Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Plakkk!!!!


__ADS_3

"ARA!!!" Teriak Keana di ambang pintu toilet dan langsung bergegas masuk. "Cihhh..., gue pikir lo benar-benar tulus bantuin Arsyi waktu itu, ternyata semua hanya sandiwara. Gue pikir muka polos lo nyata ternyata palsu." Cerca Keana saat tiba di depan Arabella.


"Gue benar-benar nggak nyangka. Ternyata dugaan gue selama ini benar, kalau kalian masih mengganggu Arsyi. Tapi, tetap saja gue nggak habis pikir, LO yang katanya adik dari seorang pengusaha ternama Devano Setiawan Alexander ngelakuin hal serendah ini? Emangnya kakak lo itu sepelit apa sih sampai nggak ngasih lo uang jajan. Sampai lo minta uang sama anak yang nggak ada gunanya menurut lo. Kalau gue pikir sih lo lebih nggak guna." Lanjut Keana yang seketika menyulut emosi Arabella.


"Apa lo bilang? Emangnya lo siapa Hah?! Berani-raninya lo bilang kayak gitu. Lo udah nggak mau sekolah di sini lagi apa?!" Gertak Arabella yang tak di gubris Keana.


Keana menarik lengan Arsyita untuk keluar dari toilet.


"Jangan biarkan mereka pergi!!" Teriak Arabella kesal. Angel dan Rita dengan sigap menghadang keduanya untuk tidak keluar dari toilet, mereka menutup pintu lalu berdiri di sana. Shela tidak lagi mengikuti kemauan Ara, dia sudah mulai menjauhi Arabella sejak diperingatkan oleh Erick, kakaknya.


"Minggir! Atau kalian akan tau akibatnya." Gertak Keana menatap tajam Angel dan Rita.


"Akibatnya? Lo pikir kami takut sama lo? Nggak!!" Ejek Angel tersenyum miring.


"Minggir, selagi gue masih minta baik-baik." Ucap Keana lagi dengan kesal berusaha menahan emosinya.


"Nggak mau. Wuekk." Rita menjulurkan lidahnya mengejek Keana.


Tak...,


Tak...,


Tak...,


Tak...,


Srekkk...,


Plakk...,

__ADS_1


Suara tamparan menggema di dalam toilet itu. Keana memegangi pipinya yang telah di tampar oleh Arabella, Arsyita mematung menatap Keana sambil menutup mulutnya tak percaya. Angel dan Rita tersenyum penuh kemenangan menyaksikannya.


"Emang kenapa kalau mereka nggak mau minggir, lo mau apa? Lo pikir lo bisa pergi dengan mudah setelah mengatakan semua itu ke gue. Lo salah karna berani cari masalah sama gue." Ucap Arabella panjang dan berniat menjambak rambut Keana.


"Aww...," Teriak Arabella saat Keana lebih dulu menjambak rambutnya dengan keras.


"Kalian jangan mendekat atau gue botaki dia sekarang!!." Gertak Keana yang mendengar suara langkah kaki Angel dan Rita mendekat. Angel dan Rita menghentikan langkahnya lalu saling menatap.


"Berani-beraninya lo narik rambut gue. Aa-awww...," Teriaknya lagi saat Keana mengeraskan tarikannya.


"Lo pasti pernah ngelakuin ini ke Arsyi bukan? Nah sekarang gue cuman mau ngasih tau lo bagaimana rasanya. Sakit?!" Ucap Keana santi lalu mendorong Arabella ke lantai.


"Buka pintunya!!" Gertaknya kepada kedua sahabat Arabella. "Buka!!" Gertaknya lagi saat keduanya hanya saling melirik. Dengan langkah gontai Rita melangkah untuk membuka pintu. Lalu menyusul Angel yang sudah membantu Arabella untuk berdiri.


"Sialan lo Keana. Tunggu saja pembalasan gue." Teriak Arabella saat Keana dan Arsyita sudah berada di luar toilet.


"Lo nggak apa-apa kan, Ra?" Tanya Angel memapah Arabella yang kesulitan berjalan.


'Gue cuman nanya keadaan dia doang kok pake marah segitunya. Untung adiknya kak Devano, kalau bukan gue juga nggak bakal sudi mau sahabatan sama dia. Belagu banget.' Batin Angel yang kesal mendengar cacian Arabella.


"Yaudah, masih ada waktu sebelum ujian mulai. Mending kita ke UKS aja dulu." Rita menyadari raut wajah tak enak Angel. Sepertinya akan terjadi perkelahian diantara mereka jika dia tidak menengahi keduanya.


Di taman belakang sekolah


"Lo nggak apa-apa kan? Lo kok nggak cerita ke gue." Tanya keana memandangi Arsyita dari bawah hingga atas.


"Gue nggak apa-apa. Gue cuman nggak mau lo terlibat jadi gue nggak cerita. Sorry." Jawab Arsyita.


"Yaudah, nggak apa-apa. Tapi, lain kali kalau mereka gangguin lo bilang ke gue." Ucap Keana memegang kedua tangam Arsyita.

__ADS_1


"Iya, Thanks ya, Na. Ngomong-ngomong Sorry ya." Ucap Arsyita.


"Sorry? What for? (untuk apa?)" Keana mengerutkan keningnya.


"Ini...," Jawab Arsyita sambil memegangi pipi Keana yang memerah.


"Awww...," Rintih Keana.


"Emm, Sorry." Ucap Arsyita menyesal.


"Santai aja Ar, gue nggak apa-apa kok. Ntar juga nyerinya hilang. Kita ke kelas aja yukk." Jawab Keana tersenyum.


"BTW, lo kok bisa tau gue ada di sana?" Tanya Arsyita menarik tangan Keana agar kembali memperbaiki duduknya.


"Kontak batin." Canda Keana.


"Gue serius, lo kok bisa tau gue di sana?" Ulangnya lagi.


"Gue nggak sengaja dengar suara dari toilet tadi, gue penasaran jadi mendekat. Awalnya gue mau balik ke kelas, tapi gue dengar suara yang mirip sama suara lo jadi gue balik buat ngecek. Ternyata beneran ada lo di dalam." Jelas Keana.


'Sorry, gue nggak bisa bilang kalau yang ngasih tau gue itu sebenarnya Shela. Gue udah janji sama dia buat nggak ngasih tau siapa-siapa' Batin Keana.


"Ohh..., lo emang sahabat terbaik gue." Ucap Arsyita merangkul Keana.


"Udah, ahh. Kelas yuk...," Ajak Keana menarik tangan Arsyita.


Keana dan Arsyita melangkahkan kakinya menuju ke arah kelas. Saat tiba di pintu, Keana menatap tajam kearah Arabella dan kedua sahabatnya yang ternyata sudah berada di kelas.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

__ADS_1


#Hi hi hi. Author Up lagi nih. Mampir terus ya, semoga menghibur dan kalian suka. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Dukung author melalui like, komen and vote kalian.


lop You😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2