Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Tidak Pernah Akur


__ADS_3

Arya menggunakan pedangnya untuk menangkis pedang Amerta.


"Kau mengancamku, aku juga Tidak akan tinggal diam," kata Arya yang akhirnya beradu pandang dengan Amert.


Liu yang memperhatikan mereka jelas sudah paham dengan kedua orang itu yang tidak pernah akur.


"Kenapa kau menyerangku?" tanya Amerta masih mempertahankan serangannya dan tidak mau berhenti.


"Kau duluan yang mengacung pedang padaku," Jawab Arya sedang membela diri karena Amerta terlebih dahulu yang mengacungkan ke pedangnya.


Hal itu pun membuat Arya menangkis pedang tersebut tak bermaksud ingin bertarung tapi jika dia diam saja tentunya Kan bahaya untuknya maka dari itu lebih baik menghadapi Amerta.


"Kau menyebalkan," kata Ameta kesal dengan apa yang dilakukan Arya.


"Aku kan' hanya bertanya, mana ada aku yang menyebalkan," kata Arya yang ngerti kenapa Amerta marah kepadanya Padahal dia hanya sekedar bertanya Tapi tetap saja hal itu membuat ia marah dan malah mengajaknya untuk bertarung.

__ADS_1


"Kau ini buatku kesal saja," kata Amerta masih terus menyerang Arya dan belum mengalah sama sekali hingga mereka berdua pun bertarung menggunakan pedang mereka tanpa mau berhenti.


Mereka yang terus melakukan perlawanan dan tidak ada yang mau berhenti, begitu juga dengan Arya yang tidak mungkin berhenti jika Amerta saja tidak mau m ngalah sama sekali.


Liu yang hanya memperhatikan mereka dari jauh, meski tahu kekuatan Arya lebih hebat dari Ameta ia tidak akan sering melawan Ameta. Tahu jika hubungan keduanya dapat membuat ia pun tak perlu turun tangan untuk memisahkan mereka.


Melihat keduanya yang tidak mau berhenti sama sekali dan masih terus bertarung satu sama lain membuat Liu benar-benar merasa kesal karena hari juga semakin sore, sedangkan kedua orang itu tidak mau berhenti dan tidak ada yang mau mengalah hingga akhirnya Liu pun menghentikan keduanya.


"Apa yang sedang kalian lakukan. Kenapa bertarung di siang bolong seperti ini, hingga sore hari memang kalian tidak memiliki pekerjaan lain selain bermain-main seperti ini," tegur Liu sehat itu mengetahui jika kedua orang tersebut tidak mau berhenti apalagi jika Amerta sudah mulai bertarung dan serius melawan Arya yang memang kekuatannya lebih tinggi dibanding Amarta maka mereka tidak akan mengalah.


"Bukan aku yang mulai duluan, tapi Amerta terlebih dahulu yang mengajukan pedangnya kepadaku. Aku tidak tahu dia memiliki masalah apa denganku tapi dia langsung menyerangku jadi jelas aku pun membela diri," kata Arya yang tidak mau disalahkan atas apa yang dia lakukan.


Padahal dia hanya berniat untuk membela diri walaupun sebenarnya memang Arya berusaha untuk memancing emosi amertas dari tadi, dengan menanyakan terus Pangeran Alardo yang bisa saja membuat Amerta marah kepada dirinya sebenarnya dia juga sudah tahu akan hal itu tapi karena memang ia sengaja pun terus membahas tentang Alardo di hadapan Amerta.


"Iya, tahu bisa hentikan semua ini Dan lakukan tugas kalian, padahal kalian memiliki banyak tugas untuk mengawasi pekerjaan dan juga untuk membuat perencanaan. Tapi, Apa yang dilakukan kalian berdua yang malah bermain-main di sini dan menghabiskan waktu untuk latihan," kata Liu yang kesal dengan keduanya seperti anak kecil yang sulit untuk diatur. Padahal mereka berdua memiliki tugas masing-masing.

__ADS_1


"Baik, Kak. Aku berangkat," kata Ameta yang berangkat lebih dulu melakukan tugas dari sang Kakak di mana Dea juga harus mencari informasi lebih banyak lagi tentang orang-orang yang mendukung ayahnya tersebut untuk membuktikan kepada kerajaan.


Masih banyak hal yang masih selesaikan oleh Liu dan juga Pangeran Arya, mereka berdua harus mengawasi apa yang sedang dilakukan oleh para pekerja. Apalagi bekerja tersebut sedang membangun rumah Liu. Yang akan digunakan untuk rumahnya selama berada di kerajaan kazan sebenarnya semua itu adalah alibi untuk bisa membuat rencana penyerangan.


Kumpulkan informasi dari para pejabat tinggi kerajaan yang dulu sudah dikeluarkan oleh raja, karena memang tipu muslihat sang raja yang sengaja ingin menjebloskan Jenderal dan melimpahkan semua kesalahannya kepada Sang Jenderal. Maka dari itu Liu juga tidak tinggal diam dan mengumpulkan kekuatan, walaupun pembangunannya tersebut terus diawasi dan bahkan dihancurkan dia pun berulang kali harus membangun kembali apa yang sudah dia bangun karena hal itu jelas akan menjadi ancaman besar bagi kerajaan Kazan.


"Pembangunan Sudah sampai mana kak apa kita butuh orang untuk bisa lebih cepat membangun rumah ini?" tanya Arya kepada Liu yang saat itu mengikuti Sang guru untuk mengetahui sejauh mana pembangunan itu bisa diselesaikan.


"Sebagai tipu muslihat, Aku tidak akan menyelesaikannya dan ini hanya sebagai alasan biar kita bisa mudah keluar masuk ke kerajaan Kazan untuk mencari informasi jadi tenang saja Raja, jadi kita tidak akan membuat keributan lagi dan aku juga sudah menemui sang raja untuk membuat kesepakatan," jawab Liu jelaskan kepada Arya tentang kesepakatan yang dibuat olehnya bersama dengan Raja Kazan.


Penjelasan dari Liu Arya pun mengerti jika memang pembangunan itu benar-benar tidak akan diselesaikan, dan semua itu dilakukan hanya untuk membuat akses mereka keluar masuk di kerajaan Kasan bisa dengan mudah. Tapi selama ini memang Arya tidak pernah menunjukkan batang hidungnya kepada orang-orang yang adalah penyusup.


Hari itu Arya pun dengan terampil menyembunyikan dirinya, Ia yang bahkan sering menyembunyikan diri di atas pohon dan kadang di tempat lain membuat dia benar-benar tidak ketahuan oleh kerajaan kasihan. Jika dia merupakan pangeran dari kerajaan Sonic yang merupakan musuh besar mereka.


"Lebih Mau sampai kapan semua ini terus kita rencanakan dan kapan kita akan menyerang tanya Arya yang sudah tidak sabar lagi ingin melakukan penyerangan dia sudah menyediakan pasukan dan juga persetujuan dari ayahnya untuk bisa menyerang kerajaan Kazan maka dari itu Arya juga sudah tidak sabar untuk menunggu peperangan itu terjadi.

__ADS_1


"Aja kita jangan gegabah jika kita menyerang begitu saja maka aku tidak bisa membersihkan nama baik ayahku. Jadi sebelum itu kita membuat masalah terlebih dahulu yang mana kita akan membuka kembali kasus ini jika benar-benar terjadi yang tidak kita inginkan. Maka dari itu kita bisa menyerang kerajaan ini yang sepertinya akan sangat berpengaruh besar bagi kita, karena memang penjelasan yang aku dapat selama ini, jika kerajaan ini memang benar-benar menghabisi ayahku, karena ambisi mereka jadi tenang saja kau bersabarlah dan aku akan mengumpulkan pasukan lebih banyak lagi," kata Liu yang tahu jika masyarakat dari kerajaan tersebut masih menyukai Jendral.


__ADS_2