Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Sahabat Lama


__ADS_3

"Alice buruan!!" Teriak Agatha dari lantai bawah. "Gue nggak sabar ngasih kejutan si princess." Lanjutnya bergumam di Sergai senyuman.


"Ngambil kunci mobil aja pake lama. Cepatlah Alice aku sudah tidak sabar ketemu sama dia." Ucap Agatha saat melihat Alice sedang menuruni anak tangga satu persatu.


"Non Agatha, itu juga non Alice sudah lari untuk ngambil kuncinya. Non pasti tidak sabar mau ketemu sama teman lama non." Timpal salah satu pelayan yang sedang membersihkan.


"Iya dong bi. Dia itu sahabat kami waktu SMA dulu. Udah lama nggak ketemu jadi kangen banget. Dia itu rewelnya minta ampun, tapi orangnya asyik." Agatha bercerita dengan girang.


"Wahhh, jadi penasaran bibi sama teman non itu." Timpal nya lagi.


"Ntar aku ajak ke rumah biar bisa kenalan sama kalian. Yasudah aku berangkat dulu, ntar kelamaan ngobrol malah ketinggalan pesawat lagi." Canda Agatha.


"Emangnya rumah teman non di luar kota?" Tanya pelayan yang lain.


"Yah enggak. Becanda bi, becanda." Agatha berjalan menuju pintu utama di ikuti Alice di sampingnya.


"Hati-hati, non. Semoga sampai dengan selamat." Ucap salah satu pelayan.


"Iya, makasih, bi." Berbalik lalu tersenyum.


"Buruan Alice, gue nggak sabar pengen ketemu Fisya. Udah lama loh kita nggak ngumpul bareng." Agatha menarik lengan Alice agar berjalan lebih cepat.


Mobil melaju meninggalkan kediaman keluarga Daniswara.


"Itu...,?"


"Itu Mafioso kak Ainsley."


"What? Ngapain mereka ngikutin kita segala." Agatha berkomentar saat melihat mobil Mafioso Ainsley sedang mengikuti mereka.


"Kak Ainsley yang menyuruh mereka untuk selalu mengawasi dan menjaga kita selama kita berada di sini." Jelas Alice.


"What? Ohhh no. Nggak bisa gitu dong. Emangnya gue tawanan apa sampai di jaga 24 jam. Singgah di depan, Alice."

__ADS_1


"Ini demi keselamatan lo juga Agatha."


"Nggak, berhenti di depan."


Alice terpaksa menghentikan mobilnya. Dengan kesal Agatha keluar dan berjalan kearah mobil hitam yang juga berhenti tepat di belakang mobilnya. Dua Mafioso Ainsley keluar dari mobil dan membungkuk kan badannya.


"Kalian ngapain pake ngikutin gue segala?"


"Maaf, nona. Queen meminta agar kami terus menjaga nona Agatha." Jawab salah satu Mafioso itu.


"Sudahlah. Kalian boleh kembali ke rumah sekarang. Aku akan pergi bersama Alice. Rumah Nafisya juga dekat kok."


"Maaf nona. Saya tidak bisa. Ini adalah perintah Queen, kami bisa di hukum jika melanggarnya."


"Ishh. Kak Ainsley nyebelin banget. Emangnya gue bocah apa pake di kawal segala." Gumam Agatha kesal.


"Yasudah, kalian boleh ikut. Tapi ingat!! Jangan dekat-dekat, pokoknya jangan sampai kelihatan kalau kalian ngikutin kami. Ntah orang bakal mikir apa kalau liat kalian ini. Aku aja takut. Ingat!! Jaga jarak 50 meter."


"Baik non, 20 meter."


*****


Ting tong


"Iya tunggu sebentar." Sahutan dari dalam.


"Non Agatha, non Alice. Sudah lama non Agatha nggak main ke sini. Silahkan masuk, non. Saya panggilkan non Fisya dulu di atas." Ucapnya ramah setelah melihat


"Nggak usah, bi. Biar aku saja yang keatas. Bibi lanjutin aja kerjanya." Jawab Agatha.


"Humm iya non. Non Fisya ada di kamarnya."


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Tok


Agatha dengan brutalnya mengetuk pintu kamar Nafisya membuat sang pemilik kamar kesal.


"Iya, ada apa. Santai aja kali, gue nggak budeg tau." Teriaknya kesal.


Klek


"Ada apa?" Muncul dengan muka bete nya.


"Kejutan...," Ucap Agatha sedikit berteriak dan mengangkat tangannya.


"Kalian siapa?" Tanyanya mengerutkan keningnya.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€


#Kasi dua Bab lagi nih. Jangan bosan mampir yah. and jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Lop you😘😘😘😘


Don't forget to:


βˆ†Like


βˆ†Komen


βˆ†Faforite


βˆ†Vote

__ADS_1


βˆ†Gifs


__ADS_2