Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Ajakan Untuk Kembali


__ADS_3

Karena tidak mau memikirkan dunia yang mana tidak ada di sana dan sekarang sudah menjadi seorang raja jadi tidak ada hal yang perlu diragukan lagi jika mereka melihat nila dan memintanya untuk bersama Liu pasti Kakak mau untuk menjeda apa sih memiliki pendamping di mana dia sebagai seorang raja pasti harus memiliki pendamping saat itu pun berhenti dan menyetujui perkataan dari Arya.


"Baiklah aku akan ikut denganmu ke Akademi Karena aku tahu kan ilang sangat menyukai paleo bagaimana kita harus menyatukan mereka berdua apakah kalium mau menerima kehamilan?" Tanya Amerta yang akhirnya menyetujui permintaan dari Aryanya dan mereka berdua akhirnya pun bersetuju untuk menyatukan dilan dan Arya.


"Kamu pasti akan setuju jika kau berjanji akan menetap di kerajaan yang tidak akan pergi meninggalkan kamu apalagi nilan pasti membutuhkan teman dan dia tidak mungkin di kerajaan sendirian Hal itu pun pasti bisa disetujui oleh kamu aku tahu itu," kata Arya meyakinkan senang saat itu dan hal itulah membuat Sena kembali ke kerajaan dan ingin pergi ke Akademi terlebih dahulu untuk selanjutnya membawa nelan untuk bertemu Liu di kerajaan.


Mereka memulai perjalanannya kesabaran dan kembali ke Akademi yang mana membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai ke sana juga pernah melakukan perjalanan yang sama pergi ke Akademi dengan pangeran dosa tetapi tujuan sekarang pergi ke Akademi adalah untuk menjemput sang kanilan yang disatukan dengan kakaknya Hal itulah yang membua Amerta begitu semangat dan bahwa menuruti perkataan Arya.


"Aku dengar-dengar kau sudah membunuh banyak orang?" katanya Arya mah saat dalam perjalanan menuju Sabrang.

__ADS_1


"Tentu saja aku membunuh orang-orang jahat untuk memberikan pelajaran padanya agar tidak melakukan kejahatan lagi Aku benci dengan orang-orang lihat muka dari toko buah di pelajaran untuk mereka agar mereka sadar dan tidak melakukan kesalahan lagi yang membuatnya semakin menjadi orang yang tidak berguna maka dari itu aku harus menghukumnya dengan hukuman yang setimpal agar mereka sadar maka dari itu pembunuh mereka dengan tanpa belas kasihan karena aku turun juga merasa mereka perlu mendapat mendapatkan hukuman tersebut dan tidak perlu hidup di bawah ini jika harus ingin berbuat kejahatan Aku tidak suka akan hal itu," kata Amerta menjawab pertanyaan Aryamu panjang lebar karena senang memang benar-benar membenci para penjahat tersebut dan membuat Arya tidak suka.


Hal itulah yang membuatnya terus berusaha agar dirinya bisa diakui oleh sang akar dan bisa menyelesaikan tugasnya tersebut tapi sayang sekali seenaknya merasa sakit hati saya tidak membutuhkan sebuah kasih sayang tapi katanya tidak memahami hal itu jarak diantara mereka memang terlalu jauh hal itu yang membuat Arya maupun tahu jika selama ini memang membutuhkan perhatian lebih boleh gede yang sudah terbiasa mandiri hingga menjadi orang yang bisa membunuh begitu saja hal itu pun sudah tersimpan di mana-mana.


Jika dia dijuluki ksatria berdarah dingin dan hal itu tidak disukai oleh Arya Macarena melihat dari sana yang begitu cantik tidak mungkin dia bisa begitu kejam jika bukan karena kondisi sekitar yang memaksanya untuk demikian maka dari itu saya mau pun mencoba untuk mendekati Sbra dan mencoba untuk membuat anda mengerti tentang arti kehidupan dan mencoba memberikan perhatian yang lebih lebih kepada anda saat mereka melakukan perjalanan ke Surabaya saat itu.


Tapi senang memang tidak bisa di qodho dengan orang yang seperti itu karena hatinya yang memang benar-benar sudah begitu dingin sehingga tidak memikirkan perasaannya tersebut dan alat untuk membuat Arya yang sangat sulit untuk mendekati seindah seindah yang pernah menjadi seorang yang keras kepala Apalagi sebagai suara menjadi semakin dingin.


Hal itu mulu ada yang sangat sulit untuk bercanda bahkan dia tidak menghiraukan Aryanya jika sudah bercanda pada hal itulah yang sering digunakan Arya untuk lebih dekat dengan Amerta karena tidak suka Anda mendengar orang yang bercanda tapi sekarang dia hanya diabaikan begitu saja hingga membuat Arya maupun kesulitan jika ingin berbicara langsung kepada Amerta.

__ADS_1


Semoga sakit hati yang dirasakan oleh salat subuh boleh tidak membuat dia pun mengekspresikan perasaannya tersebut dengan membunuh orang-orang yang berserah walaupun orang-orang itu bersalah tapi cara kamu nanya itu yang tidak mengenal belas kasihan jelas membuat orang lain pun sangat mengering melihat dirinya yang bukan seperti itu apalagi Amerta yang merupakan seorang wanita itu pun sangat disayangkan jika ada seorang wanita dapat membunuh tanpa perasaan seperti itu padahal dia sendiri adalah orang yang berkepentingan dan mampu membunuh orang dengan kekuatannya sendiri.


Tapi sayang dia tidak bisa menahan hal tersebut hingga membuatnya terbawah dalam suasana dan menjadi orang yang mengerikan karena membunuh orang tanpa perasaan banyak sekali yang mengatakan dan menjadi rumor yang tersebar di seluruh negeri di mana dia menjadi seorang ksatria berdarah dingin.


Arya mau tidak menyukai rumput tersebut Tapi dirinya juga tidak bisa menghentikan umur yaitu tanah Hal tersebut membuat Arya benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan karena dia sendiri juga tidak tahu apa yang bisa membuat Senen berhenti akan kegilaannya itu dalam perjalanannya tersebut ke Arya selalu berbicara keadaan sehat dan mencoba mendekati Amerta agar dia mau menceritakan semua masalahnya.


Arya yang sudah terbiasa dengan perilaku Amerta yang dengan itu pun bisa bercanda dengan sila dan berusaha terus bicara dengan senang karena agar senam merasa dirinya dianggap dan merasa dirinya ada teman di sampingnya hal itu yang sering dilakukan oleh Arya mau walaupun tidak direspon dengan baik oleh Amerta karena memang benar-benar sudah mengabaikan Arya dan tidak menjawab pertanyaan dari Arya atau candaan sekalipun walaupun oleh itu tidak serius setelah Arya berkata-kata dengan serius barulah dia merespon dengan menjawab seadanya.


"Tidak baik seorang wanita cantik sepertimu selalu mengabaikan gue bukan ke aku ini sebagai temanmu dan aku sering bicara kepadamu tapi kau tidak mendengarkan," kata Arya besar itu dengan perilaku Amerta yang mengabaikannya.

__ADS_1


__ADS_2