Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Tunggu Aku!


__ADS_3

Sudah setahun lebih Keana menjalani rutinitasnya sebagai siswi di sekolahnya. Arsyita juga sudah lepas dari pembulian Arabella dan teman-temannya. Tapi, tanpa Arsyita dan Keana ketahui Arabella menyimpan dendam yang sangat besar kepada Keana dan Arsyita.


Setelah mendapat omelan dan ancaman dari kak Erick, Arabella menyimpan dendam kepada Arsyita karna dia berfikir Arsyitalah yang menyebabkan itu terjadi (sungguh aneh). Sedangkan, dendamnya kepada Keana disebabkan karna posisinya sebagai primadona sekolah di geser oleh Keana. Bahkan saat diadakan ajang perlombaan siswi terpopuler dimenangkan oleh Keana.


Hari ujian kelulusan hampir tiba, 3 bulan lagi Keana harus bertempur dengan soal-soal ujian. Tiga bulan lagi!!!


"Ar, bentar lagi kita bakal ujian kelulusan. Gimana kalau kita belajar bareng? Pasti seru." Tanya Keana kepada Arsyita di sela-sela makan siang mereka di kantin.


"Ummm..., ide bagus tu Na. But, memangnya lo masih butuh belajar ya? Lo kan udah smart tingkat WOW." Canda Arsyita menggoda keana.


Jangan heran ya dengan panggilan Arsyita. karna, Keana sendiri yang meminta Arsyita untuk tidak memakai aku kamu saat berbicara dengannya. Terlalu formal katanya. Itulah mengapa panggilan Arsyita berubah jadi Lo gue.


"Apaan sih Ar. Lo ngomong apa sih, gimana gue bisa pintar kalau gue berhenti belajar?. Yakalikan gue cuman punya pengetahuan sampe di sini." Ucap Keana "Tapi, gue akui sih kalau gue itu emang pintar." Candaan Keana menyombongkan dirinya.


"Yaela, malah ngelunjak ni anak. Sudah-sudah sombongnya. Baru di puji dikit aja lo udah terbang jauh ke angkasa. Dasar Keana." Ejek Arsyita.


"Ya canda kali, canda Ar." Timpal Keana.


Hening, mereka melanjutkan memakan makanan yang masih tersisa di depan mereka masing-masing.


'Bentar lagi ujian kelulusan. Itu artinya kak Ainsley bakal ngasi tau gue rencana balas dendammya. Bentar lagi, tunggu sebentar lagi brengsek. Aku akan menemukan mu, SEBENTAR LAGI.' Batin Keana mengingat percakapannya dengan Ainsley.


Flashback


"Kak." Panggil Keana saat melihat Ainsley duduk di sofa ruang tamu. Ainsley menoleh mendengar namanya di panggil.


"Humm." Dehem Ainsley meminta Keana melanjutkan kalimatnya.


"Umm..., kak Ainsley sudah menemukan si brengsek itu?" Tanya Keana ragu. Ainsley mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Si brengsek itu? Siapa yang kamu maksud?" Tanya Ainsley pura-pura tidak tau.


"Iya, si brengsek itu! Dalang di balik semua insiden ini." Ucap Keana dengan suara tertahan menahan amarah.


"Belum." Jawab Ainsley singkat lalu kembali menatap layar laptop di depannya.


"Sudah ada informasi tentang dia?" Tanyanya lagi sambil melangkah mendekati tempat Ainsley.


"Untuk saat ini, kamu cukup fokus dengan sekolah mu. Saat kamu lulus nanti, saya akan memberitahu informasi yang saya dapatkan dan saya akan memberitahu tentang rencana yang sudah saya susun." Ucap Ainsley masih fokus menatap layar laptopnya.


"Ta-."


"Sudah. Tidak ada tapi-tapian. Kalau kamu benar-benar mau mencari dalangnya, ikuti yang saya katakan. Saya masih banyak pekerjaan, kamu bisa pergi kalau hanya itu yang ingin kamu tanyakan." Pinta Ainsley memotong kalimat Keana.


"Kalau begitu saya terima. Ingat ya kak, saat lulus nanti kak Ainsley harus memberitahu Keana segalanya."


"Humm." Dehem Ainsley menandakan iya.


Flashback Off


'Tiga bulan lagi, tunggu aku brengsek. Aku akan segera menemukan mu.' Batin Keana.


"Lo kenapa sih Na? Kesambet? Kok senyum-senyum sendiri, malah senyumnya menakutkan lagi." Tanya Arsyita yang bergidik ngeri melihat senyuman Keana.


"Ha...?" Keana mengerutkan keningnya.


"Mikirin apa sih sampe segitunya?" Tanya Arsyita lagi.


"Ada dehh. Anak kecil gak boleh kepo." Canda Keana mengejek Arsyita.

__ADS_1


"Ihh Keana, udah SMA gini masih di bilang anak kecil." Arsyita mengerucutkan bibirnya berpura-pura kesal, mereka lalu tertawa bersama.


Keana menghentikan tawanya lalu melihat Arsyita yang tertawa lepas.


'Gue belum bisa cerita ke lo tentang masalah keluarga gue. Kalau waktunya sudah tepat, gue pasti bakal cerita. Yang pastinya setelah dalang itu ketemu.' Batin Keana masih menatap Arsyita penuh arti.


"Duhh..., hari ini lo kenapa si Na. Lo dari tadi gue liat ngelamun mulu. Lo lagi punya masalah? Cerita aja, gue siap kok dengarin curhatan lo." Ucap Arsyita menyadarkan Keana dari lamunannya.


"Emm..., ada nggak ya?" Keana pura-pura berfikir sambil menyangga kepalanya dengan tangan yang bertumpu di meja.


"Ihhh Keana, serius. Lo lagi nggak ada masalah kan?" Tanya Arsyita serius.


'Dari pertama kali kita ketemu juga gue emang udah punya masalah Ar.' Batin Keana


"Nggak kok, tenang aja kali. Teman lo ini kan cerdas banget, jadi masalah tu takut buat ngedekat ke gue. Santai ajalah." Ucap Keana sedikit bercanda untuk mencairkan susana.


"Hishh. Ke-PDan banget lo." Ucap Arsyita sambil memajukan tangannya memukul kepala Keana pelan.


"Duhh, sakit tau Ar. Tega benar lo sama teman sendiri." Rintih Keana.


"Huh..., Gak usah lebay deh Keana. Orang gue mukulnya pelan kok, masa sampai sakit." Ucap Arsyita menatap Keana dengan datar.


"Canda sayang, canda. Udah selesai belum? Balik kelas yuk." Ajak Keana.


"Iya, ini udah selesai dari tadi. Lo nya aja yang ngelamun mulu. Yaudah kita ke kelas sekarang." Ucap Arsyita yang terdengar seperti omelan pendek. Mereka berdua beranjak dari duduknya mengembalikan piring yang telah di pakai ke tempat biasanya lalu menuju ke kelas.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


#Yey, akhirnya bisa Up juga. Semoga menghibur.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejek kalian. Like, komen and vote kalian sangat membantu kami para author untuk semakin semangat dalam menghasilkan karya-karya yang baik.


Lop you😘😘😘😘


__ADS_2