
Pesawat yang di tumpangi Keana telah mendarat di Negara Tanah Airnya, Indonesia. Ia berangkat bersama dengan Alice dan beberapa Mafioso Ainsley. Awalnya Keana menolak berangkat bersama Mafioso, tetapi Ainsley terus mendesak agar Keana menerima sarannya itu. Semua ini demi Keamanan dan keselamatan Keana. Begitu kata Ainsley.
Keana terpaksa menyetujuinya karena tidak punya pilihan lain dan Ainsley mengancam tidak akan mengizinkannya berangkat tanpa pengawasan dari Mafioso nya.
FLASHBACK
"Pokoknya aku tidak mau mereka ikut, titik." Bantah Keana.
"Ini semua demi keamanan kamu, Keana. Kamu tau kan kita harus berhati-hati. Mereka akan ikut bersama mu." Tegas Ainsley.
"Nggak!! Alice saja sudah cukup. Lagi pula di pesawat ada banyak orang. Mereka nggak mungkin nyerang kami." Kekeh Keana.
"Pokoknya mereka ikut atau kamu tidak usah pergi sekalian." Ancam Ainsley.
"Kakak apa-apaan sih. Aku sudah berada di Negara ini selama setahun lebih. Sekarang aku mau pulang."
"Saya tidak melarang kamu untuk kembali ke sana. Tapi, kamu harus bersama dengan mereka."
"Huh. Oky, oky.... aku setuju mereka ikut. Tapi, aku mau mereka cuman mengawasi dari kejauhan. Aku tidak mau mereka terus menempel kepada ku setiap saat."
"Kamu harus terus berada di dekat mereka. Bagaimana mereka akan menjaga kamu jika mereka berada jauh dari sisi mu."
"Nggak, ntar orang mikir yang aneh-aneh lagi. Emangnya aku pejabat negara pake di kawal segala. Aku setuju asal mereka cukup mengawasi dari kejauhan."
"Keana!! Kamu jangan keras kepala. Ini semua...,"
"Maaf, Queen. Sebaiknya kita menyetujui syarat dari nona Keana. Lagi pula Alice akan selalu menjaganya." Claudia menengahi.
"Heumm...," Ainsley menarik nafas berat. "Baiklah. Dasar keras kepala." Pasrah Ainsley.
"Nahh gitu dong, kak." Keana tersenyum cerah.
"What? Mereka semua bakal ikut?" Keana membulatkan matanya saat melihat 6 Mafioso yang akan menjaganya.
"Hum." Dehem Ainsley. "Tidak ada tawar menawar. Kamu setuju atau aku tambah lagi?"
__ADS_1
"Sudah cukup. Ini aja udah kebanyakan." Gumam Keana kesal.
"Yasudah, kamu hati-hati."
Mobil Keana melaju meninggalkan Markas besar Ainsley.
FLASHBACK OFF
"Biar saya saja yang nyetir, pak." Pinta Keana kepada supir yang sudah di siapkan Ainsley.
"Tidak usah, non. Biar saya saja." Ucap sang supir menolak.
"Nggak apa-apa, pak. Biar saya saja. Saya bisa bawa mobil kok."
"Tapi, non. Nona Ainsley menyuruh saya untuk mengantar non sampai rumah."
"Nggak papa, pak. Nanti saya yang bicara sama kak Ainsley. Sekarang bapak bisa pergi."
"Humm gimana ya non."
"Sini, biar aku aja yang nyetir." Alice langsung mengambil kunci mobil dari tangan Keana dan masuk melalui pintu mobil yang telah di buka Keana.
"Ihhh apaan sih Lo. Alice siniin kuncinya, biar aku aja yang nyetir." Keana mengetuk Kaca mobil berkali-kali. Alice menurunkan kaca mobilnya.
"Nona, silahkan masuk. Saya akan mengantar anda ke rumah dengan selamat." Ujar Alice tersenyum penuh arti.
"Ishhh..." Dengan kesal Keana mengitari dan masuk ke dalam mobil.
"Kita akan kemana, nona?"
"Please yah Alice. Berhenti bicara kayak robot, gue nggak suka dengarnya. Cukup kak Ainsley dan kakak Lo, Lo nggak usah." Omel Keana yang disambut senyuman Alice.
"Humm. Terus kita mau kemana sekarang?" Tanya Alice santai.
"Kita ke rumah gue aja dulu. Kata kak Ainsley rumahnya sudah dibersihkan."
__ADS_1
"Oky, siapa big boss." Alice mengangkat tangannya membentuk hormat.
"Apaan sih." Keana Tertawa.
Mobil hitam metalik itu melaju meninggalkan bandara.
"Mmmm, kita singgah makan dulu deh. Gue udah lapar banget." Pinta Keana.
Alice menghentikan mobilnya di sebuah restauran yang cukup mewah.
"Gue parkir mobil dulu. Lo masuk aja duluan cari tempat."
"Humm pojokan kan?" Tanya Keana yang disambut senyuman oleh Alice. Memang benar selama bersahabat dengan Alice, Keana tau satu hal. Alice paling suka duduk di pojokan dan tidak suka keramaian.
Ting (suara notifikasi)
Keana mengambil ponselnya dari dalam tas. Sebuah pesan dari Ainsley masuk.
Β©Manusia Robotπ€
"Kamu dimana?" Isi pesan singkat Ainsley.
^^^"Aku singgah di restauran, laper."^^^
"Kenapa kamu tidak mau diantar supir?"
^^^..........^^^
"Awww...," Ringis Keana. Keana tidak memperhatikan jalan karena keasyikan membalas pesan Ainsley. Alhasil dia menabrak seseorang.
"Lo...," Ucap Keana menatap tajam pria di depannya itu.
π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€
#Author up 2 bab hari ini karena udah lama nggak up. Semoga kalian betah yah. Jangan lupa terus dukung author.
__ADS_1