
"Baiklah mari kita lanjutkan mencari penginapan agar kita bisa menginap di penginapan yang lebih besar daripada kita harus menginap dalam 2 hari dan ku terasa sakit semua kau tidak mengobatiku sama sekali coba yang terasa sakit karena semalam aku tidak bisa tidur," kata Amerta yang mereka memang seperti anak kecil membuat Ameta mengerutkan dahinya melihat Arya yang seperti itu yang lama.
"Manis seperti anak kecil yang tidak ada henti-hentinya mereka yang sebelah bertingkat bertingkah laku dan bersikap dewasa aku juga tidak banyak bicara tapi kau terlalu banyak bicara berapa kata yang sudah keluar keluar kan dari tadi," kata Arya kata Amerta yang mendengar Arya mah sudah hampir beribu kata yang keluar dari mulutnya yang selalu mengeluh ini dan itu.
"Baiklah aku pinjam sebentar untuk beristirahat biarkan aku tidur beberapa saat karena semalam aku tidak berharga tidak bisa tidur hanya sebentar saja," kata Amerta yang saat itu langsung tidur di pangkuan yang jelas aja membuat tenda kaki dengan sikap Arya yang seperti itu.
Cari teman menjadikan saya tidak menggerakkan badannya apalagi melihat yang tidur di bangku hanya dengan tenang dan memang benar-benar kelelahan sarapan membiarkan dia tidur dan beristirahat untuk beberapa saat walaupun sebenarnya kakinya juga terasa sakit saat perjalanan jauh yang yang mereka lewati bersama Hal itu pun membuat saya sadar pun ikut tertidur karena juga dia kelelahan.
Saat terbangun salat sudah diselimuti kain dan tidur di pangkuan Arya saat itu kenapa jadi terbalik sekarang udah Yang tidur di pangkuan ayma padahal tapi duduk di pangkuannya tapi karena dia mengantuk dan tertidur sekarang posisinya terbalik membuat Ameta langsung bangun dan kaget.
"Apa yang kau lakukan berapa kok bisa tertidur?" tanya Ameta yang saat itu kaget mengubah tayangnya juga harus menjawab apa memang kenyataannya dia tertidur.
__ADS_1
Mungkin kau lelah aku hanya menyediakan tempat untuk kepala urusan daripada nanti kepalamu sakit dalam menyediakan selimut apa bisa tidur lebih nyaman bukankah demikian sama teman harus saling membantu kata Arya mah saat itu.
Tapi senang yang tidak bisa berkontak dengan lawan jenis pun merasa perasaan yang berbeda hal itu yang membuat Anda tidak nyaman jika berada berada bersama Yamaha karena hanya dilakukan oleh Arya selama ini membuat dia benar-benar benar-benar bisa salah tingkah jika terus berada di tingkat Arya karena Yamaha yang begitu membuatnya demikian rupa sehingga membuat Amerta tidak bisa berkata apa-apa.
Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan ke samudra yang mana perjalanan mereka semakin dekat Jika mereka mempercepat perjalanan mereka tidak lupa mereka menggunakan kuda poni berhenti di penginapan saat hari sudah mulai malam dan mereka segera memesan penginapan di sana tapi sayang sekali karena hari tersebut adalah hari libur hingga membuat semua penginapan penuh hanya ada tersisa satu.
Mereka pun saling memandang dan terpaksa menerima penginapan tersebut 28 harus bersama-sama dalam satu ruangan itu tidak masalah bagi mereka yang sudah sering bersama bagi sana itu tidak masalah dan apa lagi Arya mah malah lebih senang daripada yang sedang kecelakaan karena dia bisa lebih dekat dengan senang saat itu.
"Aku tidak masalah saat berada satu ruangan dengan ku bukan kekal seorang wanita Aku seorang laki-laki Apakah tidak berpikiran bahwa hal ini akan terasa sangat canggung," data Arya yang sudah menanyakan hal itu terlebih dahulu membuat Ameta tidak tahu harus berkata apa.
"Mas sekarang sudah bertambah berani berani melawanku Aku tidak tahu apa kehebatanmu selama ini pokoknya kau sudah mengetahui apa yang aku miliki Dan kau saja sendiri juga tidak bisa mengulang ragu dan sekarang kau inginkan seperti itu tentu saja tidak mau melakukan," kata Arya yang saat itu mengabaikan sadar dan langsung memeluk serta begitu saja Ameta yang merasa kaget pun mencoba melepaskan diri.
__ADS_1
"Apa yang kulakukan Kenapa kok bertingkah seperti ini aku serius kepadamu silakan melakukan hal itu lagi maka aku akan membunuhmu," tata Ameta saat itu yang serius mulai tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Arya saat itu dan membuat batasan antara mereka berdua agar tidak terlalu dekat karena itu tidak baik jika harus dilanjutkan maka dari itu ia menghentikan langkahnya dan tidak mendekati kau balas ini lagi.
"Sebaiknya aku tidur di luar saja," kata Arya yang saat itu yang menyerah dan memutuskan ingin tidur diluar tapi jangan mencegahnya.
"Jangan tidur diluar aku tahu kemarin kau juga sudah sakit gara-gara aku tidur duluan sekarang kau hanya tidur di luar hal itu akan membuatku bertambah sakit tidur lah di sini ketika akan melakukan apapun aku percaya kepada," Amerta yang membuat Arya lalapan tidak jadi tidur di rumah mereka tidur bersama.
Baru kali ini mereka bisa tidur bersama-sama dan besar rukun serta memberi batas di antara mereka masing-masing dan tidak saling berdekatan atau mereka memang memiliki batasan dan hal itulah yang membuat mereka mempercayai satu sama lain dan tidak melakukan lebih dari itu mereka pun sadar jika mereka merupakan teman biasa.
Hal itu membuat mereka pun menyadari dirinya tidak pantas untuk orang lain hal itulah yang selalu terpikirkan karena meninggal layang-layang seorang pelajar saat ini dan dia hanya seorang yang pemarah dan tidak dilaksanakan tidak mungkin mengharapkan gArya u berlebih dari hatinya yang sudah patah karena dulu pernah mengharapkan pangeran yang begitu dia sukai dan membuat dia patah hati.
Karena harus menikah dengan seorang putri raja yang telah peraturan kerajaan Jika seorang raja harus menikah dengan seorang putri raja Hal itulah yang membuat cara tidak terlalu berharap lebih kepada Pangeran Arya saat itu bola pun mereka sudah sering dekat satu sama lain tapi seram mengetahui batasannya dan tidak lebih dekat dengan pangeran Arya.
__ADS_1
Makanan mengetahui posisinya saat itu walaupun kakaknya adalah seorang raja tapi salah mengerti apa yang dilakukan tidak akan membuahkan hasil usaha seperti rasa sukanya yang dulu memang membuat dia sakit hati kan belum bisa melupakannya.
Pagi hari pun mereka terbangun melihat sejarah yang masih yang masih tidur disampingnya membuat Arya aku pun tersenyum lalu memperhatikan wajah yang bersinar.