Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Sebatas Kakak Beradik


__ADS_3

Arya yang masih bersama Amerta membicarakan tentang rencana penyerangan yang akan dilakukan ke kerajaan Amerta. Secara Kerajaan Kazan musuh yang sudah membunuh orang tua Amerta dengan tuduhan palsu. Mengetahui jika Raja yang sekarang Adalah Pangeran Alardo orang yang pernah menolong Amerta dan bahkan yang menjadi cinta pertamanya saat di Akademi.


“Aku tidak yakin jika kau mampu membunuh Alardo,” sindir Arya yang tahu Amerta selalu membelanya.


Tahu perjalanan mereka berdua yang akhirnya berakhir saat Pangeran Alrdo kembali ke kerajaan kazan, Amerta yang tidak tahu jika kerajaan tersebut yang telah memfitnah dan membunuh keluarganya sudah terlanjur jatuh cinta dengan Pangeran, adi jelas hal itu membuat Pangeran


“Diam kau, jangan memanasiku, aku bisa dengan mudah membunuhmu,” kata Amerta merasa kesal dengan ocehan yang selalu membuatnya marah.


entah kenapa Amerta tidak pernah akur dengan Arya padahal ia sering berada di dekatnya dan suka membantunya. Tapi, tetap saja semua itu tidak bisa merubah kenyataan Amerta masih ingin bertemu dengan Pangeran Alrdo selama ini yang mengingkari janjinya dan meninggalkanya.


“Iya, aku tahu jika itu aku, tapi jika itu Pangeran Alardo aku tidak yakin,” sindir Arya yang selalu senang melihat jika Amerta marah padanya.


Maka dari itu dia selalu saja memancing amarah Amerta, karena Arya ekspresi marah Amerta yang selama ini tidak pernah menyukai dirinya.


“Dia sudah menjadi musuhku,” jawab Amerta jelas apa yang dikatakan oleh Arya selama ini walaupun ia selalu saja menggodanya dan selalu saja menanyakan tentang pangeran Alardo, tetap saja hal itu membuat Amerta pun membenci Pangeran Arya.


“Tapi kau dulu pernah suka padanya,” kata Arya lagi yang selalu mengungkit masa lalu.


“Itu dulu sebelum aku tahu ika kerajaan Kazan yang telah membantai keluargaku dengan tuduhan palsu,” jelas Amerta kesal semua yang dilakukan oleh kerajaan musuh yang mana dia sudah mengetahui kebenaran tentang keluarganya yang dibantai karena fitnah yang diberikan kepada keluarganya tersebut.


Semua itu sudah direncanakan sejak awal membuat Amerta juga benar-benar merasa kesal dengan kerajaan.

__ADS_1


Dari itu mereka bekerja sama dengan kerajaan Sonic untuk bisa mengalahkan kerajaan Kazan


“Aku percaya dengan mu, tapi bukanya kau masih cinta padanya. Setelah lama tidak bertemu?" tanya Arya lagi pernah mau berhenti menanyakan tentang pangeran Alardo kepada Ameta.


Arya Jika dia juga tidak menyukai Pangeran Alardo, sejak dulu mereka sudah bermusuhan sejak lama karena memang kerajaan mereka saling bermusuhan dan tidak mendukung satu sama lain.


Hal itu jelas membuat Pangeran Alardo pun tidak pernah menyukai kerajaan kasihan. Maka dari itu dia berusaha bekerja sama dengan Liu, untuk bisa membalaskan dendam mengetahui jika jenderal yang dia bukan ternyata mendapatkan hukuman, sebegitu keji karena sebuah fitnah yang diberikan oleh kerajaan.


“Kenapa kau selalu berisik menanyakan tentang dia, tidak adakah pertanyaan lain yang bisa kau tanyakan padaku, seperti strategi perang dan persiapannya?” kesal Amerta pada Arya tidak pernah membuatnya merasa tenang sama sekali dan mereka selalu saja beradu pendapat dan tidak pernah akur.


Kita berdua sering bersama-sama untuk merencanakan penyerangan yang akan dilakukan ke kerajaan Kanza.


“Tidak ada, aku lebih penasaran tentang perasaanmu, aku tahu kau dulu begitu membelanya,” kata Arya lagi yang tidak mau berhenti.


Tapi dia yang begitu cerewet pun tidak bisa membuat Amerta berhenti untuk menanyakan hal itu maka dari itu pun benar-benar kesal setiap kali Arya membicarakan tentang Alardo.


Padahal dia sudah berulang kali bicara dengan Arya dan menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi menyukai Pangeran Alardo, hanya hanya ingin penjelasan dari pangeran halado tentang apa yang dilakukan kepada dirinya selama ini.


“Kau ini tetap sama yah, tidak berubah, sangat menyebalkan,” kata Amerta merasa kesal.


Amerta yang sering bersama dengan Arya selalu saja mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya kesal, padahal sudah berulang kali Amerta menjelaskan kepada Arya untuk tidak membahas Alardo, tapi Arya tetap saja membahas pangeran Alardo yang membuat Amerta benar-benar kesal dengan apa yang dilakukan oleh Arya.

__ADS_1


“Aku baik hati kau saja yang tidak pernah menganggapku,” kata Arya lagi tidak mau mengalah dan menunjukkan kebaikannya.


“Maunya bagaimana, aku benci denganmu yang cerewet banyak tanya dan menyebalkan,” kata Amerta jujur tentang rasa bencinya.


“Wah, benarkah au seprah itu di matamu, tidak adakah penilaian lebih untukku,” kata Arya yang merasa dapat penilaian buruk dari Amerta.


“Tidak kecuali kekuatan dan kehebatan yang belum bisa aku saningi,” kata Amerta lagi, jika Arya memiliki kekuatan yang benar-benar hebat apalagi jurus pedang yang dia miliki jelas tidak ada lawan tandingnya.


“Kau ini sebagai pendekar wanita kau sudah hebat angan menyaingi laki-laki yang lebih kuat dari wanita,” jelas Arya tahu perbedaan kekuatan antara laki-laki dan wanita yang tidak bisa disamakan melihat Amerta begitu serius dan juga ingin mengalahkan dirinya membuat Arya pun menasehatinya.


“Aku tahu, tapi aku ingin mengalahkanmu,” kata Amerta yang masih berusaha untuk menang.


"Aku akan mengalah untukmu,” kata Arya yang tidak mungkin juga mengalahkan seorang wanita titik apalagi Amarta yang sudah dianggapnya sebagai adik sendiri jika pun dia memiliki kesempatan lain, dia lebih memilih Amerta menjadi kekasihnya. Sayang semua itu tidak mungkin terjadi mengetahui perasaan Amerta yang sangat mencintai Pangeran Alardo.


“Bagaimana bisa kau baik begini apa kau suka padaku?” tanya Amerta pada Arya yang membuat ia juga merasa penasaran dengan Arya.


Amerta bener-bener merasa penasaran dengan Arya karena selama ini dia selalu saja bersikap baik. Bahkan ia tidak mau mengalahkannya sama sekali dan mau mengalah demi dia. Lalu mendapatkan sikap baik dari Arya jelas membuat Amerta pun ingin tahu perasaannya, walaupun mereka sudah seperti kakak beradik. Tapi tetap saja tidak bisa melupakan kenyataan jika mereka berdua bukan saudara.


“Hah? mana ada,” kata Arya yang menyimpan perasaan sukanya pada Amerta karena tahu jika Amerta belum bisa melupakan Pangeran Alardo.


Bahkan arya selalu bersama amerta dan selalu berada disampingnya,melindunginya dan berlatih bersama. Sedari awal pertemuan mereka arya sudah menyukai Amerta,tapi ia atau Amerta yang begitu menyukai Pangeran Alardo dan bahkan sekarang juga masih terlihat jelas rasa suka di wajah Amerta.

__ADS_1


Maka Arya tidak memiliki harapan selain hanya berusaha menggap Amerta sepri adiknya sendiri dan tidak lebih tahu jika Amerta mempunyai masalalu yang kelam, kepercayaan pada orang yang dicintai akhirnya berakhir setelah tahu jika Pangeran Alardo ingkar janji dan meninggalkannya.


__ADS_2