Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Dua Lawan Lima


__ADS_3

Perkelahian antara Alice dan para pria berpostur kekar itu tidak dapat di hindari lagi. Awalnya Alice bisa menghadapi situasi itu. Berbagai serangan ia lakukan Berung kali, bahkan sesekali ia berhasil menjatuhkan lawannya. Tetapi, ia kalah jumlah dengan pria-pria itu dan jangan lupakan statusnya juga adalah seorang wanita.


Sebuah pukulan mendarat dengan kerasnya mengenai dada Alice, di susul tendangan di perutnya yang membuatnya jatuh tersungkur ke aspal.


"Aww..., sialan kalian." Umpatnya memegangi dadanya yang nyeri. Pantang menyerah, Alice kembali bangkit dan menyerang. Meskipun sempat menjatuhkan lawannya, tetapi tendangan keras kembali melayang mengenai perutnyamembuatnya tersungkur ke belakang. Beruntung seseorang menahannya agar tidak terjatuh ke tanah.


"Lo..., Lo ngapain keluar?!" Tanyanya kepada penyelamatnya yang ternyata adalah Agatha.


"Untuk apa lagi, yahh buat bantuin lo lah. Gini-gini gue juga jago bela diri tau." Ucapnya tersenyum lalu membantu Alice berdiri.


"Lo kan tau...,"


"Alice awas di belakang Lo." Agatha tidak tinggal diam melihat seorang pria akan melayangkan tinjunya ke arah Alice. Ia dengan segera menarik Alice dan menendang lengan pria itu.


Alice dan Agatha kini saling membelakangi di tengah-tengah para pria itu.


"Lo yakin Lo bisa hadapi mereka?" Tanya Alice ragu. Pasalnya selama mereka bersahabat Alice tidak pernah melihat Agatha sekalipun berkelahi.


"Gue nggak pernah liat Lo berantem kecuali jambakan rambut sama..., gue lupa namanya."


"Bella. Sudah fokus saja sama mereka jangan pedulikan gue."


Kedua gadis mungil itu menghadapi para pria itu. Berbagai serangan mereka mampu di tangkis oleh Alice dan Agatha. Saat ingin melajang kan tinjunya, kepalan tangan Agatha di tangkis pria itu. Ia memegang erat tangan Agatha dan memutarnya sehingga membuat Agatha tidak ada pilihan lain selain mengikuti alur tangannya. Ia memutar tubuhnya membelakangi pria itu. Ia terus memberontak untuk melepaskan lengannya yang di pegang erat di belakang. Sekuat tenaga Agatha menginjak kaki pria itu. Setelah hampir saja terlepas, pria itu dengan cepat kembali menangkap Agatha.


"Lepasin...," Berontak nya.

__ADS_1


"Ihhhh....," Teriak Agatha lalu menggigit tangan pria itu.


"Ishh..., aww. Sialan." Umpatnya memegangi tangannya.


Agatha kembali menghadapi para pria itu. Baru beberapa saat, ia kembali mendapat tendangan tepat di perutnya yang membuatnya terjatuh.


"Agatha..." Teriak Alice dengan sigap menangkap tubuh Agatha.


"Agatha, Lo nggak papa kan. Katanya Lo jago bela diri, tapi ini apa. Mending sekarang Lo balik ke mobil." Pinta Alice.


"Tenang aja, gue nggak apa-apa. Maklumlah, gue sudah lama nggak latihan lagi. Lagi pula dia juga sudah dalam perjalanan kesini. Bentar lagi pasti sampai dianya." Ucap Agatha memperbaiki posisi tubuhnya.


"Siapa...?"


"Ntar Lo tau sendiri."


"Cuihhh..., Jangan mimpi kalian." Ucap Alice lantang.


"Kalau begitu jangan salahkan kami jika ini adalah hari terakhir mu di dunia ini. Hahaha...," Ucapnya mendekat ke arah Agatha dan Alice.


"Hahaha...," Suara bariton para pria itu menggema.


Perkelahian kembali di lanjutkan. Tetapi, itu hanya berlangsung sebentar karena tenaga kedua gadis itu tidak cukup kuat untuk melawan para pria itu. Mereka sudah berhasil membawa Agatha ke arah mobilnya dan meninggalkan Alice yang sudah terkapar lemah di aspal. Sebelum mereka sampai di mobil, tiba-tiba sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi mendekat kearah mereka.


Tin

__ADS_1


Tin


Tin


Berulang kali suara klakson mobil hitam metalik itu di bunyikan membuat para pria itu berhenti dan berbalik menatap mobil itu. Dua pria keluar dari mobil itu.


"Beraninya kalian bermain-main dengan wanita. Aku paling benci melihat pria memukuli wanita." Ucap pria yang berjalan di depan dengan tegas.


"1,2,3,4,5." Menghitung satu-persatu pria itu. Kalau kalian berani sini lawan kami." Tantangnya.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€


#Dan tak pernah author lelah untuk mengingatkan, jangan lupa dukungannya. Kritik dan saran kalian akan sangat bermanfaat untuk kami para author untuk berkarya lebih baik lagi kedepannya.


βˆ†Like


βˆ†Komen


βˆ†Favorite


βˆ†Vote


βˆ†Gifs


βˆ†Rating.

__ADS_1


Don't forget yahh...,


__ADS_2