Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Dua Pria Asing


__ADS_3

Ujian terus berlangsung, besok adalah hari terakhir ujian. Keana dan Arsyita memilih belajar bersama di sebuah cafe. Mereka memilih untuk duduk di outdoor, menikmati pemandangan taman yang menakjubkan. Lampu-lampu bergantungan pada tali yang menjuntai di atas kepala, meski di siang hari lampu-lampu itu tetap dinyalakan. Taman yang begitu asri dengan pohon yang cukup besar berada di depan cafe. Meja bulat dengan empat kursi, dan terdapat vas bunga transparan di atasnya dengan bunga mawar putih-merah di dalamnya.


"Na..., jalan yuk. Belajarnya ntar aja, gue lagi malas buat belajar nih. Yaa?" Bujuk Arsyita.


"Nggak ahh. Ntar aja jalannya, besok tu udah hari terakhir tau. Setelah ujian nanti lo bisa pergi jalan-jalan sepuasnya." Jawab Keana yang mengukir ekspresi cemberut di muka Arsyita.


"Ayolah, Na. Justru itu, karna besok hari terakhir ujian. Jadi, kita harus bersantai. Kita harus merilekskan otak kita sebelum belajar, biar pelajarannya mudah di mengerti." Arsyita tidak menyerah, dia terus mencoba membujuk Keana dengan berbagai alasan.


"Nggak, kita selesaikan pelajaran ini dulu." Keana tetap pada pendiriannya. Ia membuka buku pelajaran yang di bawa Arsyita dan meletakkannya tepat di depan Arsyita.


"Aduh, Na. Lo kan tau gue paling nggak suka sama fisika, mending juga matematika atau paling nggak kimia dehh." Jawab Arsyita sambil menutup buku fisikanya.


"Nah, justru itu. Lo harus belajar biar bisa dapat nilai bagus. Kan selama ini nilai fisika lo rata-rata mulu setiap ada ulangan. Sekarang waktunya lo tunjukkan, kalau lo bisa dapat nilai lebih dari itu." Hah!! Rasain tu Arsyita, senjata makan tuan.


"Yaela, di kelas kita kan cuman lo yang dapat nilai wow mapel fisika kali." Gumam Arsyita memanyunkan bibirnya. Arsyita mencoba melirik ke arah Keana, namun yang dilirik tetap fokus pada buku yang Arsyita sebut sebagai buku kematian.


"Ummm...," Arsyita mencoba mencari alasan selanjutnya.


'Ihh dasar Keana nggak pengertian banget.' Batin Arsyita.


"Umm..., Iya, gue juga bakal belajar. Tapi, ntar habis jalan-jalan biar otak gue rileks. Ayolah Keana, bentar aja." Bujuknya lagi.


"Duhh, kamu tu ya. Iya, iya dehh. Tapi bentar, gue selesaikan dulu ni soal. Sisa dikit, gantung kalau di tinggal." Pasrah Keana.


"Yeyyy..., oky, lo selesain aja dulu tu soal ." Girang Arsyita.


"Dasar bocah." Ejek Keana yang melihat tingkah konyol Arsyita.


"Udah mau tamat SMA juga, emang iya ada bocah yang secantik gue ini?" Arsyita menimpali candaan Keana dengan bergaya sok imut.


"Idih..., ke PD-an banget lo." Ucapnya sambil menoyor kepala Arsyita dengan polpen yang di pegangnya, mereka berdua lalu tertawa bersama.


Tanpa mereka sadari, ada dua pasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka.

__ADS_1


"Gue udah selesai nih. Lo mau jalan kemana?" Tanya Keana sambil merapikan buku-bukunya.


"Emmm..., gue juga nggak tau sih. Pengen jalan aja, nggak tau mau kemana. Lo ada saran tempat yang bagus nggak?" Arsyita bertanya balik.


"Yahhh ada sihh, tapi gue nggak tau lo suka atau nggak."


"Memangnya tempatnya dimana?"


"Lo mungkin nggak tau. Ini bukan taman yang ramai sih, gue juga nemu tempat itu pas gue lagi keliling tanpa tujuan." Jelas Keana.


"Jangan bilang tempatnya di hutan. Ihh nggak dehh, serem. Ntar kalau ada binatang buas gimana, atau set-an. Ihh amit-amit." Arsyita membayangkan sebuah taman yang sudah terbengkalai berada di tengah hutan yang berhantu.


"Ihhh, pikiran lo jauh banget kali. Walau taman ini jarang di ketahui orang, tapi taman ini tetap bagus kok. Tamannya juga bersih dan terawat." Jelas Keana lagi.


"Yaudah, kalau gitu kita coba ke sana aja. Tempatnya jauh nggak, Na?" Tanya Arsyita.


"Nggak juga sihh. Paling cuman memakan waktu 30-an menit juga kita udah sampai."


"O"


Jalan tidak terlalu ramai, membuat Keana sesekali menyalip mobil di depannya. Tapi, ada yang aneh. Sedari tadi ada mobil berwarna hitam yang mengikutinya. Keana mencoba membuktikan dugaannya, ia menambah kecepatan mobilnya dan terus menyalip mobil di depannya. Ternyata Keana salah, mobil itu tidak lagi terlihat.


"Huff...," Keana menghembuskan nafas kasar, lega karna dugaannya ternyata salah.


"Kenapa, Na? Tadi juga kayaknya lo ngebut." Tanya Arsyita yang tidak menyadari mobil yang tadi berada di belakang mereka. Saat Keana menambah kecepatan mobil, Arsyita melah menikmati pemandangan jalan yang indah dan mengira jika Keana hanya ingin cepat tiba di tempat yang mereka tuju.


"Umm, nggak kok. Gue cuman pengen kita cepat nyampenya." Keana mencari alasan yang bisa meyakinkan Arsyita.


"Ohh, gue juga nggak sabar sih mau liat taman yang lo bilang bagus itu." Arsyita kembali menatap jalan yang berada tepat di samping mereka, hanya di batasi oleh taman bunga kecil yang memanjang mengikuti arah kedua ruas jalan itu.


"Na, liat tu mobil. Keren banget dehh." Ucap Arsyita menunjuk mobil hitam di jalan yang berada di sebrang.


"Na, coba dehh lo liat dulu. Kali aja lo mau beli gitu." Ucap Arsyita lagi.

__ADS_1


"Mobil apa sih, Ar?" Tanya Keana sedikit menoleh kesamping.


CHITTTTT


"Awww...,"


Keana merem mobil secara mendadak membuat Arsyita yang tidak siap sedikit membentur ke depan.


"Apaan sih, Na. Kalau mau ngerem mendadak bilang dong. Sakit tau." Rintih Arsyita.


Keana mengabaikan Arsyita setelah melihat Arsyita baik-baik saja, dia memperhatikan mobik hitam tadi. Benar saja, mobil itu juga berhenti tak jauh dari jarak mereka.


'Mobil itu sepertinya ngikutin kita dehh. Mending nggak usah ketaman itu. Ntar mereka ngikutin kita lagi, tamannya kan sepi. Mereka mungkin saja orang jahat.' Gumam Keana dalam batinnya.


"Ar. Sorry ya, gue baru ingat kalau taman itu tutup hari jumat-minggu. Kita cari tempat lain aja ya." Alasan Keana, ia tidak memberitahu Arsyita yang sebenarnya karna takut Arsyita khawatir.


"Ishhh...," Arsyita memanyumkan bibirnya kecewa.


"Mau gimana lagi, Ar. Kamu punya tempat nggak yang ingin kamu kunjungi?" Tanya Keana lagi sambil melirik tempat mobil hitam tadi terparkir.


Keana mengerutkan keningnya saat melihat dua pria berbadan kekar turun dari mobil itu. Sepertinya keduanya akan menuju ke tempat Keana dan Arsyita. Tak mau menunggu waktu lagi, Keana dengan cepat melajukan mobilnya. Kedua pria itupun kembali masuk ke dalam mobilnya lalu melajukannya mengejar Keana. Kedua pria itu sadar jika Keana sudah mengetahui keberadaan mereka. Mereka melajukan mobilnya dengan sangat cepat, Keana berada tepat di depan mereka saat kedua mobil itu bertemu di ujung taman bunga kecil itu.


Keana semakin menancap gas, mencoba menghindari kejaran kedua pria asing itu.


"Keana, lo kok ngebut banget. Apa ada masalah?" Arsyita heran dengan sikap Keana.


"Ada yang ngikutin kita dari tadi. Mobil yang lo liat tadi sebenarnya mobil yang ngikutin kita." Jawab Keana menjelaskan. Bagaimana pun Arsyita berhak tau apa yang sedang terjadi, agar dia bisa menyiapkan diri atas segala kemungkinan yang akan terjadi.


"Aaaaa...," Teriak Arsyita membulatkan matanya.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


#Yey..., Up lagi. Jangan pernah bosan untuk mempir ya. semoga kalian suka. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like, komen and vote kalian sangat bermanfaat untuk kami para author agar lebih bersemangat dalam menghasilkan karya-karya terbaik.

__ADS_1


Lop you😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2