Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
ARA..,!!!!!


__ADS_3

Keana duduk di balkon kamarnya sambil memandangi sebuah bingkai foto di tangannya.


"Ayah, Ibu..., Agatha kangen kalian. Kalian baik-baik saja kan di sana. Besok Agatha mulai ujian kelulusan SMA. Ayah sama Ibu kan pernah bilang mau hadir di wisuda Agatha. Doakan Agatha ya biar ujiannya lancar. Setelah ini Agatha janji akan membalaskan dendam kalian. Sudah setahun lebih mereka berkeliaran setelah melakukan hal kejam seperti itu. Akan ku pastikan mereka menerima balasan yang setimpal. Kalian tunggu dan lihat mereka menyesali semua perbuatan mereka kepada kalian." Ucap Keana berbicara kepada bingkai foto keluarganya.


Senyum mengembang di bibir Keana ketika sekelebat masa-masa indah saat masih bersama kedua orang tuanya dulu terlintas di pikirannya. Bermain ayunan di halaman belakang  rumah bersama kedua orang tuanya, bercanda bersama ibunya saat ia belajar memasak, ayahnya yang berteriak takut karna saat belajar mengemudi mobil Keana langsung ngebut, bercanda bersama kedua orang tuanya saat menonton TV.


Namun, senyum itu tak berlangsung lama. Pertahanan Keana seketika runtuh saat mengingat kejadian pahit kala itu. Kejadian dimana dia harus menyaksikan sendiri kepergian orang tuanya dengan tragis. Air mata menetes membasahi pipinya. Kedua tangannya memeluk erat bingkai foto yang sedari tadi ia pandangi.


"Huff...," Keana menyeka air matanya. "Aku tidak boleh lemah, bajingan itu harus membayar semua luka ku. Akan ku pastikan itu!!!" Ucapnya menatap nanar ke langit biru yang berada di depannya.


*****


Hari pertama ujian telah tiba. Keana sengaja bangun lebih awal dari biasanya dan langsung bersiap ke sekolah. Keana menuruni anak tangga dari lantai dua menuju lantai satu dengan berlari-lari kecil. Senyum tidak hentinya terukir di bibir mungilnya.


(Duhhh..., si Keana kok bisa sebahagia itu sih ngadapin ujian, kalau author hari pertama ujian kelulusan MTs deg-deg nya minta ampun dehh. Belajar mati-matian, takut ntar ada kesalahan malah nggak lulus lagi. Nuadzubillah. Cieeee..., author malah curhat).


"Pagi kak Ainsley, pagi kak Clau." Sapa Keana kepada Ainsley dan Claudia yang akan memasuki ruang makan.


"Pagi, Na. " Jawab Claudia setelah berbalik.

__ADS_1


"Pagi..., sini sarapan dulu sebelum berangkat." Ajak Ainsley.


"Siap big boss." Ucapnya sambil mengangkat tangan kanannya membentuk hormat.


"Hari ini kamu ujian bukan?" Tanya Ainsley saat mereka baru mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.


"Iya, kak. Kak jangan lupa ya sama janji kakak dulu." Jawab Keana, mengingatkan Ainsley akan janji yang telah di buatnya dahulu.


"Kamu tenang saja, saya tidak lupa dan saya tidak akan pernah mengingkari janji yang telah saya buat. Setelah kamu lulus, saya akan menepati janji saya." Jelas Ainsley meyakinkan Keana bahwa dirinya benar-benar akan memberitahu segalanya kepada Keana.


"Ok, aku percaya." Jawab Keana lalu mengambil makanan dan langsung melahapnya. Mereka hanya sarapan bertiga, Ainsley tidak membawa bodyguard ke apartemennya karna apartemennya berada di lingkungan yang cukup ramai. Ia akan jadi tontonan jika kemana-mana membawa seorang bodyguard.


"Dahh..., Keana berangkat dulu ya, kak." Keana berpamitan saat mesin mobilnya telah dinyalakan yang di jawab anggukan oleh Ainsley dan Claudia yang sedikit membungkukkan badannya.


'Kamu ceria sekali Keana, kamu harus berubah jika ingin membalaskan dendam ayah dan ibu. Dalang yang kamu panggil si brengsek itu bukanlah orang sembarangan.' Batin Ainsley menatap mobil Keana yang sudah mulai menghilang di balik pagar.


Mobil Keana melaju cukup kencang membelah padatnya lalu lintas pagi itu, dan tidak butuh waktu lama mobilnya telah terparkir apik di halaman parkir siswa.


Keana turun dari mobilnya, menyusuri lorong demi lorong menuju ke kelasnya. Banyak mata yang tak mau beralih dari menatapnya. Tatapan kekaguman dan keirian tak lepas dari Keana, bahkan tatapan tajam sekalipun Keana dapatkan. Ia menghiraukan semua sapaan dari para buaya yang di temuinya sepanjang lorong dan tidak menggubris tatapan tajam dari para siswi yang tidak menyukainya.

__ADS_1


"Heh..., mentang-mentang lo udah punya teman lo udah berani membantah perintah gue ya!." Bentak seseorang di dalam toilet. Keana berbalik menghadap toilet, penasaran dengan yang terjadi. Baru beberapa langkah...,


'Udah deh Keana, itu bukan urusan lo. Fokus saja kepada tujuan utama lo.' Batinnya lalu memutar arah menuju ke kelas.


"Gue nggak bakal ngasih lo jawaban. Seharusnya lo belajar sendiri kalau lo mau dapat nilai yang bagus. Jangan...,"


"Nggak usah ceramah lo. Apa? Lo berani ngomong lo-gue ke gue? Emang udah ngelunjak ya lo. Mau di kasi pelajaran dulu biar kapok, hah!?" Maki Ara mendekat ke arah Arsyita.


"Gue udah nggak takut sama lo. Kalian pikir gue bakal diam aja? Sorry, Arsyita yang dulu sudah pergi." Jawab Arsyita mantap.


"Lo benar-benar mau di kasi pelajaran." Ucap Ara langsung mengangkat tangannya dengan cepat untuk menampar Arsyita.


"Ara!!!...,


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


#Yey sudah up lagi. Maaf ya readers author lambat up. soalnya biarpun bulan ramadhan author tetap sekolah. Semoga betah ya. Jangan lupa tinggalkan jejek kalian. Like, komen and Vote kalian sangat bermanfaat untuk kami para author agar dapat menciptakan karya-karya yang lebih baik kedepannya.


Lop youuu😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2