
Maka dari itu yang berniat pergi ke tempat perdana menteri untuk menanyakan kasus tersebut kepada perdana menteri dan berniat untuk bertanya baik-baik tapi setelah melihat ketakutan perdana menteri tersebut membuat saya sadar jika perdana menteri ikut serta dalam perencanaan pengajaran dan ayahnya jadi dengan menggunakan cara yang kasar dan serta ingin membunuh perdana menteri pun bertanya hal tersebut kepada sang perdana menteri untuk memberitahukan yang sebenarnya.
Ternyata perdana menteri yang memiliki perasaan bersalah pun dengan ikhlas memberitahukan nama-nama orang yang telah bersekongkol untuk menjebloskan jenderal ke dalam masalah dan memintanya hingga kerajaan menjadi hukuman mati untuk seluruh keluarganya sebenarnya hukum adat tidak sesuai dengan kesalahan yang diperbuat maka dari itu ada campur tangan campur tangan pihak kerajaan.
"Aku tidak mengerti kenapa Mereka takut kepada sang sentral padahal jelas sekali sama Jendral terus melindungi kerajaan ini Aku merasa heran kepada orang-orang yang di sini tidak bersyukur dengan keberadaan jenderal yang sangat hebat," kata Arya yang merupakan orang dari kerajaan Sonic yang ada juga mengagumi Sang jenderal yang terus menjaga perbatasan tambahan tetapi ternyata difitnah oleh kerajaan nya sendiri Hal itu benar-benar membuat saya mah tidak habis pikir dengan kerajaan tambah yang tidak bersyukur dengan keberadaan jenderal yang mau membela kerajaannya dan malam mendapatkan hukuman.
"Mereka sudah dikuasai oleh pemikiran yang jahat karena keinginan untuk mendapatkan uang aku juga benar-benar tidak tahu jika sang raja memiliki sikap buruk dan seperti itu Aku juga merasa rugi saat aku membantu sang ayah di perbatasan jika tahu dari awal seperti ini aku lebih baik menjadi pemberontak Bersama sang ayah lagi Pasukan ayah saat itu lebih dari dua ribu orang pasti bisa dengan mudah mengalahkan kerajaan," kata Liu yang tahu kesukaan saya dan kini pasukan tersebut sudah dikuasai oleh kerajaan itulah tujuan dari sang raja membunuh jenderal.
"Ayah begitu hebat sehingga Kerajaan saja iri kepada ayah kita ternyata memang benar sejarah mata emas di balik semua itu sangat ditakuti orang lain apalagi kehebatan yang mereka miliki aku akan membuktikan kepada kerajaan bahwa aku juga memiliki mata Mas yang dapat diandalkan," kata Amerta yang siap untuk mengalahkan kerajaan dan siap untuk menyerang kerajaan saat itu tapi dia tidak memulai tidak memiliki pasukan yang jelas kali mereka pasti akan kalah.
"Jangan bicara seperti itu pasukan kerajaan itu sangat banyak ditambah masukan dari ayah kita kita harus membersihkan secara baik-baik agar bisa menyerang kerajaan tanpa menggunakan pasukan kita harus menyerang 10 orang ini satu persatu agar mereka semua bisa dimusnahkan salah satu sudah kita bunuh yaitu Sang perdana menteri tinggal 9 orang lagi dan kita gunakan uang tersebut untuk membangun rumah kita bukankah itu setimpal dengan apa yang mereka lakukan selama ini," kata Liu yang tidak memiliki lagi belas kasihan dan peri kemanusiaan serta menghabiskan uang tersebut untuk pembangunan rumah mereka.
__ADS_1
Yang mana rumah mereka sudah tidak ada lagi dan ia pun berencana untuk membangun kembali rumah dari jenderal selama ini yang di ada pada makanan rumah milik Indarung dan keluarga yang sangat dihormati tersebut yang kini sudah tidak ada hanya kenangan yang diisi dengan sebutan.
Hal itu menjadi sebuah rencana besar religius ingin membunuh 9 orang tersebut yang berkhianat kepada dirinya dan keluarganya dan juga yang terakhir kali dia ingin membunuh dengan taktik yang akan dibuat setelah 9 orang tersebut sesuai kesehatan dan dibunuh.
"Aku ikut bersama muka aku ingin membantu semuanya aku yakin kamu bisa menyelesaikan semua itu," kata Amerta saat itu membuat Liu merasa jika itu.
Liu membagi semua hasil jarahannya tersebut dan menyisakan beberapa untuk membeli material.
"Ini untuk kalian pakai pakai gunakan untuk apa itu hanya membutuhkan sedikit untuk pembangunan jika semua ini langsung kuberikan untuk pembangunan mereka pasti akan curiga jadi kita harus bermain dengan tenang dan santai agar mereka tidak sadar dengan apa yang kita lakukan," kata Liu yang memberitahu mereka berdua untuk berhati-hati.
Apalagi setelah kasus perdana menteri yang dirampok saat itu membuat sang raja langsung muncul karena dia yang baru saja datang langsung terjadi kekacauan tersebut dan hal itulah yang membuat Raja menyuruh pengawalnya untuk mengawasi Liu saat itu.
__ADS_1
"Pengertian perdana menteri aku rasa ada hubungannya dengan Liu kalian harus waspada dan pasti lu datang ke sini untuk membalas dendam atas kematian ayahnya," kata Sang Raja memperingati pejabat-pejabat yang lainnya untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap Liu tapi dilihat dari dekat jadi yang selama ini tidak menunjukkan gelagat yang berlebihan.
Hal itu membuat banyak dari pejabat kerajaan yang tidak terlalu memikirkan hal-hal yang akan mengancam nyawanya karena mereka juga memperketat penjagaan yang ada di dalam wilayahnya.
Liu juga mengadakan pembangunan di rumahnya dan terus membangun agar dia benar-benar membuat pembangunan terhadap terkesan yang lapisan-lapisan uang karena sebagian dari hasil curiannya diberikan kepada Arya berikan kepada Amerta.
Arya yang saat itu juga tidak membantu pembangunan yang ada di sana seperti biasa ia tidak pernah memunculkan dirinya dan selalu saja menyembunyikan dirinya di atas pohon untuk mengawasi para pengawal yang sedang mengawasi dan saat itu.
"Aku ingin kalian bekerja sama bangun rumah kembali rumah kerajaan sayang jadi aku membutuhkan tenaga kalian," kata Liu berbicara kepada para pegawai yang mana membantu dia untuk membangun rumahnya kembali walaupun diawasi oleh pengawal kerajaan ini tetap saja yang membangun rumah nya tersebut.
"Katana Bekasi terputus semua ini untuk membangun rumah kita bukan kesunyian ini terlalu sedikit," kata Amerta yang sengaja memancing perkataan tersebut untuk bisa didengar oleh para pengawal yang melihatnya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa itu hanya sedikit saja kita akan membahas secara pelan-pelan, cari lagu yang di pertandingan, yang mana sering diikuti beberapa kesatria yang ikut dalam pertandingan tersebut," kata Liu yang mana sengaja mengatakan itu semua sebagai pancingan untuk para pengawal yang akan mendapatkan informasi yang salah.
"Jika kamu tidak ikut pertandingan bawah tanah siapa yang akan meme balas dendam dasar Liu tidak pintar dalam mengecoh pengawal," kata Arya yang mengawasi gerak gerik pengawal dari jauh dan melihat pergerakan dari Liu yang saat itu terlihat jelas jika uang yang dia dapatkan bukan dari hasil mencuri.