Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Lepasin Gue!!


__ADS_3

"Aaa...," Teriak Arsyita kaget sambil menutup telinganya saat Salah satu pria itu mengetuk kaca mobil yang berada di sampingnya.


"Keluar!!" Pinta pria itu.


“Keluar!!! Atau kami akan hancurkan kaca mobil ini.” Gertak pria di samping Keana.


“Aaaa..., Hiks Hiks Hiks.” Arsyita yang dipenuhi rasa takut hanya bisa berteriak dan menangis.


“Keana..., a-a-ku takutt. Kak Ainsley kok belum nyampe juga?” Lirih Arsyita menatap nanar Keana.


“Gu-e juga takut, Ar. Kita juga nggak mungkin melawan mereka. Mereka pasti adalah orang-orang yang terlatih.” Jawab keana menatap Arsyita lalu menggenggam tangan Arsyita dengan erat.


“Coba kamu periksa Hp-nya, mungkin jaringannya sudah bagus.” Pinta Keana.


“I-iyya.” Jawab Arsyita lirih.


“Kalian jangan berani menghubungi siapa pun! Simpan Hp itu. ” Gertak pria di samping Keana memukul kaca depan mobil dengan sedikit keras saat melihat Arsyita mengutak-atik sebuah ponsel.


Arsyita menoleh kearah Keana, meminta persetujuannya. Arsyita lalu menyimpan posel itu setelah mendapatkan anggukan dari Keana.


“Kalian keluar sendiri dengan baik-baik atau perlu kami yang mengeluarkan kalian dengan paksa?!” Tanya pria disamping Arsyita yang terdengar seperti ancaman.


“Na, kita keluar aja yuk. “ Pinta Arsyita pasrah.


“Umm...,” Keana mempertimbangkan untuk keluar atau tetap menunggu Ainsley di dalam mobil.


‘Kalau kita keluar dan mereka macam-macam..., atau mereka malah nyulik kita gimana. Tapi, kalau kita tetap di dalam mobil ini dan mereka ngancurin kaca mobil bisa jadi kita terluka karna terkena pecahan kaca. Mmm mending..., kita keluar aja dehh. Lagi pula aku bisa mengulur waktu dengan melawan mereka, aku juga masih ingat sedikit cara bela diri yang sempat ayah ajarkan dulu. Oky, lebih baik kami keluar saja.’ Batin Keana menimang-nimang keputusan terbaik.


“Humm...,” Keana menganggukkan kepalanya tanda menyetujui saran dari Arsyita untuk menuruti permintaan kedua pria itu.


“Kalian berfikir terlalu lama!” Sentak pria itu lalu mengayunkan palu yang di pegangnya.


“IYA KAMI KELUAR!” Keana sedikit berteriak agar kedua pria itu mendengarnya dan tidak memecahkan kaca mobil.

__ADS_1


“Na?” Tanya Arsyita memastikan keputusan Keana sebelum membuka pintu mobil. Keana menoleh lalu tersenyum sambil mengangguk menandakan iya.


Keana dan Arsyita keluar dari mobil secara bersamaan dan langsung di cegat oleh kedua pria itu. Kedua pria itu memegang tangan gadis-gadis mungil itu dengan kuat, lalu menariknya paksa menuju mobil yang kedua pria itu kendarai.


Kedua gadis itu terus memberontak meminta untuk di lepaskan, tapi kedua pria itu malah semakin mengeratkan pegangannya di tangan Keana dan Arsyita. Rencana perlawanan Keana gagal karna dugaannya salah, ternyata tenaga pria yang memegangnya begitu kuat di banding dengan tenaga yang ia miliki.


“Lepasin gue! Siapa kalian, apa yang kalian mau dari kami?” Teriak Keana mencoba melepaskan genggaman erat di tangannya.


“Jangan mimpi!. Kalian lebih baik ikut kami untuk bertemu tuan.” Ucap pria yang memegang Keana.


"Lepasin, kami!!" Berontak Keana dan Arsyita.


"Diam!!" Sentak kedua pria itu bersamaan membuat nyali Keana dan Arsyita seketika menciut.


Keduanya di bawa menuju mobil kedua pria asing itu. Arsyita di dorong paksa untuk masuk kedalam mobil, tangan dan kakinya di ikat dengan tali.


“Awww..., beraninya kamu!” Rintih pria yang memegang Keana saat Kakinya di injak oleh Keana dengan keras. Keana menyentakkan tangannya, ia mencoba melepaskan genggaman yang mulai melonggar di tangannya saat pria itu lengah. Berhasil, keana berhasil melepaskan diri dari pria itu. Keana dengan sekuat tenaga mendorong pria itu hingga terjatuh setelah ia menendang selangk*ng*n pria itu.


Setelah selesai mengikat kaki Arsyita, pria yang sedari tadi bertugas memegang Arsyita langsung mengejar Keana yang mencoba melarikan diri sambil meminta tolong.


"Tolong!!!"


"Tolong!!!"


“Keana..., jangan pergi. Aku takut sendiri.” Teriak Arsyita terisak.


“Gue janji, gue bakal datang secepatnya untuk nyelamatin lo.” Teriak Keana lagi yang sudah semakin menjauh.


“Sial!!” Umpat pria itu saat tidak berhasil untuk menangkap Keana. Ia tidak mungkin meninggalkan temannya yang masih lemah serta Arsyita yang sudah berhasil mereka tangkap. Dia memapah temannya untuk masuk kedalam mobil dan segera melajukannya.


“Kalian mau bawa aku kemana? Lepasin aku, aku akan minta ke ayah untuk ngirim uang ke kalian. Kalian mau berapa?” Tanya Arsyita sambil terus terisak ketakutan.


“Diam!! Kami tidak ingin meminta tebusan dari keluargamu. Kami hanya memerlukan teman mu tadi.” Tutur pria yang memegang kemudi dengan tegas.

__ADS_1


‘Temanku? Maksudnya...,Keana? Tapi, apa hubungan mereka dengan Keana? Lalu, untuk apa mereka membawa ku?’ Banyak pertanyaan yang menari-nari di kepala Arsyita, tapi ia takut untuk menanyakannya kepada pria kejam di depannya itu.


“Lalu, untuk apa kalian membawaku? Bukannya yang kalian cari adalah Keana?” Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Arsyita, ia berfikir jika itulah pertanyaan yang dapat mewakili segala pertanyaan di benaknya.


“Nanti kamu juga akan tau.” Ucap pria itu singkat.


“Tap-“


“Diam!!!Jangan banyak tanya.” Bentak pria itu memotong kaliamat Arsyita.


“Ba-ik.” Jawab Arsyita menciut.


‘Na, gue harap lo datang nyelamatin gue dengan cepat. Gue takut, Na.’ Batin Arsyita menatap nanar pepohonan di sepanjang jalan melalui kaca mobil.


Di tempat lain


"Hoshh hoshh hoshh..., Hoam huftt hoam hufftt. Kok sepi banget, kak Ainsley kenapa belum nyampe juga?. Arsyita pasti ketakutan." Gumam Keana saat mengatur nafasnya yang terdengan ngos-ngosan.


Keana sedari tadi terus berlari sambil mencari bantuan, tenaganya hampir habis. Sudah lama ia berlari, tapi nihil tidak satupun orang yang bisa ia mintai bantuan.


“Sepertinya ada mobil yang mengarah kesini.” Gumam Keana saat mendengar suara mesin mobil yang semakin mendekat. Keana berjalan mendekat kearah jalan.


“Tapi..., kalau itu teman pria yang tadi gimana?” Keana ragu untuk meneruskan langkahnya. Ia memilih untuk mengintip di balik pohon di pinggir jalan untuk memastikan siapa yang mengendarai mobil mewah berwarna silver metalik itu.


"Mereka siapa ya? Kalau gue tahan dan ternyata mereka orang jahat gimana?" Guman Keana pelan saat melihat di atas mobil terdapat dua orang pria yang masih terlihat cukup muda. Satu pria menyetir di depan dan satunya lagi duduk di jok belakang.


"Gue minta bantuan ke mereka aja. Kasian Arsyita, kalau emang mereka orang jahat gue bisa mikirin cara buat kabur nanti. Sekarang, yang terpenting adalah Arsyita harus selamat."


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


#Author hadir lagi nih. Ada yang rindu cerita author nggak yah?☺


Jangan lupa dukung author terus. Like, komen and vote kalian sangat berguna bagi kami para author untuk menghasilkan karya-karya terbaik kedepannya.

__ADS_1


Lop you😘😘😘😘😘😘


__ADS_2