mohon di koreksi di kolom komentar.


βˆ†like


βˆ†komen


βˆ†vote


βˆ†gifs


βˆ†Favorite

__ADS_1


βˆ†rating.


Lop youuu 😘😘😘😘


__ADS_2